Radang Tenggorokan

Seminggu yang lalu, Alfis demam. Diagnosa awal bunda, Alfis sekedar lelah. Karena hari Minggu sebelumnya, Alfis jalan-jalan dari pagi sampai malam.

Berangkat dari rumah pagi, menuju ke FX-Plaza. Nganterin Ayah liputan. Saat itu, Alfis sebetulnya udah muntah. Bunda kira, dia hanya kedinginan. AC di FX-plaza dingin banget (coz saat itu juga lagi hujan). Siangnya, Alfis ke senayan, niatnya mau lihat pameran ‘GreenFestival’-nya Kompas, MetroTV, dkk. Tak disangka tak dinyana… (halah) HUJAN! Deres banget lagi. Mana udah gitu, kain gendongan Alfis kotor kena muntahan. Ga bawa kain cadangan pula.

Ketika itu, Bunda udah merasa bersalah banget. Karena Alfis tidur ga diselimutin. Tidurnya pun di bawah, di mushola dadakan (tenda). Hujan deras pula. Alfis tidur dari siang jam dua-an sampai ashar. Berasa lapar, kita pun mau cari tempat makan yang nyaman. Yang hangat. Saat mau naik busway (harapannya bisa nyaman) ternyata penuh. Akhirnya cari arah busway yang sebaliknya (menuju blok M). Sampai di Blok M, udah sore banget. Harus solat Ashar dulu baru makan.

Setelah makan, langsung Maghrib di masjid baru di Pasaraya. Karena masjid-nya ada di lantai 5, kita sekalian mampir beli baju hangat untuk Alfis (karena kita ga bawa). Duh bener-bener minim persiapan. Karena niat awalnya memang ga lama-lama, maunya sih hanya sebentar. Dan tidak mengira akan hujan seharian.

Esoknya, Alfis demam. Bunda hanya beri T*mpr* untuk menurunkan panasnya. Karena bawang merah saja ga mempan. Tapi, sampai tiga hari demamnya tidak reda. Panasnya naik-turun. Tidak batuk. Tidak pilek. Susah makan. Lidahnya pucat, putih. Dan sering membuka-buka mulutnya seakan ingin muntah atau ada yang ingin dikeluarkan. Aaah ngerasa bersalah bunda. Penginnya bunda aja yang sakit. Kata dokter, Alfis kena radang tenggorokan.

Bunda searching, googling tentang radang tenggorokan. Ini dia nih hasilnya.

“Anak & Bayi bisa sangat sering terserang infeksi saluran napas atas,
termasuk radang tenggorokan dan ternyata sekitar 90% dari kasus radang
tenggorokan yang disertai hidung berair, demam, dan nyeri telinga
disebabkan oleh virus! Bakteri menjadi penyebab dari 10% kasus
sisanya. Karena hampir seluruh kasus disebabkan oleh virus, maka
antibiotik biasanya tidak diperlukan. Infeksi oleh virus (misalnya:
batuk-pilek, radang tenggorokan) sesungguhnya tidak bisa disembuhkan
dengan antibiotik. Infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya, tubuh
akan melawan dengan sistem kekebalan tubuh (imunitas). Penggunaan
antibiotik yang berlebihan justru akan merugikan karena akan membuat
anak menjadi resisten dan antibiotik menjadi tidak mempan untuk
melawan infeksi saat dibutuhkan.”

Beberapa link yang dijadikan rujukan:
http://www.mail-archive.com/dokter_umum@yahoogroups.com/msg05556.html
http://www.bayisehat.com/immunization-mainmenu-36/326-radang-tenggorokan.html
http://dranak.blogspot.com/2009/03/obat-radang-tenggorokan.html

Setelah membaca, menimbang, dan seterusnya… diputuskan bahwa Alfis memang tidak butuh Anti-biotik dari dokternya. Bunda hanya beri obat BP5-nya aja. Alhamdulillaah Alfis sekarang udah ga panas. Dan nafsu makannya mulai membaik. Tapi pencarian Bunda menemukan dokter anak yang anti AB dan asik diajak sharing masih berlanjut.

Inilah pengobatan alternatif/tradisional untuk radang tenggorokan yang diambil dari rujukan:

Gunakan minyak oles/usap/gosok yang mengandung bahan baku utama minyak
kelapa (cocos nucifera) atau biasa dikombinasikan pula dengan kayu
putih, cengkeh dll. Untuk bayi pilihlah yang tidak terlampau keras
atau tidak menyebabkan iritasi kulit.

Cara pemberian adalah dengan mengoleskan pada beberapa titik limfatik
diwaktu sebelum tidur.

Titik yang dioleskan adalah :
1. Dibalik kedua lutut
2. Dikedua ketiak
3. Dikedua pelipis
4. Dioles tipis dari kedua belakang daun telinga bawah (persis
ditempat biasanya lubang anting) sampai leher
5. Di dada atas dekat leher
Boleh juga ditambah pada lipatan paha, namun biasanya agak kerepotan
untuk bayi yang kerap menggunakan popok bayi (diapers) untuk buka
pasangnya.

Pengolesan minyak kelapa ini baik juga dilakukan dikala sehat sehingga
imunitas dan pertumbuhan bayi & anak yang lebih baik. Tips di atas juga dapat diaplikasikan pada orang dewasa.

Bunda jadi berpikir, untuk sedia minyak VCO (virgin coconut oil). Minta eyang-nya Alfis aahh…🙂
Eyang ‘kan rajin bikin VCO. Hehehe.

4 Komentar

Filed under kesehatan

4 responses to “Radang Tenggorokan

  1. Wah inpo nyang berguna. Wi klo pgi2, isi tasnya apa? Aq biasany bw ransel khusus bwt azki isinya 1 set baju (dr topi smpe kaos kaki), selimut,kresek,makanan,myk telon. Persis bw sample isi lemari dah!

  2. Wah, semoga Alfis segera sembuh…jadi prihatin..😦

  3. menujucintanya

    Ooh, jadi radang tenggorokan bisa pake VCO aka minyak leutik ya?
    Kemaren waktu Gaza demam karena radang tenggorokan, sama mbahnya dikasih ramuan bawang+asem dan parutan timun.. jangan ditanya baunya.. hmm..udah kayak tumisan :p

    Makasih ya sharingnya..
    Harus sedia VCO nih.. soalnya Gaza kayaknya alergi parasetamol deh😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s