Ada Apa dengan Bangsa ini?

Oh God! Ya Allah Yang Maha Besar!

Baru ini aku posting tulisan yang judulnya “agak berat”. Tadi Mpok Anah, mpok yang sering bantu-bantu mama dan aku dateng ke rumah. Dia bantu aku setrika di rumah. Hihi aku males nyetrika, cuciannya ampe se-gunung. Dia cerita, katanya di sekitar rumahnya baru ada anak kecil kelas dua SD diperkosa di kebon. Yang memperkosa udah kakek2. Si pelaku masih belum ketemu. Si anak dengan polosnya bilang ke ibunya kalau (maaf) kemaluannya dipaksa dimasuki alat vital si kakek. Na’udzubillaahi min dzalik. Amit-amit jabang bayi.

Sebetulnya aku mau melupakan cerita tersebut. Tapi tadi teringat, setelah membaca berita Dewi Persik dicekal menyanyi di kota Tangerang. Aku teringat dengan cerita mpok karena mungkin bisa jadi si kakek itu terangsang dengan beragam tayangan di TV termasuk goyang dangdut. Tidak menutup kemungkinan kan? Si kakek tidak dapat melakukannya dengan orang dewasa alhasil ia mempengaruhi anak2 yang masih polos. Hiiih jadi merinding. Aku sebenernya paling ga seneng dengan cerita kriminal yang merugikan anak2 kayak gini. Tiba-tiba aja aku mau cerita di sini.

Setiap kejadian memang ada sesuatu yang bisa dipelajari. Tapi kok ya setiap hari berita buruk selalu lebih banyak dariapada berita baik ya? Belum lagi berita-berita kenaikan harga, bencana alam, tawuran antar warga, antar mahasiswa, dan kejadian-kejadian lain yang semakin membuat miris. Hingga muncul pertanyaan ada apa dengan bangsa ini? Apakah yang menyerah lebih banyak daripada yang berusaha? Apakah yang meminta lebih banyak daripada yang memberi?

Ya Allah… beri kekuatan kepada bangsa ini untuk bangkit. Bangkit dari keterpurukan, bangkit dari sikap menuntut, bangkit dari sikap meminta, bangkit dari setiap keburukan yang ada. Menuju bangsa yang memiliki integritas, bangsa yang mampu memberikan yang terbaik dari dirinya, bangsa yang tahu bersyukur, bangsa yang terus konsisten bangkit menuju yang lebih baik.

Tulisan ini pun merupakan pengingat bagi diri sendiri, bahwa diri ini juga butuh inspirasi untuk bangkit menjadi seseorang yang selalu berusaha memberi (karena sudah diberikan banyak sekali oleh Yang Maha Kuasa) bagi orang lain, bangkit dari keburukan hati dan pikiran sendiri, bangkit dari keadaan yang menjebak, dan menjadi pribadi yang selalu bersyukur, Aamiin.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s