You are currently browsing the monthly archive for Maret 2008.
Oh God! Ya Allah Yang Maha Besar!
Baru ini aku posting tulisan yang judulnya “agak berat”. Tadi Mpok Anah, mpok yang sering bantu-bantu mama dan aku dateng ke rumah. Dia bantu aku setrika di rumah. Hihi aku males nyetrika, cuciannya ampe se-gunung. Dia cerita, katanya di sekitar rumahnya baru ada anak kecil kelas dua SD diperkosa di kebon. Yang memperkosa udah kakek2. Si pelaku masih belum ketemu. Si anak dengan polosnya bilang ke ibunya kalau (maaf) kemaluannya dipaksa dimasuki alat vital si kakek. Na’udzubillaahi min dzalik. Amit-amit jabang bayi.
Sebetulnya aku mau melupakan cerita tersebut. Tapi tadi teringat, setelah membaca berita Dewi Persik dicekal menyanyi di kota Tangerang. Aku teringat dengan cerita mpok karena mungkin bisa jadi si kakek itu terangsang dengan beragam tayangan di TV termasuk goyang dangdut. Tidak menutup kemungkinan kan? Si kakek tidak dapat melakukannya dengan orang dewasa alhasil ia mempengaruhi anak2 yang masih polos. Hiiih jadi merinding. Aku sebenernya paling ga seneng dengan cerita kriminal yang merugikan anak2 kayak gini. Tiba-tiba aja aku mau cerita di sini.
Setiap kejadian memang ada sesuatu yang bisa dipelajari. Tapi kok ya setiap hari berita buruk selalu lebih banyak dariapada berita baik ya? Belum lagi berita-berita kenaikan harga, bencana alam, tawuran antar warga, antar mahasiswa, dan kejadian-kejadian lain yang semakin membuat miris. Hingga muncul pertanyaan ada apa dengan bangsa ini? Apakah yang menyerah lebih banyak daripada yang berusaha? Apakah yang meminta lebih banyak daripada yang memberi?
Ya Allah… beri kekuatan kepada bangsa ini untuk bangkit. Bangkit dari keterpurukan, bangkit dari sikap menuntut, bangkit dari sikap meminta, bangkit dari setiap keburukan yang ada. Menuju bangsa yang memiliki integritas, bangsa yang mampu memberikan yang terbaik dari dirinya, bangsa yang tahu bersyukur, bangsa yang terus konsisten bangkit menuju yang lebih baik.
Tulisan ini pun merupakan pengingat bagi diri sendiri, bahwa diri ini juga butuh inspirasi untuk bangkit menjadi seseorang yang selalu berusaha memberi (karena sudah diberikan banyak sekali oleh Yang Maha Kuasa) bagi orang lain, bangkit dari keburukan hati dan pikiran sendiri, bangkit dari keadaan yang menjebak, dan menjadi pribadi yang selalu bersyukur, Aamiin.
Aku tahu hari ini suamiku pasti akan pulang di atas jam sebelas malem lagi. Sebetulnya kalau mau menuruti emosi, sepertinya aku sudah ga sabar. Aku terlalu kangen suamiku. Entah karena bawaan bayi, atau memang aku yang ga ada temen di rumah. Sebetulnya aku pengin banget curhat ke suami, kalo aku saat ini sedang takut. Tapi pasti dia sekarang sedang bekerja dan ga bisa diganggu gugat.
Pertama, aku takut dengan kondisi janinku saat ni. Kalau saja aku punya pengetahuan bagaimana cara mengetahui kondisi janin di dalam perutku ini. Apakah ia baik-baik saja disana? Kalau saja ada alat yang dapat mendeteksi kondisi kehamilan secara praktis, mungkin aku sudah beli dari kemarin. Untuk tahu bagaimana kondisinya dari hari ke hari.
Hal yang membuatku takut dengan kondisi janinku adalah: beratku turun 1 kg. Aku ga tau, apa timbangannya yang salah atau memang beratku turun. Apakah normal kalo hanya turun 1 kg? Tapi kan seharusnya naik terus. Karena seharusnya massa yang ada di dalam janin akan terus bertambah kan? Ya Allah… mudah-mudahan memang ga ada apa-apa.
Kedua, aku masih takut juga dengan janinku.
Ketiga, aku takut aku tidak sabar.
Sisanya nanti aku bahas lagi deh setelah diedit.
Jakarta, Kompas – Penelitian yang dilakukan Amerika Serikat menyimpulkan, Enterobacter sakazakii termasuk dalam kategori bakteri patogen bersama bakteri Salmonela yang telah diketahui menyebabkan penyakit. Namun, Sidang Codex Alimentarius Commission pada Juni mendatang di Geneva, Swiss, baru akan memutuskan kategori Enterobacter sakazakii.
Melihat perkembangan ini, Deputi Akreditasi dan Penerapan Standar Badan Standardisasi Nasional (BSN) Sunarya mengatakan di Jakarta, Rabu (5/3), Indonesia sebagai anggota komisi tersebut harus memberikan perhatian pada keputusan itu.
Hal senada dikemukakan Roy Sparringa, Asisten Deputi Urusan Perkembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Standar Codex menjadi benchmark bagi penetapan standar nasional di Indonesia.
Jika sidang komisi Codex menetapkan Enterobacter sakazakii sebagai bakteri patogen, kata Sunarya, yang perlu dikembangkan adalah metode proses yang aman dan metode analisis tingkat keamanannya dalam hal ini susu formula untuk bayi.
Menurut Roy, pengesahan draf ”Code of Hygienic Practice for Powdered Formulae for Infant and Young Children”, Juni mendatang, masih merupakan tahap awal dari penetapan pada tingkat aplikasi keputusan tersebut.
Codex Alimentarius Commission dibentuk tahun 1963 oleh FAO dan WHO untuk mengembangkan standar makanan, panduan dan peraturan dengan tujuan untuk melindungi kesehatan konsumen. (YUN)
Hari ini aku dapet berita dari temenku yang akan melahirkan. Hmmm kira-kira udah belum ya? Tadi sore sih smsnya malam ini akan melahirkan karena tadi udah bukaan 1. Waahh gembiranya… mudah-mudahan bayi dan ibunya sehat walafiat.
Berita kelahiran merupakan berita gembira. Meskipun bukan anak sendiri yang lahir, tapi tetep merupakan berita gembira. Apalagi ibu dan anaknya sehat-sehat.
Ada satu kalimat dari Jalaludin Rumi (kalo ga salah):
Manusia dilahirkan memiliki sayap, tetapi ia lebih memilih berjalan merangkak
Menurutku, kalimat tersebut merupakan pengingat. Mengingatkan bahwa kita manusia memiliki kelebihan diri sebagai seorang khalifah. Itu adalah derajat tertinggi, namun manusia seringkali bertindak dan berperilaku lebih rendah dari derajatnya. Menuruti hawa nafsunya.
Padahal ketika lahir, kita memiliki segalanya. Bahkan kita masih suci, fitrah, merepresentasikan Kebesaran Allah SWT. Namun ketika beranjak dewasa, beberapa memudar. Lupa karena banyak hal, kesibukan, dunia. Sehingga kepakan sayap seolah tak ada lagi di dunia. Mmm sepertinya mirip dengan pribahasa:
Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat (bener ga sih? Bahasa Indonseia-ku nilainya pas-pasan)
Setidaknya itu menurutku. Ada yang punya pendapat lain?
Kkkk dapet resep Keripik Jamur… buat mamaku tercinta. Soale kalo aku yang masak, masih mual-mual. Bau minyak goreng aja mual.
Keripik Jamur
Sumber : Tabloid Nova No. 934-17 Januari 2006
Bahan:
500 gr jamur merang
225 gr tepung beras
50 ml air
500 ml minyak goreng
Haluskan:
6 siung bawang putih
1 sdm ketumbar
1 sdt garam
Cara membuat:
- Bersihkan jamur, cuci bersih, iris tipis, sisihkan.
- Campur bumbu halus dengan air, aduk rata, campur dengan jamur, ratakan, diamkan lebih kurang 20 menit sampai bumbu meresap.
- Tiriskan jamur berbumbu sambil agak diperas agar tidak terlalu basah. Balurkan jamur dengan tepung beras sampai rata, goreng sedikit-sedikit sampai matang dan kering.
Untuk 250 gr
Catatan: sebaiknya lauk kering sebelum disimpan dalam toples, dinginkan dahulu. Bila kurang kering panggang dalam oven dengan api kecil sampai kering.

Komentar Terakhir