Category Archives: kesehatan

Obat (dari) Dapur : Sereh

Sebelumnya aku pernah posting obat penangkal flu dari dapur, yakni bawang merah bakar. Terkadang bawang merah bakar tidak mempan untuk kasus tertantu. Seperti kemarin saat Alfis batuk dan flu, bundanya juga ketularan. Sepertinya virus flu yang menyerang ga cukup ditembak bawang merah. Tenggorokan udah berasa mau batuk dan badan udah mulai meriang.

Maka bunda membuat ramuan obat dari dapur, yakni Sereh. Sebut saja ini ramuan Sereh – Sirih untuk mengatasi rasa gatal di tenggorokan sebab dahak berasa menggantung.

Bahan membuat minuman Sereh penangkal Flu-Batuk

Bahan membuat minuman Sereh penangkal Flu-Batuk

Bahan:

Air
Sereh 5 batang
Sirih 5-7 lembar (aku menambahkan 10 lembar, supaya semriwing)
Bawang putih
Bawang merah
Daun bawang
Jinten hitam seujung sendok makan
Kayu manis
Gula merah

Cara Membuat:

1. Potong-potong: Daun bawang, bawang merah, bawang putih, sereh. Jangan lupa memarkan sereh.

Persiapan membuat  minuman Sereh.

Persiapan membuat minuman Sereh.

2. Masukkan semua bahan-bahan ke dalam panci. Kecuali gula merah.

sirih-sereh 2

3. Didihkan air dan bahan-bahan. Setelah mendidih, kecilkan api. Biarkan 10 menit hingga air berkurang sampa setengahnya. ( Dua gelas air  menjadi 1 gelas).

sirih-sereh 3

4. Sebelum dimatikan apinya, masukkan gula merah yang sudah disisir. Setelah gula merah larut, matikan api.

5. Minum selagi hangat.

Alhamdulillaah tidur jadi nyenyak setelah minum ramuan sereh ini. Dan tenggorokan pun berasa lega setelah dua malam minum ramuan ini.

Tips: Saat menunggu ramuan sedikit asat, harus ditunggu. atau menggunakan timer. Supaya tidak lupa mematikan kompor.

Aku sering lupa mematikan kompor, jadi kadang terlalu asat. Atau gosong. :p Hihihi…. Jadi harus membuat lagi dari awal.

Oh iya, kalau tidak ada sirih juga bisa. Misal untuk minuman penghangat yang tidak terlalu pedas.

 

 

Iklan

4 Komentar

Filed under alfis, flu, kesehatan, Tanaman Obat & Herbal

Dawet Aloe Vera

Dawet Aloe Vera + Buah Naga

Belakangan ini cuaca terasa pengap di rumah. Sering banget gelap mau hujan, tapi panas lagi. Gelap tapi ga jadi hujan. Lalu panas lagi. Berasa ngga habis-habis keringet. Paling enak kalo lagi gerah gini bikin yang seger-seger. Di rumah, Aloe Vera atau lidah buaya yang gede-gede itu udah jadi salah satu stock wajib isi kulkas.

Setelah googling, manfaat Aloe Vera ternyata banyak banget. Salah satunya ada di link ini. Diabetes pun bisa diobati menggunakan Aloe Vera lho. Kata artikel disitu, yang sering digunakan sebagai herbal atau pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller.

Kutipan artikel di link tersebut, Aloe Vera mengandung 72 Zat yang dibutuhkan oleh tubuh antara lain: 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Zat golongan obat tersebut diantaranya: antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Si Aloe Vera ini jadi menu wajib untuk ayah. Sebab pencernaan-nya lagi bermasalah. Bunda dan Alfis ngikut makan juga. Kalau Alfis, masih tahap perkenalan. Dia agak “ngeri” dengan nama: lidah buaya. Mustinya di awal dikenalkan namanya: Aloe Vera . Hihihi… 🙂

Biasanya bunda bikin Aloe vera ini dikupas, potong-potong dadu, lalu direbus, dan ditambah gula batu. Kali ini bunda punya jeruk pontianak dan buah naga. Maka jadilah Dawet Aloe Vera + Buah Naga.

Bahan
Aloe Vera (yang besar-besar)
Perasan Air Jeruk Pontianak
Buah Naga
Gula Batu
Air untuk merebus

Cara Membuat
1. Aloe Vera dibuang durinya, dikupas, dipotong-potong dadu.
2. Rebus Aloe Vera dengan 3 gelas air. Setelah mendidih, tambahkan gula batu.
3. Kemudian dinginkan. Setelah dingin, tambahkan potongan buah naga dan perasan jeruk pontianak.
4. Sajikan

Suegeeeeerrr bangeet deh. Oh iya, kalau mau sehat dinginkan di suhu ruang aja yaaa…

5 Komentar

Filed under Organik, resep, Tanaman Obat & Herbal

Sereal Kacang Hijau + Beras Merah + Beras Cokelat.

Sudah pada tahu beras merah dan beras cokelat kan? Bagi yang belum tahu, beras cokelat adalah beras pecah kulit. Jenisnya adalah beras biasa. Namun tidak digiling dua kali. Kulit arinya dibiarkan tetap di berasnya.

Bunda dan Alfis belakangan rutin mengkonsumsi sereal ini. Selain untuk menambah dara, meningkatkan tekanan darah, menambah tenaga, vitamin, enzim dan masih banyak lagi kegunaannya.

Ini adalah alternatif cara memasak beras merah dan beras cokelat. selain dibuat nasi.

Bahan:
Kacang hijau organik
beras merah organik
beras cokelat organik
gula merah
garam
sereh digeprek secukupnya
kayu manis
jinten hitam seujung sendok

Cara membuat:
1. Kacang hijau, beras merah, dan beras cokelat dicuci (bilas secukupnya). Lalu direndam semalaman atau selama 4 jam
2. Rebus Kacang hijau, beras merah, beras cokelat, sereh, kayu manis, jinten hitam.
3. Setelah mendidih, kecilkan api dan tunggu hingga kacang hijau empuk.
4. Masukkan gula merah sisir dan garam sedikit. Setelah larut gula merahnya, matikan api. Hidangkan.

Kebetulan tadi siang ayah Alfis sempet sakit perut. Selain sereal ini, bunda berikan ayah: teh sukun dan sari labu. Cepet sembuh yaaa ayaaah. Terima kasih untuk eyang yang sudah mensupport menyuplai gula merah, kacang hijau, beras merah, dan beras cokelat organik.

4 Komentar

Filed under kesehatan, Organik, resep

Jajanan yang Mengandung Anti-kanker

Cincau Hijau (wikipedia)

Semua pasti tahu minuman cincau kan? Jajanan yang berwarna hijau seperti jeli/agar diberi sirup, santan, dan es. Sayangnya saat ini bunda susah sekali menemukan jajanan yang satu ini. Entah karena memang di daerah ini tak ada cincau, atau bunda yang tidak pernah beruntung.

Sempat mencari si penjaja cincau di sekolah-sekolah dekat rumah, lapangan, masjid, musola, tapi tidak ada. Bahkan di pasar pun bunda tak menemukan si cincau hijau. Kalaupun ada pasti cincau hitam. Tidak ada cincau hijau (Cyclea barbata). Padahal dulu jaman masih sekolah gampang banget ketemu tukang cincau.

Apakah penjaja cincau memang sudah langka? Padahal si cincau hijau ini berkhasiat lho. Cincau hijau jika dikonsumsi hanya dengan larutan gula merah, berkhasiat melancarkan pencernaan, dapat mengurangi perih akibat maag, serta mengandung klorofil yang baik bagi stamina kita.

Klorofil diyakini mampu meningkatkan daya tahan tubuh sebab struktur kimianya mirip dengan struktur kimia hemoglobin. Yakni molekul organik yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Bunda baca di link ini, khasiat si klorofil ternyata banyak banget. Diantaranya; berfungsi membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan, membantu menetralkan polusi atau racun yang kita hirup maupun yang kita dapatkan melalui asupan makanan, dan secara efisien melepaskan magnesium dan membantu darah membawa oksigen yang dibutuhkan ke semua sel di jaringan-jaringan tubuh.

Struktur kimia hemoglobin dan klorofil

Tidak hanya si klorofil, zat-zat lain yang terkandung dalam segelas cincau hijau juga berkhasiat. Menurut abstrak di lipi, cincau mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, klorofil, dan karotenoid.  Di situ juga disebutkan cincau mengandung senyawa antikanker.  Dan cincau juga dapat mengendalikan hipertensi. Di sini bunda bacanya.

Jadi pengen deh punya tanaman cincau sendiri. Supaya bisa membuat sendiri cincau hijau. Kalau membuat sendiri, jadi lebih yakin dengan kebersihannya. Kalau di rumah eyang, tanaman cincau bisa ditemukan di kebun tetangga. Jadi bisa buat sendiri cincau hijau.

Kapan-kapan hunting bibit cincau hijau ah…

PS: kalau ada tukang jajanan cincau, pesennya ga pake santan. Cukup gula jawa saja. Minumnya pake Bismillaah. InsyaAllah racun-racun dari makanan dan lingkungan bisa dinetralkan oleh si cincau ini.

13 Komentar

Filed under kesehatan, Tanaman Obat & Herbal

Susu Bengkoang, Prebiotik Alami

Bengkoang (wikipedia.org)

Pernah dengar susu bengkoang? Bundalf juga baru belakangan ini tahu tentang susu bengkoang. Tahu dari Eyangnya Alfis. Sumber utamanya dari seorang ahli herbal di Banjarnegara. Bunda rasa, beliau ga mau deh dibilang ahli herbal. Tapi gimana ya? Beliau itu tahu beragam jenis tanaman dan khasiatnya. Meskipun tak ada gelar atau latar belakang pendidikan di bidang pengobatan.

Menurut beliau, susu bengkoang ternyata berkhasiat untuk pencernaan. Melancarkan buang air besar, menstabilkan asam lambung, dan aman dikonsumsi setiap hari.
Cara membuat susu bengkoang:
Bengkoang diparut. Saring bengkoang parut menggunakan kain putih bersih. Kemudian diperas. Hasilnya adalah sari bengkoang putih bersih. Sari bengkoang inilah yang baik dikonsumsi tiap hari.

Mungkin banyak yang berpikir kenapa susah-susah harus diparut lalu diperas? Kenapa tidak langsung saja makan bengkoang utuh?

Ternyata, setelah baca-baca wikipedia, pada sari pati bengkoang terdapat inulin. Inulin adalah frukto-oligosakarida yang bersifat prebiotik. Apa itu prebiotik? Pasti deh istilah ini tidak asing. Banyak iklan-iklan produk susu atau yoghurt yang menyebut prebiotik sebagai komposisi unggulannya. Prebiotik adalah semacam komposisi dalam makanan yang tak dicerna dan dapat menstimulasi pertumbuhan/aktivitas bakteri baik yang ada dalam sistem pencernaan. Sederhananya, prebiotik membantu kesehatan pencernaan.

Struktur kimia Inulin (wikipedia.org)

Inulin yang terkandung dalam bengkoang adalah semacam serat yang terlarut. Ini sebabnya baik untuk mengkonsumsi bengkoang dalam bentuk sari patinya. Tanpa ampasnya. Sebab ampasnya justru dapat membuat konstipasi. Jika tak ingin dibuang, ampasnya dapat digunakan sebagai bedak dingin untuk wajah.

Setelah minum susu bengkoang, rasanya segar di leher dan di perut. Apalagi jika diminum di siang hari. Meskipun tak menggunakan es, susu bengkoang tetap segar. Sebab bengkoang mengandung 86-90 persen air.

Rasa manis bengkoang juga berasal dari inulin. Inulin yang tidak dicerna oleh tubuh dapat memperlambat proses mencerna. Sehingga membantu kita merasa kenyang lebih lama. Dan karena tak dicerna, maka tidak mempengaruhi jumlah gula darah. Maka susu bengkoang juga baik untuk penderita diabetes.

Tidak hanya itu, setelah bunda baca di salah satu forum online, inulin juga diindikasikan dapat mencegah osteoporosis. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa inulin mampu meningkatkan absorpsi dan deposisi kalsium pada tulang. Wow ternyata minum susu bengkoang banyak manfaatnya.

Sekarang Alfis, ayah dan bunda ketagihan susu bengkoang. Kalau perut berasa ga beres, atau berasa mau panas dalam, atau ngga enak tenggorokan, langsung buat susu bengkoang. Bengkoang di pasar per kilo sekitar Rp 7000 sampai Rp 8500. Lumayan bisa untuk tiga hari untuk tiga orang.

Meskipun agak repot, tapi bunda sudah memilih untuk mulai hidup sehat yang alami. Mengurangi bahkan mereduksi jajan dan makanan kemasan. Yuk kita parut bengkoang… (Kecuali ada yang mau ngasih food processor :p)

6 Komentar

Filed under kesehatan, Tanaman Obat & Herbal

Bawang Merah Bakar, Penangkal Pilek/Flu

Bawang Merah

Saat Alfis pulang ke Jakarta, Alfis terserang penyakit “meler”. Suaranya juga mulai bindeng. Pertanda mau kena flu. Pilek atau flu, penyakit biasa yang cukup mengganggu aktivitas. Dan bikin pusing saat lendir masih cair dan bening. Untuk mengobati si meler, bunda menyuapi tiga siung bawang merah bakar.

Bawang merah bakar ternyata efektif mencegah pilek/flu. Alfis langsung bersin mengeluarkan lendir yang mampet di hidung setelah makan bawang merah. Supaya alfis mau makan bawang merah bakar, setelah dibakar bawangnya dipotong-potong. Dan bawangnya dimakan bersama dengan nasi, telur, dan kecap.

Bunda juga sudah membuktikan, bawang merah bakar dapat menangkal flu/pilek di awal. Saat meler mau flu, bunda makan bawang merah bakar ini sekitar lima siung. Meski setelah itu ngantuk, tapi besoknya sudah tidak meler lagi.

Membakar bawang merahnya harus sebelum dikupas. Bawang merah langsung dibakar di atas kompor hingga terlihat agak matang, baru dikupas. Jangan dikupas dulu baru dibakar. Agar kulit ari di permukaan dalam tidak rusak.Bawang merah dibakar bertujuan untuk menghilangkan pestisida dan bakteri di luar permukaan kulit ari. Membakar bawang merah juga dapat menghasilkan cairan di dalam bawang yang baik untuk menangkal si pilek/flu.

Setelah ngintip di wikipedia, ternyata bawang merah mengandung vitamin C, kalium, serat dan asam folat. Selain itu juga mengandung kalsium, zat besi dan protein dengan kandungan yang tinggi.

Selamat Mencoba…

3 Komentar

Filed under flu, kesehatan

Daun Pegagan, Tanaman Liar yang Meningkatkan Daya Ingat

Daun Pegagan

Liburan kali ini bundalf menyempatkan diri konsultasi dengan seorang ahli herbal di Banjarnegara. Ahli herbal seperti seorang ahli farmasi yang tau beragam tanaman obat dan khasiatnya.

Bahkan mereka tahu jumlah yang dibutuhkan atau diperbolehkan. Sebab memang ada beberapa tanaman yang sifatnya keras dan dapat merusak organ tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

Salah satu daun berkhasiat yang aman dikonsumsi dalam jangka waktu panjang adalah pegagan.

Daun pegagan atau yang biasa disebut panegoang di jawa tengah, adalah tanaman berkhasiat bagi otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini mampu meningkatkan daya ingat.

Daun pegagan banyak tumbuh di parit-parit sawah. Tumbuhnya bersama dengan rumput liar lainnya. Tanaman ini bagus untuk dikonsumsi sehari-hari. Sebagai pengganti ginko biloba yang terdapat dalam suplemen sintetis.

Mengkonsumsi pegagan atau panegoang bisa dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai lalap misalnya. Atau dikeringkan seperti teh.

Tanaman ini juga dapat dikonsumsi oleh anak-anak. Bahkan baik sekali untuk kecerdasan. Bunda mencoba memberi Alfis daun ini dalam bentuk segar. Tapi daunnya saja. Dan diberikan per lembar di tiap suapan. Ternyata bisa masuk tuh.

Kalau dikonsumsi segerombol banyak, daun ini pahit rasanya. Tapi karena alfis makannya per daun, rasa pahitnya tidak terlalu kentara. Oh iya, mengkonsumsi daun ini juga bagus untuk penderita autis. Tapi tentu saja harus dibarengi terapi dari orang tua ya.

Mau mencoba???

17 Komentar

Filed under alfis, kesehatan, Tanaman Obat & Herbal