Category Archives: tumbuh kembang

“Ayah!! Beli Mesin Pesawat!”

Alfis sedang bermain pesawat mainannya

Begitu kata Alfis di suatu pagi yang cerahnya bisa mengeringkan cucian bunda hanya dalam waktu dua jam. Kebetulan saat itu ayah Alfis mau berangkat ke kantor. Dan Alfis pun meminta,”Ayah! Beli mesin pesawat!”

Rupanya setelah ditanya bunda, Alfis mau betulin mesin pesawatnya yang rusak. Hei..hei.. apakah Alfis sudah punya pesawat dengan mesin di dalamnya? Tidak. Alfis punya dua mainan pesawat. Dan pastinya keduanya tak ada mesinnya. Mainan biasa yang terbuat dari plastik dan sedikit besi.

Alfis merasa, dia perlu membetulkan mesin pesawatnya yang rusak. Sebab pesawat itu akan digunakannya untuk pergi ke rumah sepupunya yang baru lahir di Bintan. Subhanallaah… segitu lengkapnya cerita khayalannya.

Tidak berhenti disitu, saat Alfis telpon ayahnya di sore hari, dia mengingatkan ayahnya untuk beli mesin pesawat. Ckckckck… anak ini hidup dalam khayalannya atau dia memang hanya berkhayal??

Sering Alfis berdialog sendiri saat bermain mobil-mobilan, pesawat-pesawatan, pensil, krayon, atau gulungan kertas. Cerita balapan, atau betulin mobil di bengkel, dan tidak tahu lagi dialog-dialog macam apa yang dia buat sendiri.

Teringat Alfis yang cukup sering bermain peran dan berkhayal, bunda jadi menggaris bawahi (dan memberi warna merah) beberapa ciri-ciri anak otak kanan yang ada pada Alfis. Artikel tentang anak otak kanan ini ada di websitenya Ayah Edy. Si Ayah yang berkecimpung dalam dunia multiple Inteligence. Berikut cirinya,

1. Sulit mengikuti pelajaran disekolah.
2. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya
3. Pada awal-awal sering lebih kuat tangan kiri (kidal)
4. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis dan sulit dipahami maksudnya.
5. Persaannya sangat sensitif/peka
6. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat atau sulit menyusun kalimat untuk mengungkapkan perasaannya.
7. Cepat hafal tempat/lokasi, tanda-tanda dan rute perjalanan kesatu tempat yang pernah dikunjungi meskipun hanya sekali.
8. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan.
9. Kadang suka berkhayal dan bicara sendiri menceritakan fantasinya
10. Kadang bercerita ke satu tempat yang sebenarnya belum pernah di kunjunginya seolah-olah seperti nyata.
11. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang disukainya/diminta oleh gurunya tapi sangat tinggi pada hal-hal yang menarik perhatiannya.
12. Sering membuat cara baru dalam menyelesaikan tugas/soal-soal dan kurang suka cara yang di ajarkan oleh gurunya.
13. Lebih suka permainan rangcang bangun seperti lego dsb.
14. Suka keluar dari kelompok dan melakukan aktivitasnya sendiri.
15. Sebagian ada yang sudah tahu membedakan jenis-jenis benda; seperti merek mobil, jenis pesawat dsb. dalam usia yang relatif sangat dini
16. Sulit diajari mengeja suku kata
17. Waktu kecil sulit membedakan huruf d dengan b
18. Jika menulis huruf sering terbalik anatara W dengan M atau E dengan 3
19. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus
20. Sebagian lagi sulit mamahami maksud dari soal cerita matematika kecuali diberikan contoh analogi/perumpamaan dengan menggunakan alat bantu benda-benda.
21. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun
22. Kurang suka mencatat dan lebih suka memenuhi bukunya dengan gambar disana-sini.
23. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati
24. Jika sudah mengenal huruf/angka, ia mampu membaca urutan huruf/angka dari belakang atau dengan urutan terbalik dengan cepat & tepat.

Karena Alfis belum bersekolah, jadi masih belum tahu apa benar dia anak berotak kanan. Sebab pada saat ini Alfis mudah sekali menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan mudah bergabung dengan kawan-kawannya. Apalagi teman-teman yang usianya lebih tua. Menurut artikel tersebut, si anak otak kanan ini punya keunggulan di bidang Imajinasi, Desain, Rancang bangun, dan para pencipta baik dibidang sains atau dibidang seni.

Yaa semoga saja Bunda dan Ayah Alfis dapat membimbing dan mengarahkan Alfis serta melalui fase-fase tumbuh kembangnya dengan baik. Intinya, semoga Alfis jadi anak yang soleh dan ihsan, bahagia dunia-akhirat. Amiin.

Iklan

2 Komentar

Filed under alfis, tumbuh kembang

30 Jam Liburan ke Bandung, Saat Pengenalan Toilet untuk Alfis

Hari Sabtu-Minggu (5-6 Feb 2011) kemarin akhirnya kesampaian juga liburan ke Bandung. Setelah kurang lebih lima tahun ngga ke Bandung. Liburan ini benar-benar tidak direncanakan.Bahkan budget pun ngga disiapkan secara khusus. Tiba-tiba aja ayahnya Alfis menyetujui pergi ke Bandung untuk menghadiri pernikahan teman bunda waktu kuliah di Bandung.

Benar-benar surprise dan hampir ngga percaya. Packing pun tengah malam, padahal pesan travel pagi hari pukul 08.00. Pukul 01.00 dini hari bunda dan ayah baru tidur. Sementara Alfis tidur pukul 21.30. Biasanya kalau tidurnya malam, Alfis dan ayah baru bangun pukul 09.00 atau pukul 10.00. Tapi ternyata keduanya bisa bangun pagi-pagi. Ayah sudah bangun pukul 05.00 dan alfis bangun pukul 05.30. Sabtu pagi yang ceraah ūüôā

Perjalanan jauh kali ini adalah masa pengenalan toilet di perjalanan. Sebab bunda tidak punya stok diapers sekali pakai. Tidak punya juga popok kain modern yang tak tembus. Bunda juga ngga punya celana dalam khusus toilet training yang banyak dijual di online shop. Alfis ke bandung hanya menggunakan celana dalam biasa. Bermodal nekat, ayah dan bunda sering-sering mengingatkan diri untuk tatur Alfis ke toilet.

Sesampainya di Bandung, kami langsung menuju gedung RRI, tempat nikahan teman bunda. Namun ternyata sesampainya disana penganten belum tiba. AKhirnya alfis main-main dengan balon-balon busa yang dijual abang-abang di sekitar gedung. Ada kejadian kecil dengan si abang penjual balon ini.

Abang penjual: ade mau?
alfis: *dengan PD-nya ngambil pistol pembuat balon busa* bunda, inii
bunda: berapaan bang?
abang penjual: 20 rebu ajah
bunda: haah? 20 rebu? ngga deh. kembalikan alfis, terlalu mahal.
abang penjual: sok atuh maunya berapa
bunda : *kekeuh* ngga deh bang. *langsung ngeloyor ke tempat lain*

Syukurlah Alfis ngga merengut atau menangis. Dia sudah cukup puas dengan melihat balon-balon busa itu beterbangan. Hihihi dasar emak-emak ga mau rugi.

Selamat untuk Dwi Ariani-Hendra. Semoga langgeng dan menjadi keluarga sakinah.

Setelah dari tempat pernikahan, mampir solat dzuhur dulu ke masjid Pusdai yang letaknya persis di sebelah gedung RRI. Sekalian tatur Alfis di toilet. Di Pusdai ini ada lagi kejadian yang membuat bunda waspada. Ceritanya, bunda dan ayah gantian sholatnya. Pertama, bunda dan alfis sholat duluan dan ganti baju yang lebih nyaman. Selagi bunda dan alfis nungguin ayah di pelataran masjid, ada ibu-ibu paruh baya yang bawa-bawa tas gede. Isinya sempet dikeluarin ama itu ibu ada baju-baju, alat mandi, detergen, dan ga tau lagi deh isinya apa.

Ibu ini, sedari awal bunda duduk bareng Alfis, ngajakin ngomong terus. Cerewet banget. Terus dia sempet bilang begini:
“Saya ini deket sama anak-anak Bu, saya pernah punya anak dua. Dua-duanya meninggal. bla-bla-bla”
Lalu teruus aja si ibu itu ngoceh. Alfis dengan tak bersalahnya lari kesana kemari. Bunda pun memeluk tas yang ada barang berharganya sambil terus melihat Alfis. Akhirnya, setelah ayah selesai sholat langsung cabut dari tempat itu. fiuhh.

Tujuan selanjutnya adalah hotel. Sehari sebelumnya ayah sudah pesan hotel di Concordia Hotel, Bumi Sangkuriang. Di daerah Ciumbuleuit. Hotel ini arsitekturnya bergaya art deco. Bangunan dari zaman Belanda. Meski kamarnya ngga sekelas hotel berbintang, biasa aja, tapi fasilitasnya lumayan bagus. Review hotelnya, intip disini yaa.

Alfis main wayang golek, sembari nunggu cek-in.

Baca lebih lanjut

15 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, tumbuh kembang

Kipas dan Buku, Pengantar Tidur

Dua jenis barang yang WAJIB ada sebelum menidurkan Alfis, kipas dan buku. Kalau dua ini belum ada, Alfis masih akan ber-koprol ria dan masih bermain dengan mobil-mobilan, pesawat-pesawatan, dan masih hilir mudik dapur ngambil minum atau nyamil kacang.

Pertama, kipasnya adalah kipas keramat. Bawaan dari Kebumen. Kalau bukan kipas ini, Alfis tidurnya lama.

Kipas keramat Alfis, kalau bukan kipas ini, serasa ga dikipas

Kedua, buku pengantar tidur. Judulnya bisa apa saja. Yang penting dia yang memilih bukunya. Lama-lama dia bisa tertidur sambil memeluk bukunya.

Alfis tertidur dengan salah satu bukunya

Barang/aktivitas  lain yang biasanya mesti ada sebelum tidur antara lain;

  • bedak dan minyak telon, kalau mengeluh digigit nyamuk atau gatal.
  • elus-elus perut atau punggung nya
  • Alfis biasanya minta elus-elus tangan bunda yang ada “tombol”nya
  • jam SpongeBob. Sambil bilang : “Alfis, jam sponge bob sudah jam sembilan. Waktunya tidur. Sponge bob juga sudah tidur.” (biasanya sih jam delapan lewat juga dibilang jam sembilan)

Akhirnya, Alfis akan benar-benar terlelap setelah berguling ke seluruh area tempat tidur. Butuh sekitar lima belas menit minimal dan maksimal satu jam untuk menidurkan Alfis.

Berikut waktu tidur bayi, balita, dan anak-anak diambil dari sini.

Kebutuhan tidur untuk Usia 0-2 bulan
Jumlah tidur yang dibutuhkan : 10,5 – 18 jam / hari
Sifat tidur
* Pola tidur yang tidak teratur (hingga usia 6-8 minggu) yang berhubungan dengan rasa lapar
* Periode tidur yang multipel pada siang dan malam hari
* Tidurnya bersifat aktif : tersenyum, menghisap, pergerakan badan
Hal-hal penting yang berhubungan dengan kemampuan tidur
* Tidur dengan punggungnya untuk mencegah SIDS
* Fasilitas tidur malam
* Buatlah lingkungan tidur yang positif dan aman
* Kenalilah tanda-tanda saat bayi mengantuk
Tips untuk neonatus :
1. Perhatikan pola tidur bayi dan kenali tanda-tanda bila bayi mengantuk
2. Letakkan bayi di tempat tidurnya saat mengantuk, bukan pada saat dia tertidur
3. Tidurkan bayi dengan punggung terletak di tempat tidur (terlentang), wajah dan kepala bebas dari selimut atau barang-barang halus lainnya
4. Tempat tidur harus sudah teruji keamanannya
5. Ruang tidur yang hening dan gelap dengan temperatur yang nyaman
6. Doronglah untuk tidur malam

Kebutuhan tidur untuk Usia 2-12 bulan
Jumlah tidur yang dibutuhkan : 14-15 jam/hari
Sifat tidur:
* Jumlah tidur malam bertambah
* Pola tidur mulai terlihat
* Tidur siang yang awalnya berjumlah 3-4 kali berubah menjadi 1-2 kali di akhir tahun pertama
Hal-hal penting yang berhubungan dengan kemampuan tidur :
* Ciptakan jadwal tidur yang teratur secara rutin
* Belajar untuk menenangkan diri sendiri
Tips untuk bayi :
1. Ciptakan jadwal tidur harian bayi secara rutin
2. Ciptakan rutinitas tidur yang konsisten, namun menyenangkan
3. Tetapkan lingkungan tidur bersahabat
4. Doronglah bayi Anda untuk tertidur secara mandiri dan dapat menerangkan diri sendiri

Kebutuhan Tidur untuk Usia 1-3 tahun
Jumlah tidur yang dibutuhkan : 12-14 jam (Tidur siang 1,5 – 3,5 jam) / harinya

lihat lanjutannya

10 Komentar

Filed under alfis, tumbuh kembang

Puzzle Kayu

Hohoho… kalau Alfis sebelumnya suka corat-coret dinding, mainan selanjutnya adalah…. menyusun puzzle!

Alfis suka menyusun puzzle ini karena gambarnya pesawat. Dia suka sekali pesawat. Kalau ada pesawat lewat di atas rumah, atau ada gambar pesawat di TV, pasti deh teriak-teriak:

“AAAAwwwaaatttiiiii…..” (baca: pesawat. entah kenapa ditambah -i dibelakangnya. padahal ngajarinnya¬†: pesawat, bukan pesawati…)

Kembali lagi ke topik, Alfis rupanya sudah pandai menyusun puzzle ini meski sudah lama sekali ngga dimainkan. Sekitar sebulan lebih puzzle ini ngendon di atas lemari. Ini dia aksinyaaa…

aksi alfis menyusun puzzle

Ternyata dia sudah mahir !!! Ga nyampe satu menit, puzzle sudah tersusun rapi. Setelah itu, si puzzle ngendon lagi deh di atas lemari. Si empunya sudah bosen. Apalagi udah pernah bisa sendiri. Omong-omong, puzzle ini hadiah ulang tahun Alfis yang ke-dua lhoo.

8 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, tumbuh kembang

Kenapa anak-anak suka corat-coret tembok???

Seniman tembok

Tak bisa dipungkiri. Alfis pun termasuk anak-anak yang juga suka coret-coret tembok. Awalnya, dia suka corat-coret di lantai. Karena lantainya keramik, jadi mudah dibersihkan. Hingga suatu saat…. dia mencoret tembok!!! Aaaaarrrgghhh… ngga berdaya. Masih segar di ingatan, Alfis menggunakan spidol hijau untuk coretan perdananya di tembok. Hingga akhirnya ber-warna-warni itu tembok.

Yahh.. anggap saja Alfis sedang membantu mengecat ulang tembok yang kusam. Awalnya itu tembok mau di-cat, sudah ada catnya ada tiga kaleng besar. Masih teronggok di pojokan bawah meja.

Kalau anak-anak sedang mencorat-coret, itu adalah sarana mengungkapkan ekspresinya. Begitu kata para expert. Dan mencoret menggunakan spidol atau krayon mampu melatih motorik halusnya. Ada yang bilang tidak usah dilarang. Tapi tetap dibatasi.

Baiklah, Alfis juga tidak akan dilarang. Batasannya adalah rumahnya (tepatnya rumah eyang-nya hihihi). Rumah tetangga atau sarana umum tidak boleh.

Tampaknya tembok atau dinding memang punya daya tarik tersendiri. Semacam magnet bagi krayon, spidol, tinta dkk. Terbukti, jaman prasejarah dulu manusia juga sering membuat lukisan-lukisan di¬†dinding-dinding gua.¬†Zaman sekarang pun orang dewasa senang membuat lukisan¬†di dinding. Nama kerennya¬†mural (eehh bener ga sihh??). Seni melukis dinding (padahal sih corat-coret dinding jugaaa). Kalau orang dewasa saja senang melukis dinding, apalagi anak-anak. Hihihihi…

Menurut sumber yang pernah kubaca, coretan anak-anak di tiap tahunnya menggambarkan perkembangannya.

Pada usia 12-30 bulan (2,5 tahun) anak belajar memegang pensil warna dan membuat tanda atau garis di atas kertas dan tentunya di tembok. Anak-anak cenderung mengalami kenikmatan kinestetik, yaitu kesenangan atau kenikmatan untuk bergerak dan membuat tanda. Coretan yang dihasilkan masih acak dan tidak teratur serta cenderung menghasilkan garis panjang sepanjang kertas atau tembok.

Coretan terkontrol terjadi pada usia 2,5-3 tahun. Anak di usia ini mulai menggunakan gerakan pergelangan tangan, mengontrol coretannya dan membuat gambar yang lebih kecil. Namun coretan yang dihasilkan belum sepenuhnya bisa dimengerti orang lain.

Pada usia 3-4,5 tahun anak-anak mulai memegang krayon dengan menggunakan jari serta sudah mampu membuat berbagai garis dan bentuk serta gambarnya sudah mulai bisa dimengerti. Selain itu anak-anak juga cenderung ‘mengisahkan’ atau ada cerita di balik gambar yang dibuatnya.

Pada usia 4,5-7 tahun, anak mulai menggambar simbol, garis yang meliuk-liuk, lingkaran, spiral, angka-angka dan sesuatu yang mulai menyerupai objek sebenarnya. Tapi anak-anak masih belajar untuk mengungkapkan sesuatu pada orang lain melalui gambarnya.

Daaaaan… inilah hasil ungkapan Alfis pada bundanyaaaa… hihihi…

seni tembok by alfis

6 Komentar

Filed under alfis, tumbuh kembang

Terlambat Bicara

Alfis sudah bisa membedakan warna. Lihat tuhh dindingnyaa ūüôā

Alfis saat ini berumur 26 bulan. Dia mulai menunjukkan perkembangan kosakata. Sudah mulai mengenal warna, huruf, dan beragam permintaan/perintah sederhana. Dia juga sudah mulai bisa memanggil nama teman-temanya. Meski tidak memanggil dengan keras. Sempat khawatir saat dia berumur 15 bulan belum ada satu kata. Hanya babbling. Bahkan 18 bulan baru ada sedikit kata saja. Mau sharing sedikit mengenai terlambat bicara ini. Setelah browsing sana-sini, ini dia sekelumit tentang terlambat bicara.

Apa sih penyebab terlambat bicara?

Ada tiga penyebab utama keterlambatan bicara
pertama, retardasi mental,
kedua, gangguan pendengaran,
ketiga, keterlambatan maturasi atau keterlambatan bicara fungsional, termasuk gangguan paling ringan dan saat usia tertentu akan membaik.

Penyebab lain yang relatif jarang adalah kelainan organ bicara, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutisme selektif, afasia reseptif, dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan bisa disebabkan oleh lingkungan sepi, dua bahasa, status ekonomi sosial, teknik pengajaran yang salah, dan sikap orangtua.

Deteksi dini

Sejak bayi baru lahir, sebisa mungkin kita sebagai orang tua mencatat setiap perkembangan dan respon bayi. Bahkan sejak bayi masih dalam kandungan. Karena semua informasi perkembangan ini dibutuhkan oleh para dokter dan profesi yang terlibat dalam mendeteksi keterlambatan bicara tersebut. Apakah bersifat fungsional atau nonfungsional?
Karena itu milestone sangat diperlukan. Misalnya;

Riwayat kehamilan. Apakah kehamilan bermasalah atau tidak. Kalau bermasalah, apa masalahnya.

Kelahiran. Apakah lahir normal atau caesar. Apakah lahirnya tepat waktu atau lebih cepat, atau lebih lambat. Bagaimana posisi bayi saat melahirkan. Saat bayi lahir bagaimana kesehatannya? Apakah langsung menangis atau harus distimulasi dulu baru menangis?

Perkembangan bayi. Catat setiap perkembangan atau respon bayi terhadap lingkungannya. Misalnya, kapan pertama kali tengkurap sendiri, kapan bisa miring sendiri, umur berapa dia mulai babbling, kapan pertama kali duduk sendiri, kapan pertama kali merayap dan atau merangkak, kapan dia mulai mengulang-ngulang kata (meski belum berarti apa-apa), bagaimana responnya terhadap suara, bagaimana responnya jika dipanggil, bagaimana responnya saat dimainkan suara pelan, riwayat kesehatan, alergi, dan sebagainya. Karena setiap perkembangannya sekecil apapun itu, informasinya sangat dibutuhkan untuk menangani atau mendeteksi lebih lanjut keterlambatan bicara pada anak.

Hubungan keluarga. Apakah dalam keluarga ada riwayat terlambat bicara atau tidak.

Lingkungan. Apakah lingkungan terlalu sepi atau terlalu ramai. Ada dua bahasa atau tidak. Stimulasi dari orangtua bagaimana, stimulasi dari keluarga bagaimana.

Selain mengungkapkan jenisnya, deteksi dini dapat mengoptimalkan penanganan selanjutnya.

Jenis Fungsional

Keterlambatan bicara fungsional atau keterlambatan perkembangan bahasa ini disebabkan oleh terlambatnya kematangan proses syaraf pusat yang dibutuhkan untuk memproduksi kemampuan bicara. Gangguan ini sering dialami anak laki-laki. Kondisi ini cukup ringan dan bisa membaik. Umumnya, anak-anak dalam kondisi ini fungsi reseptifnya baik. Seperti Alfis, dia sangat mengerti apa yang kita bicarakan. Bahkan dia bisa disuruh hanya dengan kata-kata, tanpa menunjuk. Misalnya “ambil sepatu ayah di dapur” atau ” buang di tempat sampah” atau “ambil gelas di dapur”. Visualnya pun sangat bagus. Dia tahu logo Piala dunia (pasti langsung bernyanyi Owowowo sambil loncat2), logo Firefox (langsung menunjuk komputer), logo Bank (menunjuk kartu ATM), dsb.

Ciri khas lainnya, anak tidak menunjukkan kelainan neurologis, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan, dan gangguan psikologis. Keterlambatan bicara fungsional sering dialami anak dengan gangguan alergi, terutama pada kulit dan saluran cerna.

Gangguan saluran cerna berupa gejala berulang dari perut kembung, sering buang angin, muntah, dan sulit buang air besar (BAB). Kesulitan BAB ditandai oleh BAB ngeden; tidak setiap hari; kotoran berbau, hitam atau hijau tua, keras, dan bulat seperti kotoran kambing; ada riwayat berak darah; serta lidah tampak kotor, berwarna putih, air liur bertambah banyak, atau mulut berbau.

Gangguan kulit biasa muncul dalam bentuk bintik-bintik kemerahan, seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, dan kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya. Hal itu sering pula disertai gangguan tidur malam, gelisah, mengigau, tertawa atau menangis saat tidur, sering terbangun, gigi gemeretak, dan sebagainya.

Jenis nonfungsional

Keterlambatan bicara jenis non-fungsional seperti gangguan pendengaran, retardasi mental, atau penyebab lainnya perlu stimulasi dan intervensi khusus sesuai penyebabnya. Salah satu blog yang cukup mencerahkan dan ilmiah adalah blog Ibu Julia Van Tiel. Beliau menulis buku “Anakku Terlambat Bicara”. Banyak penjelasan ilmiah disana. Agar tidak bias antara autis dan bukan autis. Karena saat ini banyak profesional dan dokter terlalu dini men-cap anak sebagai Autis. Perlu pendekatan multidisiplin ilmu untuk gangguan non fungsional ini. Antara lain, dokter ahli tumbuh kembang anak, neurologi anak, gastroenterologi anak, alergi anak, psikologi anak, psikiater anak, rehabilitasi medik, serta mereka yang bergerak di bidang klinis atau praktisi lain yang berkaitan.

Sumber: Kompas.com, gaya hidup sehat

Tulisan terkait

23 Komentar

Filed under alfis, berbicara, tumbuh kembang

Milestone Alfis

Semenjak Alfis diobservasi di klinik terapi bicara, jadi kepikiran mencari milestone Alfis yang lalu. Dan menggabungnya jadi satu. Sebab data perkembangannya sangat dibutuhkan untuk menganalisa mengapa dia kosakatanya masih sedikit sekali.

Ini dia rangkuman perkembangan Alfis:

2 bulan:
Bisa miring-miring. Kalau tidur pasti posisi miring.

3bulan:
Dah ngangkat kepala kalo tengkurep.dah ada celoteh mamamamama

4 bulan:
suka sit up, berusaha untuk duduk atau tengkurep

5 bulan:
mahir tengkurep n guling2, suka memukul-mukul lutut sendiri

6 bulan:
berusaha duduk sendiri dengan cara sit-up atau menopang badan dengan sebelah tangan.

9 bulan:
mahir buka tutup, duduk sendiri, merangkak cepet buangeeeett

11bulan:
mahir berdiri sendiri dari duduk tanpa dibantu atau pegangan

12 bulan:
mahir berjalan! Bahkan amat sangat mahir.

16 bulan:
kata pertama yang tetap: ada – ngga ada

23 bln 3 minggu:
disapih

24 bln :
mulai banyak kata2. Menguasai sekitar 20-an kata.

4 Komentar

Filed under alfis, tumbuh kembang