Menyapih (Episode 3)

di rumah mbah bersama mas hanif

Menyapih kali ini dilakukan saat mudik. Kebetulan, semua anggota keluarga eyang uti nya Alfis ngumpul semua. Termasuk pakde-bude-nya Alfis yang dari Bintan juga pulkam. Kali ini proses menyapih benar-benar distop menyusu seharian. Bukan dikurangi frekuensi menyusu. Seperti di proses sebelumnya.

Episode menyapih sebelumnya, aku mencoba mengurangi frekuensi menyusu. Tapi kadang sering jebol juga. Karena tidak tahan denger rengekan alf kalau minta ASI. Kalau sudah ngempeng, bisa satu jam lamanya. Bahkan dua jam. Padahal sepertinya ASI-ku sudah tinggal sedikit.

Hari pertama menyapih, dimulai malam hari. Karena paginya Alfis masih jetlag. Setelah perjalanan jauh Jakarta-Merden. Malam pertama, alfis nangis kuenceng dan ga berhenti. Karena tidurnya dipisah dari ibunya. Akhirnya setelah hampir satu jam nangis, aku ga tahan denger tangisannya. Aku gendong Alfis, lalu dituturi.

Apa itu dituturi? Dinasehati, dibilangin baik-baik, kalau Alfis sudah nggak boleh mimik bunda lagi. Misalnya: “alfis sudah gede, sudah dua tahun, sudah pinter lari, dsb…dsb.. Jadi ga mimik bunda. Alfis minum pake gelas. Seperti ayah, bunda, om, dkk”
Kata “minum” ditekankan. Untuk membuat dia lupa dengan kata “mimik” yang berarti nyusu ASI.

Suara bunda yang sedang mengoceh cukup membuat dia tenang. Sambil dielus-elus punggung, perut, atau tangan, kaki. Malam pertama, berhasil dilalui tanpa nyusu. Syaratnya, tidur harus dengan bundanya.

Paginya, Alfis masih inget. Tapi buru-buru diajak jalan-jalan ke sawah. Jadi deh dia lupa. Siangnya, Alfis tertidur karena cape. Dua malam selanjutnya, Alfis masih ingat nyusu kalau ngantuk. Alhamdulillah bunda berhasil mengalihkan dengan cara didongengi atau dinasehati. Selama dia belum tidur, harus terus ngomong. Apapun.

Kalau dia mulai ingat, dialihkan oleh cerita “cicak” atau “tikus” sambil menunjuk dinding atau langit-langit.

Cara lain mengalihkan perhatian yakni: naik motor atau jalan-jalan. Khususnya siang hari saat ngantuk. Saat malam, cukup diceramahi, dicereweti. Khususnya diceramahi oleh bundanya.

Pas hari lebaran, Alfis mulai lupa karena seharian diajak jalan-jalan silaturahim ke Yogya. Ke rumah mbah uyutnya. Sempet inget juga waktu siang-siang di jalan. Panas pula. Syukurlah ada pisang sebagai pengalih perhatian. Akhirnya Alfis tertidur juga setelah makan tiga pisang raja nan besarr.

Hari selanjutnya, Alfis kembali adaptasi di Kebumen. Syukurlah adaptasinya hanya semalam. Mungkin karena jetlag juga setelah seharian jalan-jalan di Yogya.

Sampai tulisan ini diposting, Alfis disapih selama 15 hari. Malam kemarin dia masih inget saat mau tidur. Tapi cukup diomong: “Malu”. Trus ga jadi minta deh.

Kalau kata mertua, anak masih akan ingat nyusu kurang lebih selama sebulan. Mungkin setidaknya sampai anak itu menyapih dirinya sendiri. Alfis sampai sekarang masih “biyungen”. Maksudnya masih harus ada bunda-nya kalau main. Kecuali kalau ada ayahnya, dia mau main sama ayahnya. Bagusnya, dia jadi ga berani keluar kalau ga ada bundanya.

Sampai saat ini, Alfis kalo tidur masih butuh “tombol” di lengan bunda. Apalagi saat mau tidur siang. Kalau tidur malam sih udah jarang-jarang. Malam ini, Alfis tidur sendiri.

Bersyukur, bisa menyapih Alfis dengan perlahan dan tanpa harus mengoleskan pahitan atau semacamnya di puting. Dan benar-benar di saat yang tepat. Saat Alfis berulang tahun yang ke-2. Tanggal 17 September yang lalu.

Sepertinya aku yang akan merindukan masa-masa menyusui, bukan alfis…🙂

5 Komentar

Filed under alfis, Menyapih

5 responses to “Menyapih (Episode 3)

  1. irmathea

    aku juga ngebayangin wi, kalo dah disapih aku bakal merindukan masa2 menyusui, menurutku menyusui itu menyenangkan soalnya kdg rara suka tersenyum kalo lg menyusui, best moment bgt lah..

  2. baru kerasa sekarang nih Ma… merindukan menyusui…

  3. Happy belated birthday Alfis,semoga nambah pinter ‘n sehat slalu yaaa:)

  4. Ping-balik: Libur Lebaran « it's my family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s