Daily Archives: Oktober 5, 2010

Kepungan(!)

Kepungan(!)

Kepungan: berasal dari kata kepung. Kepungan di tulisan ini adalah istilah. Yang artinya adalah mengepung makanan. Alias makan-makan! Hehehe… Ini salah satu tradisi lokal di kampung ibuku. Lebaran kemarin ibu-ku menyelenggarakan acara tersebut. Tujuan utama adalah dalam rangka syukuran pernikahan kakak-ku. Sebetulnya mereka sudah menikah setahun lebih di Palembang. Dan belum sempat mengadakan “ngunduh mantu”. Maka di acara kepungan(!) inilah sang mantu diperkenalkan.

Kenapa harus Kepungan(!)?
Kepungan adalah acara sederhana untuk mensyukuri keragaman. Setiap orang dengan latar belakang berbeda, duduk bersama untuk bersyukur. Bersyukur terhadap beragam kenikmatan yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Termasuk beragam makanan… ๐Ÿ™‚

berdoa, bersyukur sebelum makan

Kepungan(!) menggunakan daun pisang sebagai piring utama. Semua nasi dan lauk pauk disajikan di atas daun pisang tersebut. Peserta kepungan(!) duduk lesehan, mengelilingi lembaran daun pisang nan panjang dan menyambung itu.

Acara kepungan(!) hari itu dimulai dengan tausyiah tentang rasa bersyukur. Kemudian berdo’a bersama. Tentunya juga doa mau makan. Setelah itu….. kepungan(!). Semua makan di atas daun pisang dan menggunakan tangan.

Lauknya adalah bebek mentok rica-rica, tempe mendoan khas Merden*, mie goreng dan urap sayur. Tak lupa peyek kacang dan teri. Semua lauk dimakan mendampingi nasi organik hangat hasil tanam sendiri. Hmmm enaaak…

Semakin nikmat karena makan ala kepungan(!) melihat teman, kerabat, dan tetangga makan dengan lahap! Lauk-pauk berkurang satu demi satu, nasi pun lama-lama habis. Padahal aku makannya dikit-dikit. Tapi karena melihat yang lain masih asik dengan makanan, jadi deh ikutan ngambil lagi, ngambil lagi. ๐Ÿ˜‰

waaaww om-nya Alfis sampe tandas ber-piring-piring lauk

Kepungan(!) memang seru(!). Seperti tanda seru(!) yang selalu mengikuti kepungan(!) di tulisan ini. Ramai, karena bisa sambil ngobrol santai. Asik, karena diselingi rebutan lauk. Dan sangat terasa kebersamaannya. Tidak ada batas. Dan yang paling penting: kalau ga habis, bisa bawa pulang bersama daunnya. Hihihihi.

Kita kepungan(!)blog yooook…

*Merden: Desa di daerah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah

19 Komentar

Filed under cerita keluarga