Libur Lebaran

ke sawah padi raksasa @ Merden

Alhamdulillaah, lebaran kemarin bisa balik ke Jawa. Senangnya. Banyak cerita di libur lebaran. Semoga punya cukup waktu untuk membacanya yaaa🙂

Lebaran kali ini special edition. Mudik bareng kakak dan kakak ipar-ku yang lebaran kemarin ga bisa pulang ke Jawa. Seneng banget deh bisa full team satu keluarga. Kami berenam termasuk Alfis, mudik bareng ke Merden, Banjarnegara. Nyewa mobil untuk ngedrop sampe rumah eyangnya Alfis.

Kami berangkat H-4, selepas Isya. Alfis gumbiro banget selama perjalanan. Selama ini Alfis memang seneng banget lihat mobil di jalan atau di tol. Pasti deh dia tunjuk-tunjuk mobil-mobil bagus. Akhirnya kemaren kesampean deh naik mobil Avanza baru. Meski bukan mobil sendiri (Hihihi…).

Pagi hari kami sudah sampai. Alfis langsung lengket sama nenek-nya. Dia langsung bergabung dengan pekerja yang sedang merontokkan padi. Lupa deh Alfis sama bundanya. Tapi siangnya masih inget ngempong. Mungkin karena masih cape. Malamnya, aku memutuskan untuk menyapih Alfis. Woro-woro ke semua penghuni rumah kalau Alfis mau disapih. Okee program menyapih dimulai. Ceritanya disini.

Selain program menyapih, misi lebaran kali ini adalah mengenalkan budhe-nya Alfis ke keluarga besar Bantul dan Merden. Setelah sholat ied, kami silaturahmi ke sesepuh-sesepuh dan famili di Merden. Serta ke purwonegoro, rumah kakak tertua ibu-ku. Malamnya, kami menuju Bantul. Kali ini pinjem mobil sepupuku. Suzuki Carry. Mobilnya memang kurang oke kondisinya. Alfis tahu itu. Dia ternyata udah bisa membedakan mobil bagus dan tidak. Mobil baru dan lama. Hihihihi.

Naik andong di Yogya

Setelah sampai di Bantul, kami bermalam dulu di rumah uyut-nya Alfis. Paginya muter, silaturahim seputar Yogya. Selain silaturahim, kepenginnya juga jalan-jalan di Yogya. Tapi ternyata waktunya ga memungkinkan. Kami hanya sempet jalan dan belanja di Malioboro aja. Lumayanlah Alfis sempet naik andong. Sempet juga makan soto di Yogya. Umm namanya lupa. Sotonya enak.

Selepas Isya, kami meluncur ke Kebumen. Ke rumah mertua-ku. Karena hari sudah malam, rombongan eyang-nya Alfis langsung balik ke Merden. Sementara Alfis bermalam di Kebumen. Kebumen-Merden via waduk Sempor biasanya sih setengah sampai satu jam.

Besoknya, Alfis menuju Merden lagi naik motornya mbah Gito. Karena ada undangan nikahan sepupuku di Merden. Sepupu satu buyut. Semua famili satu buyut ngumpul jadi satu disitu. Berhubung berangkatnya rada telat, jadi ga ketemu semua deh.

Kepungan!!

Hari berikutnya di rumah eyang Merden ada tasyakuran. Dalam rangka mengenalkan istri-nya kakakku sekaligus 1 tahun pernikahan mereka. Model tasyakurannya: Kepungan! Makan lesehan, dia daun pisang yang lebar, terus dikepung!!

Setelah dzuhur, Alfis balik lagi ke Kebumen. Naik motor. Sayangnya cuaca di tengah jalan tidak mendukung. HUJAN! Jadi deh kita mojok dulu. Begitu rintik-rintik, jalan lagi. Mau ga mau harus terabas. Karena jalan di waduk sempor berliku dan naik-turun. Alhamdulillah Alfis tidur. Jadi dia ga berontak dibalik mantel hujan. Baru minggir lagi setelah tanjakan terakhir. Pas hujan deres lagi. Kami sampai di Kebumen setelah Ashar, saat hujan rintik. Pengalaman deh mudik pake motor hujan-hujanan. Alhamdulillaah jarak deket, meski jalan naik-turun dan berliku.

Foto-foto setelah merayakan ultah...aaaaaa!!!

Di Kebumen, Alfis berenang dan merayakan ultahnya yang ke-2. Mbah-nya seneng banget. Kakak sepupunya, mas Hanif juga seneng. Dapet buanyak hadiah. Alfis masih belum ngerti. Tapi mas Hanif udah ngerti banget. Hihihihi. Ada mainan, makanan, sandal, baju, wadah makan-minum. Mainan untuk mas Hanif, lain-lainnya untuk Alfis.

Akhirnya, kami harus kembali lagi ke Jakarta. Naik kereta malam. Alhamdulillaah ga penuh. Ga ada tiket berdiri. Alfis sempet bingung saat mau pulang ke Jakarta. Kok mas Hanif ga ikut. Dadahnya juga dadah biasa seperti mau jalan-jalan biasa.

Sepuluh hari waktu yang lama untuk libur lebaran. Alfis pun terbiasa dengan banyak saudara. Ketika kembali ke rutinitas, dia harus adaptasi kembali jadi Alfis yang mandiri. Hanya ditemani Ayah-Bunda. Ga apa-apa ya sayang, tandanya Alfis dah besar. *hiks*

14 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, cerita keluarga

14 responses to “Libur Lebaran

  1. yg namanya mudik n kumpul2 keluarga, emang seru deh. Selamat Ultah yah buat Alfis, semga jadi anak sholeh, pintar, cerdas, dan bikin bangga Ayah-bunda ya🙂

  2. Assalamua’laikum mbak, sebelumnya syukron tlah berkunjung ke blog saya, semoga terjalin ukhuwah yang kuat amin. Berkumpul dengan keluarga selalu membahagiakan n selalu bikin rindu…buat adik alfis barakallah ya atas miladnya yg ke 2 semoga menjadi anak yang sholeh, sehat dan cerdas, amin…

  3. Acara mudik dan ketemuan keluarga besar saat lebaran emang selalu seru…

    pssttt…ngomong2..nyapih Alfis berapa lama nih?
    rewel gak ya?

    Anak bungsu ku…ampuuuuun deh…nge gantung melulu…kalo mau bepergian ribet nya minta ampun..
    *lho kok jadi curhat?*

  4. Waaa…seru tuh yang kepungan. Sayang fotonya kurang besar hihihi

  5. wah seru banged mudixnya….. he he he salam kenal juga yah….

  6. menarik sekali dech ceritanya….
    jadi cape dech bacanya😀 hehehe…

  7. wew suaminya asal kebumen ya….saya juga dari kebumen..

    salam kenal mbak…pertamax kesini…

  8. wie..kepungan…asik banget..kok gambar alfis ikut kepungan gak ada? dah syok dluan ya lihat om-om dan tante2nya..hahaha…

    mbak mau dong foto agak gedenya dikirim ke emailku suci_dh@jurnas.com…kebetulan aku wartawan koran, kayaknya asik tuh ditulis untuk rubrik wisata atau kuliner tradisional..ceritanya kusadur dari sini aja..boleh gak?

  9. Ping-balik: Kepungan(!) « it's my family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s