Gambar Alfis

Alfis menggambar kereta api sawunggalih tambahan ini di laptop ayah. Tapi belum ada yang lain jadi tunggu yang baru ya.

-Alfis-

 

Alfis menggambar ini menggunakan aplikasi ‘paint’ di laptop.

-bunda-

kereta api saung galing tambahan

Hasil karya Alfis di laptop ayah

 

Tinggalkan komentar

Filed under alfis

Taman Miniatur Kereta Api di Lembang, Bandung.

Hari Sabtu kemarin, Ayah Alfis mendadak ngajak berlibur ke Bandung. Padahal rencana awal bunda mau ke gramedia matraman.

Alfis langsung menyambut ajakan ayah. Dia sudah punya tempat yang ingin dikunjungi yaitu Taman Miniatur Kereta Api di Lembang. Alfis penggemar kereta api Indonesia. Ia pernah menonton berita tentang taman miniatur kereta api ini di TV.

Kami ke Bandung naik travel turun di Balubur Town Square. Lalu mampir makan siang dan sholat di salman. Karena sudah di Salman, kami melongok sebentar ke kampus ITB. Tadinya mau ke toko buku ITB, tapi lupa kalau itu hari sabtu. Tutup tokonya.

Tapi sempet foto sama si T-Rex pasar seni ITB.

Foto bareng t-rex

Foto bareng t-rex

Yuriya di depan t-rex

Yuriya di depan t-rex

Kemudian kami berempat naik angkot ke Ledeng (cicaheum-ledeng dari depan bonbin). Lanjut naik angkot ke Lembang (stasion-lembang). Taman Miniatur Kereta Api ini ada di Floating Market Lembang. Letaknya ada di balik hotel Grand Lembang.

Karena kami naik angkot, mobilnya muterin pasar lembang dulu baru lewat gang pintu masuk Floating Market. Ada plang besar menuju Floating Market. Kami sampai sana sudah Maghrib, jadi ga lihat berapa meter masuknya. Ternyata ga jauh.

Maghrib taman miniatur kereta api tidak beroperasi. Kami pun memutuskan menginap di Grand Hotel Lembang. Esoknya baru kembali lagi ke Floating Market.

Setelah sarapan di hotel, kami langsung check out dan menuju Floating Market. Ada beberapa wahana di Floating Market selain taman miniatur kereta api. Yang bunda lihat antara lain taman kelinci, taman burung, memberi makan bebek soang, dan floating market.

Tiket masuk Floating Market per orang 15 ribu. Bisa ditukarkan dengan welcome drink. Dan masuk wahana Taman Kereta Api bayar lagi 15 ribu per orang. Kami hanya masuk taman miniatur kereta api.

Taman miniatur ini buka pukul 9 pagi, kami pengunjung pertama, keretanya belum keluar saat kami berkunjung. Tapi kami sempat lihat ruang operatornya. Dan lihat beberapa jenis kereta api di dalam.

Alfis bersemangat sekali saat kereta pertama keluar, dia dan beberapa pengunjung kecil berlarian melihat kereta api mini mengitari rel. Yuriya juga tak kalah bersemangat jalan berusaha mengejar kakaknya.

 

IMG_0392

IMG_0394

IMG_0398

Liburan yang menyenangkan! Alfis puas, meski masih penasaran dimana bisa beli kereta api Indonesia. Di toko marchendise nya tidak ada kereta api Indonesia. Adanya kereta jepang dan kereta Thomas.

Untuk yang suka kereta api, liburan panjang kali ini bisa lho berkunjung ke taman miniatur kereta api di Lembang.

Selamat berlibur !

 

 

 

 

 

 

1 Komentar

Filed under aktivitas, cerita keluarga, Liburan

Sate goreng kambing

Kemarin memberanikan diri mengolah daging kambing. Kebetulan dapet daging dan tulangan. Terus dapet resep sate goreng ini dari mama.

IMG_0139.JPG

Bahan
* Daging kambing dipotong sesuai selera (sekira 300 gram)
* Parutan nanas secukupnya (untuk dibalurkan pada daging kambing)
* bawang merah 10 siung dipotong kasar
* bawang putih 4 siung dihaluskan dengan merica butir 1sdt.
* garam secukupnya
* tomat yang masih mengkel dipotong sesuai selera.
* minyak atau margarin untuk menumis

cara membuat
1. daging kambing dibalurkan parutan nanas. sisihkan
2. panaskan minyak/margarin kemudian tumis bawang merah yang dipotong kasar, lalu masukkan bumbu halus ( bawang putih dan merica)
3. masukkan daging kambing yang sudah dibalur nanas
4. aduk hingga daging matang.
5. masukkan tomat, aduk sebentar lalu matikan.

bisa dihidangkan dengan ditambah bawang merah goreng dan timun.

Alhamdulillaah laris manis, untung sempat mengabadikan fotonya yang masih di wajan.

tips:
>daging kambing jangan dicuci dengan air, bersihkan saja dengan tisu kertas.
>saat memasak tidak usah tambahkan air. air sudah berasal dari parutan nanas dan kaldu yang dikeluarkan daging kambing.
> bawang merah lebih banyak dari bawang putih

selamat mencoba

2 Komentar

Filed under resep

Project 2: Trainsformer

Ceritanya beberapa waktu yang lalu di sekolah Alfis mengadakan lomba fashion show. Temanya : busana/kostum daur ulang. Setelah berdiskusi dengan Alfis, dia kepengen kostum kereta api. Kereta api Indonesia. Tadinya Alfis kepengen gerbongnya argo dwipangga dan lokomotifnya. Tapi bunda nawar, gerbongnya bikin gerbong batik dan lokomotifnya yang jenis CC 203.

Saat itu bunda bingung mau seperti apa itu kostum kereta api. Karena bentuknya memanjang. Setelah browsing, tanya ayah, tanya om-nya Alfis, akhirnya ketemu dan kebayang mau dibikin apa. Kostum transformer yang bisa berubah jadi kereta api Indonesia.

Lalu bunda obrak-abrik barang bekas yang ada di rumah untuk membuat kostum Alfis. Bahan utamanya : kardus bekas. Belakangan ini bunda lagi seneng kardus bekas. Banyak yang bisa dilakukan dengan si kardus bekas. Salah satunya untuk membuat kostum Alfis di sekolah.

Selain kardus bekas, bunda menggunakan kalender bekas, kemasan deterjen, dan kertas origami yang ada di rumah. Alat-alat dan bahan lain : gunting, cutter, lakban bening, lem, dan karet elastis.

Kostum Alfis ini dibuat tidak menggunakan perhitungan atau desain. Trial and error. Karena itulah tidak ada dokumentasi langkah pembuatan kostum. Hanya ini gambar sebelum jadi kostum.

IMG-20140418-03116

Kardus sebelum jadi kostum

Untuk membawa kostumnya, bunda harus menenteng tas belanja yang besar sekaligus menggendong Yuriya. Adiknya Alfis (PR bunda, mengenalkan si adik di blog). Karena kami berempat ke sekolah naik motor.

Daaaan inilah TRAINSFORMER

Trainsformer

Trainsformer

Si Trainsformer versi bunda ini meraih juara dua lhoo…

2 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, cerita keluarga

Liburan (1) : Main ke Pasar Malam

Liburan sekolah ga selalu harus ke luar kota. Kebetulan liburan kali ini ayah Alfis lagi banyak training. Maka Alfis lebih banyak menghabiskan waktu liburan di dalam kota dan di dekat rumah.

Salah satu aktivitas liburan Alfis yakni, main di ke pasar malam. Hiburan rakyat yang murah meriah. Saat pertama kali Alfis main ke pasar malem, lapangannya becek. Sebab paginya hujan lebat.

Tapi ternyata Alfis antusias dengan hiburan murah meriah ini. Mainan yang dinaiki Alfis pertama kali adalah semacam komidi putar (eh.. namanya bener ga sih?). Semacam kuda-kudaan yang berputar. Gerakan memutarnya manual, digerakkan oleh tenaga manusia. Jumlah putarannya pun terserah si pemutarnya. Sekali naik lima ribu rupiah.

Naik komidi putar

Naik komidi putar

Permainan kedua adalah naik miniatur kereta api. Rangkaian kereta api kecil ini digerakkan oleh mesin kecil di tengah lintasan rel. Bahan bakarnya solar. Meski suara mesinnya berisik sekali, Alfis tidak merasa terganggu. Dia senang naik di kursi masinis. Cukup lima ribu rupiah juga untuk naik kereta kecil ini.

Alfis naik kereta kecil (sepur cilik)

Alfis naik kereta kecil (sepur cilik)

Dan permainan terakhir yang paling lama adalah memancing ikan-ikanan. Alfis sepertinya paling suka permainan ini. Bayar lima ribu rupiah dan anak-anak bebas mau memancing ikan-ikan plastik itu berapa lama atau berapa kali.

Alfis suka memancing "ikan"

Alfis suka memancing “ikan”

Tapi hari sudah mulai larut, Alfis harus istirahat. Meski lokasi pasar malam dekat dengan rumah, waktu bermain di pasar malam tetap dibatasi bunda. Malam berikutnya, saat ayah baru pulang kantor, Alfis mengajak ayahnya ke pasar malam lagi…:D

2 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, Belajar dan Bermain, Liburan

Project: Membuat Kostum Pembalap Mobil F1

Seminggu yang lalu, bunda ditelpon ibu gurunya Alfis. Katanya, Alfis diikutkan lomba bercerita cita-cita di sekolahnya. Syaratnya si anak menggunakan kostum yang sesusai cita-citanya.

Alfis mengenakan kostum balap Vettel

Alfis mengenakan kostum balap Vettel

Bunda dan ayah sudah tau Alfis mau bercerita apa. Sejak setahun yang lalu, Alfis bercita-cita menjadi pembalap mobil F1. Ketika itu dia sangat senang menonton balapan bergengsi itu bersama ayahnya setiap minggu. Hampir setiap ada siaran balapan formula di TV, Alfis selalu nonton. Dan ia selalu bertanya ke ayahnya. Dan Alfis pun jadi mengidolakan sang Juara dunia. Yakni Sebastian Vettel. Alfis sampai hafal detail warna mobil dan seragam tim Vettel.

Sebastian Vettel, Pembalap Formula 1 Idola Alfis.

Sebastian Vettel, Pembalap Formula 1 Idola Alfis.

Tapi kostum pembalap mobil formula jarang ada yang menjual/sewa (Apalagi kostum Vettel). Bunda sempat bertanya di twitter, kontak penyewaan kostum atau toko yang menjual kostum untuk anak-anak. Bunda mencoba menghubungi dua tempat yang direkomendasikan pengguna twitter.

1. ITC kuningan. Toko Teenie Weenie lantai 1 no.3 blok C1. Telp. 02157934528
2. House of cotumes di ITC Mangga Dua lt.2 B62-65. Telp. 0216017160 atau 99898798. FB Costumes House

Sayangnya ga ada kostum pembalap mobil formula. Apalagi kostumnya Vettel. Ayahnya Alfis ikutan googling cari-cari kostum pembalap formula. Sampai mencari ke website resmi tim vettel, Red Bull. Hasilnya nihil. Ayah sempat membuat plan B, Alfis menggunakan baju sepakbola dan bercerita mau menjadi pemain sepak bola. Tapi Alfis tidak mau.

Maka bunda dan ayah memutuskan untuk membuat sendiri kostumnya. Karena bunda masih mual-mual karena ngidam, maka ayah yang bertugas cari penjahit. Setelah cari-cari penjahit, ternyata ga ada penjahit yang sanggup jahit wearpak dalam waktu singkat. Rata-rata minta waktu 1-2 minggu.

Karena ga ada penjahit dekat sini yang sanggup, lalu bunda minta tolong eyangnya Alfis menjahit kostumnya Alfis. Eyang udah pasti bisa menjahit dalam waktu sehari. Tapi karena jauh, di Merden, baju harus dibawa kurir khusus.

Sementara baju Alfis dijahit eyang, Ayah memesan emblem di tukang bordir. Sebab ayah ga nemu emblem yang sesuai untuk kostum Alfis. Ayah pesan bordirnya di PGC (Pusat Grosir Cililitan). Sambil lewat ke kantor.

Akhirnya hari Jumat yang lalu, baju Alfis diantar pakde giman. Malamnya bunda  pasang emblem/bordiran yang sudah dipesan ayah. Dan Ayah berprakarya menempel helm Alfis dengan logo Red Bull menggunakan stiker.

Helm hasil prakarya Ayah dan Alfis.

Helm hasil prakarya Ayah dan Alfis.

Jadilah Alfis menggunakan kostum Vettel di Sabtu pagi.

Alfis dalam kostum pembalap Red Bull.

Alfis dalam kostum pembalap Red Bull.

Alfis pun siap bercerita tentang cita-citanya di depan juri. Bunda dan ayah mengira dia akan bercerita di depan teman-temannya. Ternyata malahan cerita di hadapan dua juri saja. Jadinya saat di panggung dia malu-malu gitu…

Alfis bersiap cerita tentang cita-citanya

Alfis bersiap cerita tentang cita-citanya

Dan ia pun bercerita dengan antusias tentang kostum dan cita-cita diantara teman-temannya…

Alfis sedang interaksi diantara teman-teman

Alfis sedang interaksi diantara teman-teman

2 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, tips dan trik

Buku: Totto-Chan, Gadis Cilik di Jendela

Baru mulai nulis di blog lagi. Postingan kali ini mau berbagi bacaan. Buku yang baru aja kubaca (lagi) sebetulnya buku lama. Jaman aku kuliah, buku ini  pernah best seller.

Pernah dengar Totto-chan? Ya… buku yang aku baca adalah cerita tentang serorang gadis kecil di Jepang yang bersekolah di bekas gerbong kereta.

Buku karya Tetsuko Kuroyanagi

Buku karya Tetsuko Kuroyanagi

Buku ini ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi, yakni si Totto-chan sendiri. Buku ini di Indonesia sudah masuk cetakan ke-12. Sementara di negaranya, di Jepang, buku ini jadi ‘buku wajib’ untuk mengajar di sekolah dasar.

Totto-chan adalah anak yang baik, hanya saja ia memiliki rasa ingin tahu yang besar. Hingga ia cukup merepotkan di sekolah lamanya. Dan ia pun harus dikeluarkan dari sekolah karena semua gurunya tidak bisa menangani kelakuan Totto-chan.

Mama Totto-chan bisa saja memarahi gadis kecil itu karena ia dikeluarkan dari sekolah lamanya. Namun mama memilih untuk merahasiakan hal tersebut hingga Totto-chan dewasa.

Mama beruntung menemukan sekolah Tomoe Gakuen. Sekolah yang menggunakan bekas gerbong kereta sebagai ruang kelas dan area sekolah dibatasi oleh beragam pepohonan tinggi, bukan dinding tinggi dan kaku.

Sekolah ini memfasilitasi beragam jenis karakter anak dan anak-anak disabilitas. Seperti salah satu teman Totto-chan yang polio.

Adalah Mr Sosaku Kobayashi, kepala sekolah sekaligus pendiri sekolah Tomoe Gakuen ini. Bagi murid-murid, kepala sekolah adalah orang dewasa yang sangat mereka sayangi.

Di Tomoe Gakuen,mereka memulai pelajaran sesuai dgn minat masing2.Ada yg memulai dgn bahasa,menggambar,fisika/ilmu alam, dll.

Membaca Buku Totto-Chan,kita spt mengalami sendiri sekolah di Tomoe Gakuen yg menyenangkan.Dan ikut merasakan serunya saat makan siang.

Kepala sekolah Kobayashi meminta orangtua untuk membekali anak dgn: ‘sesuatu dari pegunungan dan dari laut’.Jika ada anak di Tomoe Gakuen yg tdk membawa makanan dari laut atau dari pegunungan,istri Mr Kobayashi akan menambahkan lauk dari wajan laut atau gunung.

Tomoe Gakuen memiliki total 50 murid. Karena setiap makan siang mereka selalu bersama, kelas 1 – 6 semua saling kenal.Mereka saling membantu dan menghargai.

Di sekolah Tomoe Gakuen,waktu bebas lebih lama dibanding waktu belajar. Bahkan seminggu sekali mereka jalan2 ke kuil. Murid-murid tak pernah sadar mereka sedang belajar sesuatu.Karena mereka mempelajarinya sambil bermain.

Mr Kobayashi dapat membuat setiap anak didiknya merasa berharga, tidak dibedakan, percaya diri, baik, menghargai dan perhatian terhadap sesama apapun latar belakangnya.

Banyak sekali kegiatan sekolah Tomoe Gakuen yg jauh berbeda dari sekolah dasar di jaman itu. Mulai dr festival olahraga yg lucu,berkemah dalam aula,liburan musim panas di pantai, melihat gerbong baru, dan memasak bersama.

Kegiatan-kegiatan luar sekolah di Tomoe Gakuen mengajak para murid berbagi tugas, mandiri, saling tolong, kerjasama, dan punya inisiatif.

Saat berlibur bersama di pantai misalnya, semua anak memiliki tugas masing-masing. Setiap hari mereka bergantian ke pasar atau ke toko makanan dan mengambil ikan. Saat di pantai, mereka berkenalan dengan seorang nelayan yang sedang memperbaiki kapalnya. Mereka pun selalu melihat dan membantu pekerjaan si nelayan.

Membaca buku ini aku jadi memiliki bayangan seperti apa sekolah yang menyenangkan untuk anak-anak.

Di Tomoe Gakuen, setiap hari anak-anak selalu bersemangat pergi ke sekolah. Karena seperti tidak terjadwal, mereka setiap hari selalu menemukan hal menarik di sekolah.

Lalu aku pun melamunkan: seluruh sekolah dasar di Indonesia merombak kurikulumnya. Dan membebaskan murid belajar dari lingkungannya. Belajar mulai dari yang mereka senangi. Dan anak-anak pun belajar bertani dari petani langsung, belajar menangkap ikan dari nelayan, belajar melestarikan alam dan lautan dari mengamati dan bermain dengan alam.

Buku ini juga dapat dinikmati oleh anak-anak yang sudah dapat membaca. Karena gaya bercerita yang mengalir sederhana.

Rasanya, buku ini wajib dibaca oleh setiap ibu muda, pendidik, dan anak-anak. Agar kita semua dapat belajar dari Mr Kobayashi bagaimana menyenangkannya jadi anak-anak dan jadi diri sendiri…

Tinggalkan komentar

Filed under Rekomendasi Buku