Dideteksi Kena Bakteri Salmonella

Tanggal 25 Februari yang lalu, Alfis harus “nginep” di RS. Sebabnya, Alfis dideteksi terinfeksi bakteri Salmonella.

Gejala awalnya, demam biasa. Ditambah pilek dan batuk. Aku pikir, memang serangan virus flu biasa.

Hari pertama, panasnya 38,5. Seperti biasa aku kasih Tempra. Paginya, panasnya lumayan turun. Dan dia masih dengan aktifnya bermain. Sore, dia masih mau makan bubur ayam. Tapi setelah makan, tumben2nya dia minta tidur. Padahal masih pukul 5 sore. Saat tidur itulah panasnya meninggi lagi.

Hari kedua, Alfis masih anget juga. Dan dia udah mulai ga selera makan. Panasnya ketika malam hingga 38,9 Celcius. Aku mulai khawatir. Karena Ayahnya Alfis masih di Bangkok. Aku memutuskan untuk ke dokter.

Ketika diperiksa dokter, diagnosa sementara hanya penyakit ISPA dan tenggorokannya radang. Alfis diresepkan obat penurun panas paracetamol dan obat batuk-pilek. Tapi dokternya udah ngasih surat untuk ke Lab kalau masih panas dua hari lagi.

Dua hari kemudian, Alfis masih panas juga. Suhu tubuhnya tidak pernah turun dari 38 derajat Celcius. Akhirnya kita ke RS untuk ambil darah di Lab. Sebelumnya, udah daftar ke dokter anak. Alhamdulillah, ayahnya udah pulang dari Thailand.

Setelah keluar hasil Labnya, ternyata di tubuh Alfis ada bakteri Salmonella. Kalo orang awam bilang, kena penyakit tipus. Aku dikasitau, kalo tipus itu tidak mungkin menyerang anak dibawah umur 2 tahun. Padahal Alfis baru 1,5 tahun. Jadi nama penyakitnya apa dong?

Terlepas dari nama penyakitnya, Alfis diputuskan untuk “menginap” di RS. Karena Alfis ga turun juga panasnya. Takut dia kejang di rumah. Itu alasan dokternya. Kalo alasan bundanya, karena dia belum mau makan dan minum air putih. Maunya cuma ASI ibunya aja.

Selain itu, pertimbangan lain kalo di rumah bundanya ga ada yang bantuin. Ayah kerja. Jadilah Alfis harus ngingep di RS dengan selang infus.

Habis 4 ampul infus selama 4 hari. Selama di RS, Alfis “perang” dengan suster. Dia sakit hati sama suster karena dipasangin “keran” infus.

Setiap kali ada suster, dia selalu nangis kejer. Sehingga selama dua hari di RS, dia ga bisa tidur tenang. Baru hari ketiga dia bisa istirahat. Meskipun masih belum berdamai dengan suster.

Hari kedua, Alfis sudah ga panas lagi. Sudah stabil temperatur tubuhnya. Setelah dapat antibiotik lewat selang infus.

Hari ke-empat Alfis baru mau makan banyak. Setelah aku request menu ke RS, dan konsultasi ke dokter. Karena Alfis ternyata tidak mau makan bubur saring. Maunya makan nasi tim.

Alfis juga ga doyan jus buatan RS. Dia maunya buah potong, atau pisang. Atau kalaupun jus dia mau yang dingin.

Akhirnya setelah selang infus dicopot, dia mulai agak ceria. Meskipun masih terlihat lesu. Karena dia masih harus menggunakan “keran” di tangannya.

Satu lagi yang masih menjadi masalah, Alfis belum BAB sejak masuk RS. Padahal udah 4 hari. Dokter memutuskan untuk memberikan obat lewat dubur. Sorenya setelah di”tembak” obat sama suster lewat dubur, Alfis akhirnya BAB.

Warna BAB-nya hitam pekat. Kata dokternya sih karena kelamaan di dalam jadi membusuk kotorannya. Teksturnya juga agak cair karena diberi obat supaya mudah keluar.

Hari kelima, Alfis sudah boleh pulang. Horaaayyy! Mudah-mudahan hanya sekali saja Alfis “nginep” di RS. Ga lagi-lagi deh. Kasian liat dia stress. Tapi hari terakhir, Alfis berdamai dengan suster dan dokter. Hihi. Semoga dia ga trauma dokter, suster, dan RS.

2 Komentar

Filed under kesehatan

2 responses to “Dideteksi Kena Bakteri Salmonella

  1. eeeee… ketemu di sini toh mas… heheheh piye kabare mas tri…. iki dian… :p ex kcm…. hehehhehe… senangnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s