Ayah Impor Virus Vietkong

Serem amat yaa?? Sebetulnya sih karena waktu ke Vietnam, ayah agak ga terlalu fit. Ketika pulang ke Jakarta, ngedrop deh. Akhirnya kena flu, dan agak radang tenggorokannya.

Awalnya ayah ga mau ke dokter. Cukup istirahat aja katanya. Karena Bunda khawatir, maka Bunda bikinkan segala menu-menu yang hangat. Harapannya ayah cepet sembuh.

Mulai dari sop daging yang banyak bawang dan mericanya. Kacang ijo dan beras merah yang banyak jahenya. Lalu minuman teh rosela, jahe-temulawak, sampe susu sapi murni. Semua udah dikonsumsi. Tapi kok belum sembuh juga.

Mungkin karena ayah sering pulang malem. Kondisinya belum juga fit. Waktu tidurnya kurang. Dan kalau bangun tidur tidak bisa seger.

Setelah bersikeras ga mau ke dokter, akhirnya rabu kemarin ayah menyerah. Bersama Alf dan bunda, ayah pergi ke dokter Nasrin Kodim. Dokter ini udah jadi langganan Bunda sejak Bunda masih kecil.

Ayah rada ngga percaya dengan tarifnya. Dokter Nasrin Kodim hanya mematok Rp 50.000, sudah dengan obatnya. Tapi memang segitu. Padahal dokter anak yang nanganin Alf tarifnya 90 ribu.

Ada juga sih dokter deket rumah. Tarifnya 80 ribu. Belum obat. Tapi ayah udah pernah dan ga cocok. Memang sih, kalo ke Nasrin Kodim jauh. Naik angkot dua kali dari rumah. Tapi kalo cocok? Ya dijabanin.

Ada ga ya, selain dokter puskesmas, yang masang tarif seperti Nasrin Kodim? Dia buka praktek mandiri lho. Bukan di puskesmas…

1 Komentar

Filed under flu

One response to “Ayah Impor Virus Vietkong

  1. Di Hermina, harga Vaksin 50ribu, jasa suntiknya 148ribu. bisa ngga kita kursus nyuntik? qiqiqiq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s