Category Archives: Menyapih

Tips Menyapih

pediatricugm.blogspot.com

Sudah berniat untuk menyapih? Mungkin tips berikut ini dapat membantu untuk mempersiapkan mental, sarana dan prasarana untuk menyapih. Hihihi…

Persiapan utama:
Niat dan mental. Umumkan pada seluruh anggota rumah bahwa si kecil akan disapih. Supaya kita mendapat dukungan moril.

Kondisi:
1. Pastikan anak sehat wal afiat
2. Kedua ortu juga sehat
3. Suami sedang cuti atau libur panjang
4. Ada pihak ketiga selain ayah-bunda. Lebih banyak teman lebih baik.
5. Sebisa mungkin si anak tidak lihat bayi yang sedang menyusu ibu-nya.
6. Kalau anak biasa tidur dengan ibu-nya, jangan dipisah. Biarkan ibu berinteraksi dengan anak dengan cara lain.

Persiapkan:
1. Makanan, buah dan camilan yang beragam. Khususnya yang anak suka.
2. Minuman. Beragam minuman seperti: susu, air mineral, jus buah, atau teh manis (untuk ayah-nya juga jangan lupa).
3. Beragam buku cerita
4. Beragam Mainan dan Permainan. Indoor serta outdoor.
5. Menghafalkan cerita atau mengarang cerita sendiri
6. Beragam “kata kunci” untuk menyapih. Tiap anak beda kata-kata dan komunikasinya.

Contoh Kata kunci untuk Alfis:
1. Minum, bukan mimik. (Mimik=ASI)
2. Malu. Kalo masih nyusu, malu sama temennya
3. Cicak, tikus, kucing, ayam, naik motor. Kata-kata ini ampuh membantu mengalihkan perhatian dari keinginan menyusu. (Untuk Alfis)

Cara mengalihkan keinginan menyusu (works for Alfis):
1. Jalan-jalan. Jalan kaki atau naik motor
2. Bermain. Main dengan teman-teman, atau dengan ayah. Indoor dan outdoor. Sampai puas dan capek.
3. Diceritakan dongeng
4. Dinasehati/dituturi
5. Berikan minum atau makan sesering mungkin. Dan se-variatif mungkin.

Peringatan:

1. Menyapih secara perlahan membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra. Tidak bisa langsung dua-tiga hari. Menyapih adalah membuatnya mandiri. Sampai saat ini alfis kadang masih ingat nyusu kalau sedang gelisah. Hingga saatnya dia menyapih dirinya sendiri.

2. Kalau mau cepet, ada yang menyarankan: mengoleskan puting susu dengan kunyit, brotowali, jamu pahitan, lipstik, spidol merah, atau si anak dicekoki jamu.  Silakan pilih sesuai kondisi.

3. Ibu akan merasakan payudara-nya “penuh” sebab tidak disusui. Tapi tidak akan berlangsung lama. Yakinlah bahwa ASI anda sudah habis. Setidaknya dalam waktu empat hari, langsung berasa “kosong”. Apalagi kalau sedang dapat haid, berasa ga ada “isi”nya.

Semoga dapat menginspirasi.

Iklan

7 Komentar

Filed under Menyapih

Menyapih (Episode 3)

di rumah mbah bersama mas hanif

Menyapih kali ini dilakukan saat mudik. Kebetulan, semua anggota keluarga eyang uti nya Alfis ngumpul semua. Termasuk pakde-bude-nya Alfis yang dari Bintan juga pulkam. Kali ini proses menyapih benar-benar distop menyusu seharian. Bukan dikurangi frekuensi menyusu. Seperti di proses sebelumnya.

Episode menyapih sebelumnya, aku mencoba mengurangi frekuensi menyusu. Tapi kadang sering jebol juga. Karena tidak tahan denger rengekan alf kalau minta ASI. Kalau sudah ngempeng, bisa satu jam lamanya. Bahkan dua jam. Padahal sepertinya ASI-ku sudah tinggal sedikit.

Hari pertama menyapih, dimulai malam hari. Karena paginya Alfis masih jetlag. Setelah perjalanan jauh Jakarta-Merden. Malam pertama, alfis nangis kuenceng dan ga berhenti. Karena tidurnya dipisah dari ibunya. Akhirnya setelah hampir satu jam nangis, aku ga tahan denger tangisannya. Aku gendong Alfis, lalu dituturi.

Apa itu dituturi? Dinasehati, dibilangin baik-baik, kalau Alfis sudah nggak boleh mimik bunda lagi. Misalnya: “alfis sudah gede, sudah dua tahun, sudah pinter lari, dsb…dsb.. Jadi ga mimik bunda. Alfis minum pake gelas. Seperti ayah, bunda, om, dkk”
Kata “minum” ditekankan. Untuk membuat dia lupa dengan kata “mimik” yang berarti nyusu ASI.

Suara bunda yang sedang mengoceh cukup membuat dia tenang. Sambil dielus-elus punggung, perut, atau tangan, kaki. Malam pertama, berhasil dilalui tanpa nyusu. Syaratnya, tidur harus dengan bundanya.

Paginya, Alfis masih inget. Tapi buru-buru diajak jalan-jalan ke sawah. Jadi deh dia lupa. Siangnya, Alfis tertidur karena cape. Dua malam selanjutnya, Alfis masih ingat nyusu kalau ngantuk. Alhamdulillah bunda berhasil mengalihkan dengan cara didongengi atau dinasehati. Selama dia belum tidur, harus terus ngomong. Apapun.

Kalau dia mulai ingat, dialihkan oleh cerita “cicak” atau “tikus” sambil menunjuk dinding atau langit-langit.

Cara lain mengalihkan perhatian yakni: naik motor atau jalan-jalan. Khususnya siang hari saat ngantuk. Saat malam, cukup diceramahi, dicereweti. Khususnya diceramahi oleh bundanya.

Pas hari lebaran, Alfis mulai lupa karena seharian diajak jalan-jalan silaturahim ke Yogya. Ke rumah mbah uyutnya. Sempet inget juga waktu siang-siang di jalan. Panas pula. Syukurlah ada pisang sebagai pengalih perhatian. Akhirnya Alfis tertidur juga setelah makan tiga pisang raja nan besarr.

Hari selanjutnya, Alfis kembali adaptasi di Kebumen. Syukurlah adaptasinya hanya semalam. Mungkin karena jetlag juga setelah seharian jalan-jalan di Yogya.

Sampai tulisan ini diposting, Alfis disapih selama 15 hari. Malam kemarin dia masih inget saat mau tidur. Tapi cukup diomong: “Malu”. Trus ga jadi minta deh.

Kalau kata mertua, anak masih akan ingat nyusu kurang lebih selama sebulan. Mungkin setidaknya sampai anak itu menyapih dirinya sendiri. Alfis sampai sekarang masih “biyungen”. Maksudnya masih harus ada bunda-nya kalau main. Kecuali kalau ada ayahnya, dia mau main sama ayahnya. Bagusnya, dia jadi ga berani keluar kalau ga ada bundanya.

Sampai saat ini, Alfis kalo tidur masih butuh “tombol” di lengan bunda. Apalagi saat mau tidur siang. Kalau tidur malam sih udah jarang-jarang. Malam ini, Alfis tidur sendiri.

Bersyukur, bisa menyapih Alfis dengan perlahan dan tanpa harus mengoleskan pahitan atau semacamnya di puting. Dan benar-benar di saat yang tepat. Saat Alfis berulang tahun yang ke-2. Tanggal 17 September yang lalu.

Sepertinya aku yang akan merindukan masa-masa menyusui, bukan alfis… 🙂

5 Komentar

Filed under alfis, Menyapih

Menyapih (#1)

Nyaammm

Banyak juga project untuk batita macam Alfis.

Pertama, menstimulasi Alfis untuk berbicara selain: “ada” “ngga ada” “mana” “o iyaa” ” apa-aba”…

Kedua, toilet training. Khususnya saat dia pup. (Masih menolak kalau dibawa ke kamar mandi)

Ketiga, MENYAPIH.

yang terakhir ini, sepertinya cukup membutuhkan keteguhan niat, fisik, dan kreatifitas. Niatnya, sejak alfis 20 bulan ini mau aku biasakan minum air putih biasa dari gelas. Penginnya sihh seperti apa yang dianjurkan WHO, weaning with Love…#bismilaah moga bisa#

Banyak memang yang bilang disapih menggunakan beragam jamu-jamuan, kunyit, lipstik, spidol, jeruk nipis, puyer, obat batuk, apalagi yaa? banyak dehhh. Rata-rata “mengkontaminasi” puting payudara atau memberikan sesuatu yang ga enak ke anak. Terakhir, anjuran yang sepertinya tidak masuk kamusku adalah: Hamil Lagi..

Tapiii pengalaman ibu-ku juga prosesnya WWL (weaning with love). Mosok sih anaknya ga mengikuti jejak ibunya.

Sooo, aku mulai deh cari-cari blog sharing ibu-ibu yang sukses menyapih anaknya dengan kasih dan cinta… :))

ada dua blog yang sharingnya inspiring:
http://aimi-asi.org/2008/12/menyapih-dengan-kasih/
http://lsoraya.multiply.com/journal/item/2/
http://lsoraya.multiply.com/journal/item/1

karena pada alfis, dia biasa dikelonin sambil nyusu kalau mau tidur. Kalau harus berubah misalnya nyusu sambil duduk, pasti syusyah. So, dua blog di atas menginspirasi aku gimana cara memulai proses menyapih ini. Semoga Allah menguatkan aku. Amiin. Lets start the Game!!

2 Komentar

Filed under Menyapih