Bahasa oh Bahasa…

Sedikit mau cerita. Berdasarkan hasil ‘nguping’ tetangga belakang rumah. (oops ga baik lho…)

Sebut aja, mama Iwan. Siang itu, aku lagi di dapur. Ga sengaja denger Mama Iwan lagi bantuin anaknya bikin PR. Mungkin lebih tepatnya, yang bikin PR mamanya.

Si Iwan ini, ditugaskan gurunya untuk cari peribahasa yang terdiri atas 10 kata.

Ketika itu, ada suara mama Iwan, Iwan, papanya Iwan, mama Kiki, dan tantenya Iwan. Semua berkontribusi ngerjain PR Iwan yang dirasa cukup bikin bingung ibu-ibu murid SD.

Kira-kira gini nih skenarionya:

Iwan : Ma, apaan nih peribahasa. Harus 10 kata.
Mama Iwan lalu bertanya pada mama Kiki.

Mama Kiki: Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
Mama Iwan: iya tuh. tulis! ‘berat sama di-pikul, ringan sama di-jinjing’
(maksudnya, si Iwan ini disuruh nulis ‘dipikul’ yakni ‘di pikul’. Awalan ‘-di’ dipisah. Padahal itu satu kata, disambung.)
Mama Iwan: ‘-di’ itu satu kata Wan, dipisah aja.

Iwan: Apalagi?

Tante: Gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan gading

Papa Iwan (dari jauh): bukan macan, harimau.

Tante: eh iya, harimau.

Iwan: trus apa artinya?

Mama Kiki: Orang baik meninggalkan nama baik.

Iwan: Apalagi?

Omnya Iwan baru dateng: Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. ( ini agak beres)

Tiba-tiba Mama Kiki ngajarin Iwan.
mama Kiki: udah wan, kata-kata yang panjang itu kan terdiri dari beberapa kata. Misalnya ‘meninggalkan’ itu kan tiga kata. me-, tinggal, -kan. Jadinya kan lebih dari 10 kata.

Mama Kiki: tulis aja, pekerjaan yang berat jika dipikul bersama lebih ringan.

Skenario di atas, gambaran betapa susahnya aturan grammar bahasa Indonesia. Sampe-sampe emak-emak juga ngajarin salah. Karena dulu ngertinya juga salah. Jadi, anaknya diajarin yang salah juga. OMG. Grammar emang susah ya?

Bahasa oh bahasa. Ngomong-ngomong, bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai EYD mungkin memang sukar diterapkan. Karena kita biasa menggunakan bahasa sehari-hari. Termasuk tulisan-tulisan di blog ini. Menggunakan ‘bahasa gaul nan tidak EYD sama sekali’.

I wonder… apa mungkin orang-orang di Inggris sana peduli dengan grammar? atau hampir-hampir sama dengan disini?

2 Komentar

Filed under Belajar dan Bermain

2 responses to “Bahasa oh Bahasa…

  1. perasaan orang diluar disiplin semua…mereka selalu mengikuti rule of their language…lihat aja di blog2 mereka…

  2. iya ya? wah salam kenal ya ajikinai… aku udah lihat blog-mu. keren.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s