Category Archives: terapi bicara

Melukis Daun

Belakangan ini, buna punya proyek kegiatan. Sebetulnya ini dalam rangka mengasah kreativitas buna. Bagaimana caranya agar Alfis punya beragam kegiatan yang bisa dilakukan di rumah. Tentunya dengan memanfaatkan beragam benda yang ada di sekitar rumah.

Salah satunya adalah melukis daun. Kebetulan di sekitar rumah eyang ada banyak daun yang bisa dimanfaatkan. Semoga juga bisa jadi inspirasi yang lain. Mari kita mulai persiapannya.

Pertama siapkan kuas, cat air, dan paletnya. Serta buku gambar. Bisa juga digunakan kertas atau karton putih.

Kedua, siapkan daun-daun yang akan dilukis. Saat mengambil daun-daun ini disekitar rumah, buna mengajak Alfis untuk memetiknya. Sambil memberitahu nama beberapa daun. Daun singkong misalnya. Kita juga bisa memberitahu mana daun yang bisa dimakan dan yang tidak.

Setelah semua siap, kita mulai melukis daun! Ini dia aksi Alfis melukis daunnya dengan beragam warna di daun singkong. Setelah dilukis daunnya, tempelkan daun di atas buku gambar atau kertas putih dalam keadaan terbalik. Buna sedikit membantu proses ini. Setelah ditekan-tekan daunnya dengan jemari tangan, angkat daunnya. Voila! Jadilah lukisan daun made-in Alfis…

Lalu dilanjutkan dengan daun-daun lainnya. Alfis yang menysun penempatan daun-daun di buku gambarnya. Inilah hasil akhir lukisan daun karya Alfis.

Agak berantakan? Ga apa-apa. Yang penting dia suka dan menyenangi prosesnya. Melalui kegiatan ini, ternyata buna bisa mengobrol buaanyak dengan Alfis, diantaranya:

  • memberitahu masing-masing nama daun yang digunakan.
  • Membahas manfaat masing-masing daun
  • Membahas warna-warna yang digunakan.
  • Membahas bentuk daun
  • Bertanya sayuran apa yang disukai Alfis
  • Mengkreasikan gambar lain dari lukisan daun.

Dan pastinya masih  banyak lagi yang bisa dibahas dan dikreasikan melalui kegiatan ini. Semoga menginspirasi. 🙂

5 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, terapi bicara

Klinik Terapi Bicara

Sebelum lebaran, Alfis pernah menyempatkan diri mampir ke klinik terapi bicara di jatinegara. Seorang tetangga pernah kesana untuk terapi anak pertamanya yang lambat bicara.

Alfis sudah observasi di klinik tersebut. Kliniknya namanya:
Klinik Bina Wicara “Vacana Mandira”
Jl Kramat VII no.27
Telpon: 3914666
Dekat Apotik Melawai dan halte busway Kramat sentiong.
Jakarta Pusat

Untuk observasi dan konsultasi, biayanya 160 ribu. Gedungnya sudah tua. Seperti bangunan jaman belanda. Pertama kali kesana memang ragu. Karena mirip rumah sakit. Satu orang terapi satu orang anak. Beragam terapisnya. Klinik tersebut sudah ada sejak tahun 1975. (Itu sebelum bundalf lahir!)

Setelah tanya-tanya dan diobservasi, menurut sang observator Alfis bisa bicara dengan sendirinya namun memang agak lama. Tapi kalau diterapi dia bisa lebih cepat perkembangannya dibanding teman se-usianya.

Andai saja pernah belajar ilmunya. Saat ini masih meraba-raba bagaimana cara terapinya. Dan belum tau alat bantu apa yang digunakan untuk terapi. Mencoba caritahu via googling dan belum ada yang oke artikelnya. Maafkan bunda ya nak…

Sampai saat ini, Alfis belum diterapi. Masih menunggu budgetnya terkumpul. Biaya awal terapi meliputi gedung dan buku : 120 ribu rupiah. Sementara biaya terapi per bulan untuk anak-anak dengan pertemuan 2 kali seminggu @ 1 jam adalah 320 ribu. Artinya perlu 440 ribu. Agak mepet menurut perhitungan pendapatan. Ada juga yang pertemuannya 3 kali seminggu atau 4 kali seminggu. Anak-anak dan dewasa biayanya beda.

Tentu saja, bunda berusaha cerewet di rumah agar Alfis ter-stimulan untuk bicara. Semoga saja bisa distimulan sendiri. Masih lihat perkembangan Alfis dan budget. (Hihi sori ya Alf, bukannya pelit tapi memang agak terbatas). 🙂

Postingan ini sekedar sharing. Tidak ada maksud promosi atau melebihkan atau menjelekkan klinik. Berdasar pengalaman saja.

update: saat ini alfis sudah enam tahun dan lancar berbicara. Alfis bisa berbicara saat umur dua tahun. Alfis saya bawa ke rumah eyangnya supaya dapat banyak stimulasi.

Alfis terlambat bicara karena terlalu banyak stimulasi visual, dan bundanya kurang cerewet. Begitu dibawa ke rumah eyangnya, langsung banyak kosakatanya.

38 Komentar

Filed under terapi bicara, tumbuh kembang