Category Archives: tips dan trik

Project: Membuat Kostum Pembalap Mobil F1

Seminggu yang lalu, bunda ditelpon ibu gurunya Alfis. Katanya, Alfis diikutkan lomba bercerita cita-cita di sekolahnya. Syaratnya si anak menggunakan kostum yang sesusai cita-citanya.

Alfis mengenakan kostum balap Vettel

Alfis mengenakan kostum balap Vettel

Bunda dan ayah sudah tau Alfis mau bercerita apa. Sejak setahun yang lalu, Alfis bercita-cita menjadi pembalap mobil F1. Ketika itu dia sangat senang menonton balapan bergengsi itu bersama ayahnya setiap minggu. Hampir setiap ada siaran balapan formula di TV, Alfis selalu nonton. Dan ia selalu bertanya ke ayahnya. Dan Alfis pun jadi mengidolakan sang Juara dunia. Yakni Sebastian Vettel. Alfis sampai hafal detail warna mobil dan seragam tim Vettel.

Sebastian Vettel, Pembalap Formula 1 Idola Alfis.

Sebastian Vettel, Pembalap Formula 1 Idola Alfis.

Tapi kostum pembalap mobil formula jarang ada yang menjual/sewa (Apalagi kostum Vettel). Bunda sempat bertanya di twitter, kontak penyewaan kostum atau toko yang menjual kostum untuk anak-anak. Bunda mencoba menghubungi dua tempat yang direkomendasikan pengguna twitter.

1. ITC kuningan. Toko Teenie Weenie lantai 1 no.3 blok C1. Telp. 02157934528
2. House of cotumes di ITC Mangga Dua lt.2 B62-65. Telp. 0216017160 atau 99898798. FB Costumes House

Sayangnya ga ada kostum pembalap mobil formula. Apalagi kostumnya Vettel. Ayahnya Alfis ikutan googling cari-cari kostum pembalap formula. Sampai mencari ke website resmi tim vettel, Red Bull. Hasilnya nihil. Ayah sempat membuat plan B, Alfis menggunakan baju sepakbola dan bercerita mau menjadi pemain sepak bola. Tapi Alfis tidak mau.

Maka bunda dan ayah memutuskan untuk membuat sendiri kostumnya. Karena bunda masih mual-mual karena ngidam, maka ayah yang bertugas cari penjahit. Setelah cari-cari penjahit, ternyata ga ada penjahit yang sanggup jahit wearpak dalam waktu singkat. Rata-rata minta waktu 1-2 minggu.

Karena ga ada penjahit dekat sini yang sanggup, lalu bunda minta tolong eyangnya Alfis menjahit kostumnya Alfis. Eyang udah pasti bisa menjahit dalam waktu sehari. Tapi karena jauh, di Merden, baju harus dibawa kurir khusus.

Sementara baju Alfis dijahit eyang, Ayah memesan emblem di tukang bordir. Sebab ayah ga nemu emblem yang sesuai untuk kostum Alfis. Ayah pesan bordirnya di PGC (Pusat Grosir Cililitan). Sambil lewat ke kantor.

Akhirnya hari Jumat yang lalu, baju Alfis diantar pakde giman. Malamnya bunda  pasang emblem/bordiran yang sudah dipesan ayah. Dan Ayah berprakarya menempel helm Alfis dengan logo Red Bull menggunakan stiker.

Helm hasil prakarya Ayah dan Alfis.

Helm hasil prakarya Ayah dan Alfis.

Jadilah Alfis menggunakan kostum Vettel di Sabtu pagi.

Alfis dalam kostum pembalap Red Bull.

Alfis dalam kostum pembalap Red Bull.

Alfis pun siap bercerita tentang cita-citanya di depan juri. Bunda dan ayah mengira dia akan bercerita di depan teman-temannya. Ternyata malahan cerita di hadapan dua juri saja. Jadinya saat di panggung dia malu-malu gitu…

Alfis bersiap cerita tentang cita-citanya

Alfis bersiap cerita tentang cita-citanya

Dan ia pun bercerita dengan antusias tentang kostum dan cita-cita diantara teman-temannya…

Alfis sedang interaksi diantara teman-teman

Alfis sedang interaksi diantara teman-teman

Iklan

2 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, tips dan trik

Home Schooling ala Ayah Edy

Artikel berikut ini saya copas dari komunitas Ayah Edy di Facebook. Sebagai catatan saya pribadi.

HOME SCHOOLING ? SEPERTI APA SICH AYAH MELAKUKANNYA DIRUMAH?

(Berbagi kembali artikel Home Schooling versi Ayah Edy)

Tanya Jawab bu Afita dengan ayah tentang Home Schooling

Afita Risdiarti:

Dlm pelaksanaanya apkh setiap ortu perlu mmbuat lesson plan harian sbgi bhn stimulasi anak..atau Dlm keseharianya dibiarkan mengalir mengikuti keinginan anak..atau bgaimn ya ayah?mhn pnjlsanya
17 hours ago • Like

Komunitas Ayah Edy
Lesson Plan bisa di buat berdasarkan kegiatan harian ortunya atau sesuai kondisi keluarga, jika ortunya sibuk dan tidak ada dirumah, lesson plan bisa di delegasikan pada orang rumah yg kira2 bisa melaksanakannya. Jika tidak lesson plan dapat di kombinasikan antara orang tua dan CBT Computer Base Training. Misalnya kami dirumah punya skedul lesson plan Pagi bangun Olah Raga, Sarapan, Merapikan tempat tidur, (disisipkan jadwal harian yg bervariasi, misal hari ini nonton film edukasi via Desney Junior, Kemudian lanjut dengan Game Edukasi atau Ensklopedia melalui komputer seperti Bobi bola, variasi lainnya, belajar berenang, kursus2 untuk menstimulasi, bisa robotik, bisa berkuda, bisa music, lain waktu kita belajar kunjungan ke kebun binatang dengan mengamati dan membandingkan antara yg dilihat di tv dan di kebun binatang, mencari serangga2 yg ada di semak2 dan mengetahui apa makanan mereka masing2, lain waktu memberi tugas berbelanja di supermaket, mencari lokasi, belajar membaca, bertanya letak pada petugas…. dan banyak lagi sesuai dengan kehidupan yg kelak akan mereka jalani kelak. Pada prinsipnya setiap tempat adalah media pembelajaran. Malam menjelang tidur biasanya waktunya mendongeng, sharing… cerita apa saja yg menarik dari kegiatan hari ini…. Pelajaran2 yg biasa di sekolah disampaikan melalui mata pelajaran, dalam home schooling kita ajarkan secara integratif dari serangkaian pengalaman yg mereka alami.

Misalnya saat kunjungan ke Supermaket dan tugas berbelanja, mereka akan belajar memetakan lokasi barang, bahasa dan komunikasi dengan petugas, berani tampil, etika, mengantri, matematika hitungan, perencanaan, memilih dan mengetahui makanan yg sehat dan tidak sehat, nama2 buah, bumbu dan rempah, banyak sekali…… semua pelajaran di terima anak melalui serangkaian proses yg saling berhubungan dan mengalami langsung. Agak berbeda dengan sistem sekolah yg tiap pelajaran terpisah dari mata pelajaran lainnya, dengan gurunya masing2. Jadi sering kali kita belajar berhitung tapi tidak tahu dimana kita bisa menggunakannya, belajar PMP tidak tahu seperti apa prakteknya, dsb. Demikian sekilas yg bisa kami sampaikan…. intinya setiap hari kita melatih anak kita kehidupan yg sesungguhnya yg kelak akan mereka alami melalui proses pengalaman dan tanya jawab yg berbasiskan cara dan logika berpikir mereka sesuai usia mereka masing2….. Coba deh… pasti asyik…. anak kita jauh lebih aktif.

Jadi jangan di banyangkan bahwa dirumah anak akan belajar 1 jam matematika, 1 jam berikutnya PPKN, 1 jam terakhir bahasa… melainkan mereka langsung praktek, evaluasi tanya jawab…. praktek lagi melalui kehidupan sehari-hari, sampai mereka menguasai dan meningkatkan kemampuannya di masing2 pengalaman pelajaran tadi, bukankah kelak kehidupan mereka yg sesungguhnya akan berlangsung seperti itu…. Kehidupan inilah pembelajaran sesungguhnya agar kehidupan mereka kelak bisa labih baik dari hari ke hari… Nanti akan kita lihat tiba2 anak kita menjadi pandai membaca dengan sendirinya, pandai menghitung…. tambah kurang dst…. pandai berlogika, pandai berkomunikasi, pandai bersosialisasi dari waktu ke waktu….. coba lah…. Asyik lho… dan yg pasti mereka melakukannya dengan bahagia tanpa stress dan tekanan apapun.

Oh iya bonusnya adalah kita orang tuanya jadi di pacu untuk lebih kreatif plus kita juga sama2 belajar menjadi lebih baik, karena anak2 kita ternyata mencontoh langsung apa yg kita lakukan….misalnya apakah kita biasa berbelanja karena KEINGINAN atau KEBUTUHAN YG TERENCANA, Apakah kita berhemat atau boros…. dan banyak lagi.hal-hal lain yg. rasanya baru tersadarkan bahwa hal2 seperti ini dulu tidak pernah saya dapatkan saat bersekolah tapi justru secara tidak langsung di ingatkan saat kita menjadi guru bagi anak2 kita…., setiap ada yg kurang baik dari prilaku mereka langsung mengingatkan kita orang tua akan kesalahan prilaku kita ortu yg selama ini mungkin tidak kita sadari…. (persis seperti CERMIN pengingat) sering sy baru terpikir…. Oh My God !!! sesunggunya anak2 kulah guru kehidupan yg sesungguhnya.

Afita Risdiarti:
Trm ksh bnyk ayah Atas pnjelasanya..bisa lngsung di praktekan..krn itukan activity harian..trm ksh sekali lg ayah..

Komunitas Ayah Edy:
Bu Fita yg baik, Minggu lalu kami sempat sedih, karena kebetulan saat kunjungan ke salah satu tempat pembelajaran budaya di kampoeng Sunda bogor, kami melihat ada group anak2 sekolah yg sering di teriaki oleh gurunya juga ada yg di bentak2 karena mereka keluar dari kelompok untuk mengetahui lebih dalam jenis bunga2an tertentu yg mungkin baru mereka lihat hari itu, serangga,2 dsb…. kami melihat anak2 tersebut mohon maaf “di giring” kesana dan kesini tanpa boleh keluar dari kelompok untuk memenuhi minat individunya akan jenis2 bunga, daun, serangga, alat2 musik klasik sunda dsb…… tapi ya memang tidak bisa juga menyalahkan para gurunya karena jika sesuati di selenggarakan secara masal maka akan selalu potretnya seperti itu, padahal anak2 kita adalah Individu2 yg unik yg tidak bisa di pukul rata dan di seragamkan tentang apa yg menarik atau tidak menarik perhatian mereka… Tapi ya hidup ini memang pilihan….setiap pilihan ada plus dan minusnya ada kelebihan sekaligus kekurangan masing2.

Mungkin inilah yg dimaksud oleh salah seorang Pendidik dari Inggris yg mengatakan banyak anak sekolah yang MELIHAT TAPI TIDAK MEMPELAJARI, MENGETAHUI TAPI TIDAK MEMAHAMI, MENDENGAR TAPI TIDAK MENGERTI, MENGHAFAL TAPI TIDAK MENGALAMI….hingga kelak mereka akan HIDUP tapi tidak menikmati….dan tidak mampu memaknai…

6 Komentar

Filed under tips dan trik

Bekal: Tumis Pare dan Omelet jamur.

Bekal: Tumis Pare dan Omelet jamur.

Bekal ke kantor

Sedari dulu kepengen ngumpulin resep bekal yg praktis dan sehat. Alhamdulilllaah ini edisi perdana. Semoga bisa berlanjut ke bekal-bekal selanjutnya. Doakan semoga bisa konsisten membuat dan upload bekal kantor suami dan bekal sekolah anak. (Allohumma aamiin)

Bekal ini dibuat karena suami kepengen tumis pare.

1. Tumis Pare.
Bahan:
Pare 2 buah, buang bijinya, bersihkan dan rendam dengan air garam.
Bawang merah 4-5 siung
Bawang putih 2 siung
Lengkuas 1 cm
Daun salam
gula merah
garam
teri nasi/teri medan.

Cara membuat:
1. potong2 semua bahan (pare, bawang merah, bawang putih, gula merah)
2. tumis bawang merah, baeang putih, lengkuas, daun salam.
3. tambahkan sedikit air. Masukkan gula merah.
4. Masukkan pare, biarkan 1 menit. Lalu masukkan teri nasi. Aduk rata. Tambahkan garam, aduk kembali hingga rata.
5.  Hidangkan

2. Omelet Jamur
Bahan:
Telor bebek (bisa juga gunakan telor ayam)
Daun bawang
jamur kancing
garam
merica

Cara membuat:
1. Aduk-aduk semua bahan
2. Buat omelet atau dadar menggunakan sedikit minyak wijen.
3. hidangkan.

Di bekal tersebut saya tambahkan tahu putih goreng dam jinten hitam sebagai taburan di atas nasi. Jangan lupa tambahkan buah yaa. Andalan saya Apel dan Jeruk. Paling praktis.

Tinggalkan komentar

Filed under resep, tips dan trik

Belajar Potong Wortel, Brokoli, dan Kupas Bawang Putih

Dapur adalah tempat yang berbahaya. Tapi bagi anak balita seperti Alfis (3,5 tahun) dapur adalah tempat yang penuh barang-barang menyenangkan untuk dieksplorasi. Salah satunya adalah pisau.

Pisau berbahaya, karena itu tajam. Alfis sudah tahu itu. Berkali-kali diberitahu dan berkali-kali diingatkan. Tapi rasa penasaran memegang pisau lebih besar. Ini adalah edisi Alfis pegang pisau sendiri. Dengan pengawasan bunda tentunya.

Benarkah pegang pisau sendiri? Tidak sepenuhnya dipegang dia sendiri. Saya yakin ada banyak bunda yang punya trik jitu mengarahkan anak memegang pisau atau gunting sendiri. Ini trik ala bunda Alfis:
1. Pegang pisau yang besarnya sedang (ga terlalu besar, ga terlalu kecil)
2. Gunakan pisau yang ujungnya tidak meruncing.
3. Biarkan anak memegang gagang pisau. Sementara kita orang tua, pegang ujung pisau untuk mengarahkan. Kalau Alfis, diyakinkan agar potongan wortelnya nanti lurus.
4. Sayuran yang akan dipotong, orangtua yang memegang. Lagi-lagi diyakinkan yaaa.
5. Mulailah kita memotong sayuran seperti biasa, tapi dengan kondisi pisau terbalik.

Kalau anak sudah agak besar, mungkin bisa diarahkan yang lebih “advanced“. Itupun kalau masih ingin membantu ibunya bekerja di dapur. 🙂

Selain belajar potong sayuran, Alfis juga belajar mengupas bawang putih. Kalau bawang merah, dia sudah tahu kalau itu membuat mata ‘menangis’. Lihat gaya Alfis mengupas bawang putih.

Alfis serius mengupas bawang putih

Setelah selesai masak bersama, Alfis makan dengan Lahap! Alhamdulillaah. Ternyata memasak dengan anak menyenangkan, ringan, dan jadi salah satu trik supaya dia mau makan sayuran.  Dia bangga makan sayuran yang dia ‘masak sendiri’…

Alfis makan sayur sop-nya sendiri

2 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, Belajar dan Bermain, tips dan trik

Menu & Gaya Makan Alfis (14 bulan)

Tulisan ini adalah sebagai pengingat tentang menu makanan dan gaya makan Alfis. Sekaligus sharing tentang menu makanan untuk bayi. Khususnya bayi 12 bulan ke atas.

Alfis suka:
– omelet sayuran yang banyak parutan wortelnya (supaya manis)
– abon sapi ! (belum nyoba abon ayam or ikan)
– bubur sumsum (khusus untuk sarapan)
– nasi uduk (khusus sarapan)
– tahu goreng ! (bintang banget nih)
– tempe goreng (khususnya mendoan, tempe goreng biasa kadang-kadang)
– mie/bihun goreng
– ikan rebus dimasak kecap n asem jawa.
– filet ikan goreng tepung (ikannya harus fresh)
– nugget ayam
– Buah ! (kecuali pepaya… aku masih belum tau, kenapa dia ga suka pepaya)
apalagi yaa? hmmm kira-kira itu dulu. Dan yang paling Alfis suka yakni: kerupuk!

Kelakar eyangnya: ‘ntar jadi generasi angin-anginan’. Gara-gara krupuk banyak anginnya?
Sekarang sih udah disiasati, diganti sereal yang kriuk2 (tapi berhasil cuma dua hari aja). Setelah itu harus ganti yang lain.

Gaya makan Alfis:
1. Belakangan ini, dia ga suka makanan berkuah. Jadi, bundanya juga ngikut-ngikut ga masak masakan berkuah deh. (harusnya tetep masak aja ya…)
2. Karena ga berkuah, jadi dia lebih suka disuapin pake tangan ketimbang pake sendok.
3. kalo ada sendok, dia harus makan sendiri
4. kalo makan, bundanya harus makan duluan di depan dia baru dia mau makan.
5. piringnya harus piring bundanya.
6. Seringnya, kalo makan sambil main2… (yeah ini sih harus ngalahin).
7. Kadang, kalo makan harus ada temennya
8. Kalo disuapin, porsi satu suapan harus sedikit, proporsional. Kalo kebanyakan pasti “dilepeh” alias dikeluarkan lagi.

Banyak ya syaratnya?

Oh iya. Setiap hari harus beda menu. Ga masalah meskipun dia udah pernah makan.
Begitulah gaya makan dan menu makan Alfis saat ini. Harus pinter-pinter cari cara dan menu supaya si sibuk ini mau dan doyan makan. Karena dia lagi aktif-aktifnya, lagi seneng jalan, seneng main, seneng eksplorasi.

Satu lagi, kalo lagi ga doyan makan atau ga selera karena sedang sakit atau sebab lain, yang penting adalah jus buah dingin! Hmmm kalo yang satu itu sih bundanya juga mauuuu.

Tinggalkan komentar

Filed under aktivitas, alfis, MPASI, tips dan trik

Bayi Berkebutuhan Tinggi

Alfis kalau ditaro di boks bayi (playpen) pasti teriak keras banget. Padahal niatnya supaya bisa nyambi ngepel atau nyapu. Baru sebentar aja dia udah protes berat. Apalagi kalo dibiarin, dia pasti nangis sambil teriak sekenceng-kencengnya. Kepalanya ditempel ke jaring2 sampai mukanya gepeng maksudnya mungkin maksa mau kabur dari playpen.

Ketika Alfis udah mulai makan makanan padat atau MPASI, Alfis ngga pernah mau satu menu saja. Kalau hari ini beras merah, besok belum tentu mau. Dia gampang bosen. Bunda harus ganti menu tiap hari. Yah setidaknya dua hari sekali. Tapi kadang dalam sehari menu makannya harus beda. Jadilah disiasati dengan beragam jus buah yang beda sambil diseling makan utamanya.

Setelah MPASI, alhamdulillaah Alfis masih minum ASI. Katanya kalau udah makan, nyusunya mulai berkurang ketika malam. Beda dengan Alfis. Setidaknya dua jam sekali Alfis ngelilir untuk menyusu. Sama seperti jadwal ketika masih eksklusif (ketika masih ASIX,malahan kadang sejam sekali). Tapi sejak umur 10 bln ini, menyusunya mulai berkurang. Setidaknya empat jam sekali.

Tidur malam pun Alfis harus nyusu dulu. Dan harus dikelonin. Dia kadang ga mau dipeluk. Tapi kadang maunya dipeluk. Yang utama harus ada bunda di sisinya. Kalau ngelilir dan sadar ga ada bundanya, dia pasti berusaha manggil. Kalau didiemin dia pasti nangis atau teriak kenceng.

Alfis paling ngga bisa disambi kerja. Maunya diajak main bareng terus minimal dilihatin. Misalnya ngelipet baju. Dia akan mengambil baju yang udah dilipet, dan membuangnya keluar keranjang.

Pernah dia main sendiri. Lalu aku coba tinggal ke dapur untuk cuci piring. Sejenak kemudian dia teriak. Aku coba diamkan sambil meneruskan cuci piring. Ternyata dia nyusul ke dapur membawa mainannya.

Alfis tidak terlalu nyaman digendong ayahnya. Dia akan menegangkan kaki-dan badannya berusaha melepaskan diri kecuali diajak bercanda diguncang-guncang atau jalan-jalan lihat mobil dan motor di pinggir jalan. Lain halnya jika bersama bunda. Tapi bisa lain ceritanya kalau ia ingin sekali turun main. Ia akan teriak atau mengoceh kencang ketika digendong.

Dulu aku pernah bingung dengan kelakuan Alfis ini. Karena di beberapa artikel bayi yang aku baca, seharusnya bayi begini dan begitu. Tapi kalau aku disuruh membiarkan Alfis sampai menangis, ga tega. Ga akan pernah. Malahan aku setuju dengan eyang-nya Alfis. Penuhi kebutuhannya sebelum bayi menangis.

Sampai akhirnya aku membaca buku “The Baby Book” karangan suami-istri dr. Sears. Ternyata ada yang namanya “bayi berkebutuhan tinggi”. Ciri-cirinya mirip dengan Alfis.

Ciri-ciri “bayi berkebutuhan tinggi” yang disebutkan dalam buku tersebut antara lain;

@ super peka: mudah terkejut di siang hari dan malam hari. Dulu, alfis waktu masih awal-awal gampang kaget saat tidur maupun terjaga.

@tidak dapat dilepaskan dari gendongan. Tidak dapat berbaring tenang di boks atau tempat tidurnya. Alfis banget. Malahan dulu waktu masih di rumah sakit, Alfis paling aktif diantara bayi lainnya. Kalau yang lain berbaring dengan tenang, Alfis mengangkat-angakt kakinya. Atau berusaha miring padahal belum bisa. Saat dua-tiga bulan, dia malah posisi sit-up dan push-up hampir setiap saat terjaga.

@bukan penenang diri sendiri. Jangan harap bisa tidur dengan sendirinya. Atau main sendiri. Dulu,Hampir setiap mau tidur siang harus digendong keliling rumah.

@selalu bersemangat sepanjang waktu. Ya ya.. Ini salah satu karakter Alfis. Bundanya udah cape, dia masih pengin maen terus.

@ingin disusui sepanjang waktu

@sering terbangun. jarang tidur siang. Dan sering menyusu malam hari.

@tidak terpuaskan, tidak dapat diramal. Alfis banget. Hari ini bisa main sendiri, besok belum tentu. Hari ini suka main kardus, besok belum tentu. Hari ini suka diledekin, besok harus lebih kreatif lagi.

@hiperaktif, hipertonik. Bayi-bayi ini sering menggeliat ketika digendong. Bahkan kalau menyusu, alfis sering meliuk-liukan badan bahkab menyusu sambil nungging oalah nak.

@tak suka dipeluk. Tak suka digendong dengan cara yang sama dan menegangkan oto-otonya saat di gendongan seperti meluruskan kaki atau menahan dengan kedua tangan. Yap! Alfis banget nih. Ayah sampai kewalahan.

@menuntut. Alfis kalau ngga mau ya ngga mau. Kalau lagi pengin digendong, harus. Kalau mau ambil mainan atau barang, harus. Dia akan terus berusaha.

Cara menangani bayi dengan kebutuhan tinggi katanya sih harus responsif dan peka dengan tuntutannya. Selalu di sampingnya. Memusatkan perhatian kepada keinginan dan semangatnya bukannya hal-hal yang tak disukainya. Yah capek sih tapi bunda dan ayah akan selalu berusaha memenuhinya. Insya Allah baik jadi modal kepribadian anak di masa depan.

3 Komentar

Filed under alfis, tips dan trik, tumbuh kembang