Alf Meler Bunda…

Dua hari yang lalu Alf pilek. Suaranya bindeng. Terkadang suka keluar ingusnya dari hidung. Aku ga tau dia ketularan siapa. Mungkin kapan hari waktu diajak main keluar ada yang lagi sakit.

Tapi ga apa-apa. Alf ga rewel, juga tidak mengalami kesulitan bernafas. Samapai saat ini pun dia sepertinya hepi-hepi aja. Nafsu minum ASI-nya pun ga berkurang. Walaupun kalau siang dia agak susah tidur. Tapi kalau malam tidurnya nyenyak.

Setelah aku tahu tanda-tanda kalau Alfis pilek, aku langsung baluri badannya dengan parutan bawang merah dan minyak telon. Memang sih, kulitnya sensitif kalau dibaluri bawang merah. Karena itu aku gunakan seperlunya aja.

Selain dibaluri bawang merah, aku gunakan pupuk di ubun-ubunnya. Ini sih emang resep tradisional ala orang-orang zadul. Aku juga taunya dari ibuku.

Pupuk atau mpon-mpon, atau kalau kata ayahnya dibumboni. Hihi emangnya Alf masakan atau taneman apa ya? HUsh! Mpon-mpon tersebut terdiri dari satu siung bawang merah yang diparut, buah pala diparut sedikit aja, dan beberapa butir kemukus (bentuknya kecil-kecil kaya merica).

Baunya sih memang mirip banget bumbu. Ketiga bahan tersebut dicampur, lalu ditaro di atas ubun-ubun si kecil. Karena tangannya sudah sangat aktif, alhasil kemaren aku tutupi kepalanya pake topi. Supaya bertahan agak lama. Ya lumayan ada dua atau tiga jam bertahan. Itu juga karena terus aku awasi.

Kalau ngga diawasi mungkin cuma 15 menit aja. Tapi intinya sih, air dari mpon-mpon itu dapat menghangatkan. Dan bawang merah diyakini dapat menurunkan demam.

Sayangnya, di Indonesia itu penelitiannya belum lengkap. Seharusnya resep-resep tradisional seperti itu diteliti. Padahal bangsa ini kaya rempah-rempah berkhasiat.

Bangsa ini masih belum menghargai penelitian. Sekecil apapun penelitian, itu juga merupakan ilmu yang terkuak. Ah..kok jadi ngomongin bangsa sendiri sih??

Kembali ke rempah-rempah tradisional, aku pernah baca di beberapa artikel bahwa ibu menyusui ga boleh minum jamu. Nah kalau untuk artikel yang itu aku masih belum percaya seratus persen kebenarannya. Lha kalo jamu bikinan sendiri gimana?

Mungkin maksudnya jamu-jamu yang dijual bebas dan marak beredar dimana-mana jamu palsu kali ya? Kok pembahasannya jadi luas gini sih?

Kembali lagi ke mpon-mpon, resep tradisional itu lumayan membantu lho. Setidaknya hidung Alf ga perlu diuap-uapin. Karena lendirnya sudah keluar sendiri.

Sekarang sih Alf suaranya masih agak bindeng dikit. Ga apa-apa. Toh ini bagian dari proses bayi beradaptasi dengan lingkungannya.

2 Komentar

Filed under alfis

2 responses to “Alf Meler Bunda…

  1. jamu ibu menyusui? waktu aku di solo, disuruh minum jamu daun pepaya, gak jelas tuh efek buat asi. karena at the same time aku juga kebanyakan makan bayam dan sayuran lain. kalo nyari di toko spesialis jamu, akan diberi jamu khusus.sempet beli tapi ga diminum, karena jiper duluan sama rasa pahitnya, hihii..

    • kalo menurutku jamu itu buat nambah ingredient ASI. Karena apa yang kita makan, itu yang masuk ke ASI. Nah, jamu-jamuan yang dari bahan alami termasuk herbal itu kan punya beragam kandungan. Ya itulah yang masuk kedalam ASI. Maka dari itu kudu diteliti tuh… apa efeknya…sekalipun itu cuma sedikit…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s