Muntaber Pada Batita

Subhanallaah…
Alfis sakit lagi, setelah sebulan program penggemukan.

Kalo kata orangtua, mau pinter. Hehe orang tua mana yang ga mau anaknya pinter. Apalagi klo pinter matematikia, fisika, kimia. Hihihi…

Tidak seperti biasanya, setelah mandi pagi Alfis muntah-muntah. Banyak banget pula. Sepertinya semua isi perut dikeluarkan. Setelah dipijit badannya pake minyak telon, Alfis muntah lagi. Pikirku, alfis masuk angin. Karena malem sebelumnya dia tidur pake kipas angin. Langkah selanjutnya, Alfis pake baju anget.

Ndilalah, Alfis muntah lagi. Makan tempe, muntah. Makan nasi, muntah. Minum susu coklat, muntah juga. Karena khawatir, akhirnya Alfis kubawa ke dokter. Di dokter alfis dikasi obat anti muntah dan puyer.

Alhasil alfis jadi ga doyan makan. Dia hanya doyan ASI, air putih, dan susu. Sebetulnya sih bagus. Dasar ibu-ibu, aku ikutan panik. Padahal mungkin perutnya itu lagi bereaksi terhadap bakteri2 jahat. Mau dikeluarin semua penyakit yang ada di perut.

Malamnya, Alfis panas hingga 38,6 derajat celcius. Paginya, panas belum turun dari 38. Padahal udah dikasi parasetamol. Siangnya, Alfis masih panas. Karena demam belum turun juga, Alfis berobat lagi ke dokter yang lain. Minta obat penurun panas yang lain. Parasetamol juga, tapi dosis lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Lagi-lagi, aku sempet panik saat alfis pup-nya cair dan pucet. Padahal dia pup hanya sekali aja. Ga sampe berkali-kali. Saat itu, Alfis masih suka muntah. Meski hanya sedikit. Dan badannya masih hangat. Ditambah, berat badan turun 2 kg dalam waktu sehari. Akhirnya aku googling.

Hasilnya? Ternyata reaksi muntah dan mencret adalah alami. Tubuh sedang melawan penyakit yang masuk dalam tubuh. Ia mengeluarkan segala jenis racun dan bakteri merugikan yang masuk dalam perut. Satu-satunya yang harus diperhatikan adalah asupan cairan. Agar tubuh tidak sampai dehidrasi. Alfis memang tidak doyan makan, tapi dia doyan ASI, susu, dan air putih. Setidaknya itu sedikit melegakan.

Obat dari dokter masih aku berikan. Dan kalau panas, aku beri obat penurun panasnya. Tapi kalau tidak panas, tidak kuberikan. Obat antibiotiknya tetap kuberikan. Karena sedari awal sudah dikonsumsi Alfis. Meskipun, katanya, kalo antibiotik itu tidak diperlukan. Toh bakteri2 dalam perut itu dikeluarkan melalui muntah dan feses yang cair.

Saat ini, Alfis mulai membaik. Dia sudah mau makan. Sudah mulai beraktifitas. Sebelumnya, ia lemas dan tidak ada gairah untuk bermain. Bahkan hampir setiap saat ia hanya ingin digendong atau tidur2an di kasur. Bukan Alfis banget deh.

setelah sakit, foto-foto...

Meskipun Alfis kini belum sepenuhnya fit, tapi dia sedikit-sedikit sudah mulai beraktifitas. Mulai ada keceriaan, meski manjanya masih banyak. BAB-nya juga sudah lumayan ada ampasnya meski teksturnya cair. Semoga Alfis cepet pulih, dan berat badannya dapat kembali seperti semula. Aamiiin.

Pelajaran untukku:
1. Jangan panik saat bayi atw balita muntah.
2. Berikan banyak cairan saat muntah atau mencret. Atau mencret disertai muntah.
3. Perhatikan asupan dan kebersihan makanan.
4. Konsultasi ke dokter jika muntah atw berak berlebihan, dan anak sudah tidak mau minum.
5. ASI adalah makanan sekaligus minuman paling aman. Bunda harus menjaga asupan makanan agar ASI gizinya terjaga.
6. Sepertinya aku harus beli buku SOP kesehatan anak &keluarga.. ^^

1 Komentar

Filed under kesehatan

One response to “Muntaber Pada Batita

  1. Berapa hari bund Afis sembuh dari mencret dan muntahnya? Anak sy 1th sdh 3hr lom sembuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s