PERJUANGAN ASIX

Awalnya, sebelum aku melahirkan, yang namanya memberikan ASIX or ASI ekslusif itu mudah. Aku berpikir itu alamiah saja. Bahkan sampai detik-detik mau melahirkan aku pikir menyusui itu akan berjalan begitu saja. Ternyata tidak.

Justru ketika awal-awal melahirkan itulah tantangan yang sebenarnya. Ketika itu aku merasa ASI ku belum keluar atau lebih tepatnya belum produksi ASI. Karena aku berpikir kalau ASI itu sudah berproduksi, pasti sebagian akan keluar.

Padahal justru ASI yang pertama keluar itulah yang baik bagi bayi. Maka dari itu justru jangan sampai keluar sedikit pun kecuali kalau dipompa oleh si bayi. Kalau kita merasa payudara sudah kenceng dan berasa lebih berisi dari biasanya, itu berarti tubuh sudah memproduksi ASI.

Sayangnya pada saat itu informasiku kurang lengkap. Sebelum melahirkan aku lebih banyak mencari tahu info gimana caranya supaya melahirkan itu tidak berasa sakit dan persiapan-persiapan lain yang sama sekali tidak menyentuh tentang menyusui.

Aku pernah tahu tentang inisiasi menyusui dini atau IMD. Tapi itu pun terlewat. Aku lupa ngobrol dengan dokternya sebelum melahirkan.

Ketika itu putingku juga masih belum keluar. Masih masuk ke dalam. Padahal mungkin kalau aku lebih PD, puting itu pasti keluar ketika sudah di dalam mulut bayi. Sebetulnya jauh hari ibuku sudah wanti-wanti untuk memelihara payudara. Seperti dimassage dan dibersihkan tiap hari.

Aku sih sering melakukannya. Tapi saat itu aku terlalu menggampangkan. Jadi agak ngga serius mengerjakannya. Baru tahu akibatnya ketika melahirkan. Menyesal datangnya belakangan.

Tapi aku bersyukur punya ibu yang terus memberiku suport untuk memberikan ASI-ku. Tiga hari pertama di rumah sakit, bayiku masih diberikan campuran ASI dan sufor. Karena pada saat itu aku ga PD kalau ASI-ku sudah keluar.

Cara berpikirku salah. ASI tersebut pasti keluar kalau si kecil sudah mulai memompanya sendiri. So IMD itu juga merupakan awalan supaya ASI kita keluar. Jadi kalo ditanya “Bu, susunya udah keluar atau belum?” Bilang aja udah. Dan berpikirlah emang sudah berproduksi.

Kembali ke pengalamanku. Setelah Alf keluar dari RS itulah tantangan awal sebenarnya. Dia masih sering sekali menyusui. Dan aku mencoba untuk memberikan rutinitas menyusui yakni dua jam sekali.

Hari pertama (alias empat hari Alf) di rumah, aku mencoba untuk memberikan full ASI. Awalnya lancar-lancar aja. Ketika malam hari tiba, Alf sering sekali minta disusui. Beruntung aku punya ibu yang amat sangat mensuport fisik dan mentalku. So, ketika tengah malam harus bangun aku sudah siap mental.

Hari kedua, tantangan semakin berat putingku mulai berdara-darah. Ga hanya yang kiri yang kanan juga. Suamiku kalang kabut, dia sudah membelikan aku pelindung payudara di hari pertama supaya ga berdarah. Karena ngeri juga ngeliat putingku yang berdarah-darah.

Rasanya periiih bangettt. Apalagi ketika menyusui. Memang awalnya memakai pelindung payudara yang dari silikon itu membantu. Tapi sejenak kemudian Alf malas minum kalau aku pake silikon.

Mama bilang katanya ga apa-apa. Katanya emang lidahnya Alf masih keras. Ntar lama-lama juga sembuh sendiri. Justru akan sembuh kalau digunakan terus untuk menyusui. Air susunya yang akan menyembuhkan.

Mulailah diriku memasuki hari-hari dengan berdarah-darah (hiperbolis banget yak…). Aku mencoba untuk gantian kiri dan kanan. Ketika kiri berdarah, aku tetap ngasih yang kiri. Bergantian dengan yang kanan. Ketika kanan yang berdarah, aku juga tetep ngasih yang kanan.

Kalau hanya ngasih di satu sisi saja, nanti di sisi lain akan bengkak payudaranya. Kalau payudara sudah bengkak, justru sakitnya akan semakin bertambah. Awal-awal aku sering bengkak karena Alf sempet tidur agak lama ketika waktunya minum.

Alhasil payudaraku sering diurut mama. Karena kalau ngurut sendiri ngga bisa tega, saking sakitnya. Bener deh kalau ada ibu sendiri yang bisa suport memang lebih tenang dan lebih PD untuk menyusui.

Kembali ke puting berdarah, aku juga pernah dua-duanya berdarah. Karena sering kesusahan kalau pake pelindung payudara, akhirnya aku hajar aja. Biarlah sakit dan perih. Yang penting anakku enak menyusuinya.

Syukur Alhamdulillaah setelah seminggu semua lancar-lancar saja. Aku pun semakin mahir menyusui. Puting udah ga berdarah-darah dan ketarik-tarik Alf. Walaupun kadang Alf masih sering bergumam kalau lagi menyusui saking laparnya.

Oh iya, jangan lupa kalau setelah menyusui si bayi digendong berdiri di pudak supaya ASI masuk ke dalam lambungnya dan tidak sering muntah atau gumoh. Karena sistem pencernaannya masih belum sempurna. Walaupun ga masalah kalau dia sesekali muntah atau gumoh.

Kalau di bulan awal tantangan menyusui adalah sekitar teknik menyusui, puting tidak muncul, puting berdarah, dan bengkak payudara, maka di bulan-bulan akhir tantangannya adalah menunda memberi makanan padat atau makanan lainnya. Tidak juga memberi jus buah bahkan air putih.

Banyak orang tua jaman dulu yang sudah memberikan makanan selain ASI untuk bayi. Bahkan di umur sebulan! Hanya karena alasan si bayi rewel terus tiap siang dan malam.

Sering aku denger cerita kalo ibu-ibu itu memberikan makanan selain ASI atau MP-ASI (seperti puree pisang dan bubur susu) untuk bayinya yang belum berumur enam bulan karena si bayi sudah mainan ludah. Sudah ngeces. Atau karena rewel terus.

Dan mereka berargumen setelah diberikan MP-ASI, bayinya jadi tenang (karena kenyang), berat badannya nambah, ngga ngeces lagi, dsb. Memang sih, ini merupakan pilihan masing-masing ibu.

Kalau aku kok lebih percaya pada argumen ilmiah WHO dan IDAI ya? Pada prinsipnya adalah memberikan ASI EKSKLUSIF pada enam bulan pertama kehidupan bayi. Setelah itu baru memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Agar kekebalan tubuh si anak tetap terjaga (udah dikasih dari Maha pencipta lewat ibunya).

Rundown to solid feed…six weeks left…

9 Komentar

Filed under ASI eksklusif, Uncategorized

9 responses to “PERJUANGAN ASIX

  1. benarlah hadits Rasulullah, hormatilah ibumu, ibumu, ibumu. lalu ayahmu. (mode seurieus)

  2. gema

    Aduh..kok jadi ngeri ya Wi.. apalagi ntar aku ga da yg jagain atau support kecuali suami. Aku juga pny problem yg sama ma kamu, inverted nipple, dan dokter juga ngasih saran pake nipple shield kalo seandainya ntar putingnya masih masuk kedalam kalo dah ngelahirin. Subhanallah ya perjuangan buat jadi seorg ibu..
    Btw, kalo IMD itu mgk rada susah ya kalo putingnya msh masuk kedalam?

    • @ mba gema:
      ngga nakut2in lho… mungkin karena Alf cowo dan nyusunya kuat bangettt..
      ngobrol2 aja ama suami atau ikut kelas menyusui kalo perlu supaya banyak temennya. Dari sekarng udah mulai dimassage payudaranya n ditarik pelan2 putingnya. Jangan panik ya mba kalo putingnya blom keluar. Justru dengan semakin sering nyusuin, putingnya keluar sendiri…

      @ Laily: bener tuh Ly…

  3. aku dulu juga ga PD dengan asiku, jadi sempat ditambah formula pas hari-hari pertama, soalnya azkanya nangis terus kaya kelaparan, trus aku mikir asiku dah habis, padahal asi mah ga ada habisnya yah….emang kurang pengalaman sih. tapi alhamdulillah bisa sukses 6 bulan asi, dan mpasi pun sesuai jadwal. Sekarang pun azka masih asi + sedikit sufor pas ditinggal umminya ngantor, cuma umminya mulai males-malesan meres neh, tapi harus tetep SEMANGAT,🙂

  4. @ Mamih Okta: masih mending, daripada dikata2in, dadanya kecil..asinya dikit,,,,dadanya kecil…asinya dikit :p pengennya disambit saja orang itu

  5. @ Laily: dendam pribadi Ly??
    @ Umi Okta: hohoho… mari berjuang…

  6. @Mamih Okta: kalo dah meres, dibekukan, bisa jadi keju ga? heheh..emang susu kambing.

    @Dewi: ah ngga dendam kok..dendam kan dosa :p :p

  7. mama fakhri

    bunda alf,
    Sy jg lg masa menyusui mg 1, sy jg ga pd dgn asi saya. Payudara saya sudah penuh & keras tp kenapa koq belum lancar keluar asinya cuman netes2 sebentar udah gitu ga keluar lagi walaupun sudah saya urut…kenapa yah ? Akhirnya saya seling pake susu botol krn anakku nangis terus kelaparan….

    • @mama fakhri: mungkin, massagenya kurang keras. coba deh dimassage pake jempol ke arah puting. sebelumnya dioles dulu pake minyak supaya ga sakit. Terus, setelah dimassage jangan lupa dikompres pake air anget. baru deh nyusuin. mudah2an bisa keluar ASI-nya. Jangan lupa tetep pikiran positif kalau ASI kita itu banyak dan bisa keluar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s