Category Archives: Uncategorized

Award Perdana

Lama ngga nge-blog ternyata ada Bunda Dina yang ngasih award ini:

terimakasih bundin…:p

Karena baru tahu peraturan award ini, saya akan mengerjakan tugasnya. (hihihi serasa jadi mahasiswa)

pertama, saya akan meneruskan award ini pada kawan baik:
Laily- mommyazki

blogging-mommies :
ummu rizka
umi rafif
bunda dita

dan blogger lain yang menginspirasi saya untuk tetap nge-blog:
Fir’aun ngeblog
Julicavero

terimakasih sudah mau menjadi teman…

umm tugas selanjutnya adalah nge-backlink. Aturannya: Masukkan nama sendiri di urutan terbawah dan hapus urutan teratas.

1. audrey
2. ayu Octasihu
3. nami minamoto
4. elsha giovani
5. jeng hana
6. aulia
7. heny
8. Dina
9. Bundalf

Horeeee tugas selesai! Hmmm dapat nilai berapa ya???

Iklan

16 Komentar

Filed under Uncategorized

Milestone Alfis 20 Bulan


Ga terasa, sudah 20 bulan. Empat bulan lagi, mulai menyapih. Tapi, Alfis belum juga bisa berbicara. Banyak batita seumur Alfis bahkan kurang, sudah banyak kata-katanya. Bahkan ada yang sudah bisa merangkai dua – tiga kata. Terkadang, suka mikir kenapa ya Alfis belum juga bisa bicara? Kadang juga suka merasa bersalah. Merasa bukan bunda yang baik … hiks 😦

Don’t worry, be a good mom..

Tetapi, selalu ada aja yang bisa membuat kekhawatiran itu berkurang. Karena, setiap anak berbeda. Yakin pada Yang Maha Kuasa bahwa setiap manusia diciptakan sempurna dan berbeda. Termasuk perkembangan dalam hal berbicara. Sekarang, yang harus dipikirkan dan dilakukan adalah: bagaimana menstimulasi Alfis lebih intens agar ia dapat berbicara.

Awalnya, aku terusik untuk cari tahu tentang terapi bicara. Setelah browsing ternyata kok mahal ya. Jadi mikir2 lagi. Terus, aku baca-baca mailing list dan forum-forum sejenis tentang terlambat bicara. Banyak cerita mommies yang menguatkan. Menurut mereka, the best therapist is : mommy! Ya, therapis yang terbaik adalah orang tuanya sendiri.

Memang banyak juga yang membawa anak mereka ke klinik terapi bicara. Katanya memang lebih cepet, lebih efektif, dan lebih ahli. Tapi, aku mikir lagi. Bagaimanapun, bukankah lebih efektif kalo terapinya di rumah? Lebih intens, lebih deket dengan bundanya, dan lebih-lebih yang lain.

Mungkin aku memang ga belajar formal untuk jadi terapis. Tapi… masa iya sih seorang ibu ga boleh belajar terapi bicara untuk men-stimulus anaknya sendiri?? Toh kalaupun ke klinik, orangtuanya juga tetap harus meneruskan stimulus di rumah… iya kan??

Akhirnya… aku googling untuk menemukan “bagaimana cara terapi bicara”. Dan aku dapat pencerahan dari website ini
http://mommyspeechtherapy.com/
http://www.speechtx.com/

aku link di blog.

Tahap selanjutnya dari perkembangan Alfis adalah toilet training. Karena Alfis belum bisa bicara, maka aku tatur Alfis pipis di waktu-waktu tertentu. Misal setelah bangun tidur atau beberapa waktu diselang setelah dia minum atau nyusu banyak. Pup juga masih di diapers. Karena dia belum terbiasa ngeden kalo ngga pake diapers.

Dan yang terakhir dari perkembangannya adalah berat badannya. Alfis sekarang BB-nya 10 kg. Sebetulnya sih masih masuk chart. Tapi niatnya mau aku tambahin lagi. Kalau tinggi badan, belum diukur. Sepertinya dia sudah lebih dari 80 cm. Selain BB, yang masih da harus diperhatikan adalah pup-nya yang bermasalah. Dia cukup sering konstipasi. Kadang suka kasian, kalo ngeden ampe sekuat tenaga, tapi belum bisa keluar juga. Padahal buah dan sayur juga udah dikonsumsi. Ternyata masih kurang juga seratnya.

Overall, Alfis harus lebih diperhatikan dalam hal berbicara. Setelah itu, yang lain mengikuti… hmmm targetan bunda kali ini banyak juga yaa…

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Perpanjang KTP bayar Rp 100 ribu??!

Bener-bener keseeel banget ama petugas-petugas administrasi di kelurahan.

Bikin KTP, kalo mau cepet (katanya kalo cepet itu seminggu) harus bayar Rp 100 ribu per KTP. Sementara kalo ngurus sendiri bayar “administrasi” Rp 20 ribu di kelurahan. Baru jadi setelah 3 minggu. Padahal aturannya bikin KTP n KK ngga bayar. Ada spanduknya di kecamatan.

Sebetulnya di kecamatan emang ga bayar. Tapi di kelurahan disuruh bayar. Petugasnya dengan enaknya minta duit “administrasi”. Belum lagi “ngasih” pak RT yang emang pemasukannya dari warga.

Jalurnya gini, ke RT minta surat pengantar bayar Rp 10 ribu. Lanjut ke kelurahan ngurus formulir bayar Rp 20 ribu. Trus ke kecamatan. Tunggu tiga minggu. Setelah itu ambil KTP ke kecamatan. Kalo bikin KK masih harus ke catatan sipil untuk tanda tangan legalisir. Sementara jarak kelurahan n kecamatan jauuuh.

Sementara kalau ngurus KTP di kelurahan, bayarnya Rp 100 ribu. Mamaku perpanjang KTP beliau dan adekku di kelurahan. Karena ga mau ke kecamatan, mamaku nyerahin ngurus KTP ke petugas kelurahan. Kata petugasnya (dan ternyata orangnya sama ama yg minta Rp 20ribu) bayar Rp 100 ribu per KTP!

Herannya lagi, katanya ada PERDA-nya. Ya Allah… Sebetulnya yang bener tuh gimana sih? Bayar atau gratis? Mana udah gitu ibuku harus nunggu seminggu baru jadi.

Seharusnya, ada kan mesin yang bikin kartu identitas yang cepet. Langsung jadi. Emang kurang duit ya kota Bekasi? Kalo di daerah (luar kota jabodetabek) aja bisa cepet ngurusnya, kenapa di Bekasi ga bisa??

Grrhhh.. Bikin esmosi jiwa. Segitu korupnya kah negeri ini? Sampe2 bikin KTP aja dikorup.

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Koneksi Internet

Belakangan ini aku sama sekali ga menyentuh dunia maya alias internet. Disebabkan karena keterbatasan akses. Padahal warnet ada, pulsa ada, tapi ga bisa koneksi internet.
Sampai-sampai aku pernah bertanya pada diri sendiri. Sebetulnya, aku mau eksis di dunia maya atau ga sih? Kepengennya sih tetep eksis. Supaya aku bisa mewujudkan: work at home mom.
Taelaaahh keren banget yak bahasanya. Tapi bener deh. Saat ini yang kepikiran ya jualan via dunia maya. Soale kalo jualan via dunia nyata tampaknya blom bisa. Alfis butuh perhatian ekstra.
Apalagi sekarang lagi terserang virus flu.

Ahh internet. Kenapa ya sekarang terasa hampa kalo ga ngenet? Padahal udah ada TV, radio. Tapi teteup aja kalo ga nge-net ga afdol. Harapannya sih berinternet menjadi sesuatu yang lazim, suatu budaya yang positif, dan yang pasti nge-net bisa muraaahhh. Wahai para operator, dengarkan jeritan hati emek-emak yang suka nge-net ini.
Kalo anak sakit, lari dulu ke oom google sebelum ke oom dokter. Kalau bingung mau masak apa, lari juga ke tante google sebelum ke dapur. Kalo bingung anak ga mau makan, lari dulu ke mbak yahoo.
Lha kalo ga bisa koneksi internet, ya satu-satunya jalan angkat tilpon tanya mbok-ku di Merden. Tapi aku terbiasa harus punya info lebih dari satu. Supaya ada pembanding.

Tapiii internet sekarang juga semakin sereeemmm. Banyak orang jahat yang akses internet. Berita-berita yang beredar belakangan modus-modus kejahatan internet makin canggih bahkan kadang menjijikkan.
Memang bener yaa, kita harus berhati-hati. Semakin berhati-hati. Meski jaman udah semakin canggih, tapi budaya “jahiliyah” masih menghantui, masih ada.
Kalo udah gitu, apa iya harus terbatas koneksi internetnya? Ya. Bagaimanapun kehidupan memang ada batas-batasnya. Ada koridor-koridornya. Supaya ga bablas ke kiri banget atau ke kanan banget. Yang tengah-tengah lebih baik. Dunia-Akhirat seimbang. Bukan begitu?

1 Komentar

Filed under Uncategorized

Selamat Tahun Baru 2010

Selamat Tahun Baru!!!

Baru nge-blog lagi nih. Tepatnya, baru log-in lagi ke dunia internet.

Soale, beberapa hari yang lalu belon bayar speedy. Trus beberapa hari berikutnya modemnya anjlok. Alias rusak. Baru ini dapet kesempetan nge-net via mobile.

Semoga di tahun ini, kita semua menjadi manusia yang jauuuh lebih baik. Aamin.

Okelah kalo begitu..

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Ganti Tampilan

Bosan dengan tampilan yang lalu, nyoba tampilan lain. Header juga diganti foto Alfis-Ayah-Bunda. Tapi sayangnya, Ayah lagi Gondezzz. Ya besok-besok kalo ada foto yang lebih bagus, headernya diganti lagi.

Blog-nya jadi mode narsis[dot]com… huehehe.

6 Komentar

Filed under Uncategorized

Kamera oh kamera, dimana dirimu?

Duh. Kamera digital ilang. Ga tau ketlingsut, atau ilang beneran. Padahal hari ini maunya upload foto-foto Alfis dan perkembangannya. Mudah-mudahan ada rezeki bisa beli kamera.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized