Kontroversi Vaksin dari Enzim Babi

Membaca dari blog tetangga, mama Azki, ada kerabat yang tidak ingin memberikan imunisasi anaknya karena katanya, ada enzim babi di vaksin.

Opini saya, yang diharamkan dalam AlQuran adalah “makan daging babi”. Sudah tersurat. Selain itu, yang perlu dicari lagi informasinya adalah teknologi produksi vaksin tersebut.

Mungkin benar, membutuhkan enzim dari tubuh babi untuk perbanyakan vaksin. Tapi bisa jadi itu mungkin penelitian awal. Saat ini teknologi biokimia, mikrobiologi, sudah berkembang.

Bisa saja, enzim babi yang dimaksud disintesa. Maksudnya dibuat atau dihasilkan secara mikrobiologi dalam sel-sel mikroba. Sederhananya, enzim tersebut bukan benar-benar dari sel babi. Tapi hanya tiruannya saja.

Saya juga masih belum mencari info lebih lanjut mengenai proses produksi vaksin. Tetapi kalau memang iya enzim yang diambil adalah dari babi, harus dilihat juga apakah enzim itu memang ada dalam vaksinnya atau tidak. Siapa tahu hanya bertindak sebagai katalisator dalam proses produksi.

Tapi kalau memang ada enzim babi yang ditambahkan dalam vaksin, dan masih belum ada penggantinya, saya rasa itu sah saja demi kesehatan. Dan tak usah terlalu kaku-laahhh (mode on: cincai laahhh).

Kita kan memanfaatkan enzimnya si babi. Bukan makan daging babi. Kalau memang mau bukan dari babi, ya dikembangkan dong penelitiannya di Indonesia. Lagipula, kalau terlalu kaku, salah-salah bisa spt bani Isroil di surat AlBaqoroh. Tapi kalau untuk membahas yang satu itu, ga beraniii. Bukan ahlinyaaaa..

Tinggalkan komentar

Filed under kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s