Susu Bengkoang, Prebiotik Alami

Bengkoang (wikipedia.org)

Pernah dengar susu bengkoang? Bundalf juga baru belakangan ini tahu tentang susu bengkoang. Tahu dari Eyangnya Alfis. Sumber utamanya dari seorang ahli herbal di Banjarnegara. Bunda rasa, beliau ga mau deh dibilang ahli herbal. Tapi gimana ya? Beliau itu tahu beragam jenis tanaman dan khasiatnya. Meskipun tak ada gelar atau latar belakang pendidikan di bidang pengobatan.

Menurut beliau, susu bengkoang ternyata berkhasiat untuk pencernaan. Melancarkan buang air besar, menstabilkan asam lambung, dan aman dikonsumsi setiap hari.
Cara membuat susu bengkoang:
Bengkoang diparut. Saring bengkoang parut menggunakan kain putih bersih. Kemudian diperas. Hasilnya adalah sari bengkoang putih bersih. Sari bengkoang inilah yang baik dikonsumsi tiap hari.

Mungkin banyak yang berpikir kenapa susah-susah harus diparut lalu diperas? Kenapa tidak langsung saja makan bengkoang utuh?

Ternyata, setelah baca-baca wikipedia, pada sari pati bengkoang terdapat inulin. Inulin adalah frukto-oligosakarida yang bersifat prebiotik. Apa itu prebiotik? Pasti deh istilah ini tidak asing. Banyak iklan-iklan produk susu atau yoghurt yang menyebut prebiotik sebagai komposisi unggulannya. Prebiotik adalah semacam komposisi dalam makanan yang tak dicerna dan dapat menstimulasi pertumbuhan/aktivitas bakteri baik yang ada dalam sistem pencernaan. Sederhananya, prebiotik membantu kesehatan pencernaan.

Struktur kimia Inulin (wikipedia.org)

Inulin yang terkandung dalam bengkoang adalah semacam serat yang terlarut. Ini sebabnya baik untuk mengkonsumsi bengkoang dalam bentuk sari patinya. Tanpa ampasnya. Sebab ampasnya justru dapat membuat konstipasi. Jika tak ingin dibuang, ampasnya dapat digunakan sebagai bedak dingin untuk wajah.

Setelah minum susu bengkoang, rasanya segar di leher dan di perut. Apalagi jika diminum di siang hari. Meskipun tak menggunakan es, susu bengkoang tetap segar. Sebab bengkoang mengandung 86-90 persen air.

Rasa manis bengkoang juga berasal dari inulin. Inulin yang tidak dicerna oleh tubuh dapat memperlambat proses mencerna. Sehingga membantu kita merasa kenyang lebih lama. Dan karena tak dicerna, maka tidak mempengaruhi jumlah gula darah. Maka susu bengkoang juga baik untuk penderita diabetes.

Tidak hanya itu, setelah bunda baca di salah satu forum online, inulin juga diindikasikan dapat mencegah osteoporosis. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa inulin mampu meningkatkan absorpsi dan deposisi kalsium pada tulang. Wow ternyata minum susu bengkoang banyak manfaatnya.

Sekarang Alfis, ayah dan bunda ketagihan susu bengkoang. Kalau perut berasa ga beres, atau berasa mau panas dalam, atau ngga enak tenggorokan, langsung buat susu bengkoang. Bengkoang di pasar per kilo sekitar Rp 7000 sampai Rp 8500. Lumayan bisa untuk tiga hari untuk tiga orang.

Meskipun agak repot, tapi bunda sudah memilih untuk mulai hidup sehat yang alami. Mengurangi bahkan mereduksi jajan dan makanan kemasan. Yuk kita parut bengkoang… (Kecuali ada yang mau ngasih food processor :p)

6 Komentar

Filed under kesehatan, Tanaman Obat & Herbal

6 responses to “Susu Bengkoang, Prebiotik Alami

  1. thx utk tipsnya nih🙂

  2. gak suka bengkoang😦

  3. apa nanti hasilnya bisa mirip dengan susu? kira-kira bisa dijadikan yoghurt tidak ya? terimakasih

  4. konstipasi apa artinya ya……makasih

  5. novi irawan

    apakah susu bengkuang ini sudah di produksi nasional??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s