Dawet Aloe Vera

Dawet Aloe Vera + Buah Naga

Belakangan ini cuaca terasa pengap di rumah. Sering banget gelap mau hujan, tapi panas lagi. Gelap tapi ga jadi hujan. Lalu panas lagi. Berasa ngga habis-habis keringet. Paling enak kalo lagi gerah gini bikin yang seger-seger. Di rumah, Aloe Vera atau lidah buaya yang gede-gede itu udah jadi salah satu stock wajib isi kulkas.

Setelah googling, manfaat Aloe Vera ternyata banyak banget. Salah satunya ada di link ini. Diabetes pun bisa diobati menggunakan Aloe Vera lho. Kata artikel disitu, yang sering digunakan sebagai herbal atau pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller.

Kutipan artikel di link tersebut, Aloe Vera mengandung 72 Zat yang dibutuhkan oleh tubuh antara lain: 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Zat golongan obat tersebut diantaranya: antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Si Aloe Vera ini jadi menu wajib untuk ayah. Sebab pencernaan-nya lagi bermasalah. Bunda dan Alfis ngikut makan juga. Kalau Alfis, masih tahap perkenalan. Dia agak “ngeri” dengan nama: lidah buaya. Mustinya di awal dikenalkan namanya: Aloe Vera . Hihihi… :)

Biasanya bunda bikin Aloe vera ini dikupas, potong-potong dadu, lalu direbus, dan ditambah gula batu. Kali ini bunda punya jeruk pontianak dan buah naga. Maka jadilah Dawet Aloe Vera + Buah Naga.

Bahan
Aloe Vera (yang besar-besar)
Perasan Air Jeruk Pontianak
Buah Naga
Gula Batu
Air untuk merebus

Cara Membuat
1. Aloe Vera dibuang durinya, dikupas, dipotong-potong dadu.
2. Rebus Aloe Vera dengan 3 gelas air. Setelah mendidih, tambahkan gula batu.
3. Kemudian dinginkan. Setelah dingin, tambahkan potongan buah naga dan perasan jeruk pontianak.
4. Sajikan

Suegeeeeerrr bangeet deh. Oh iya, kalau mau sehat dinginkan di suhu ruang aja yaaa…

1 Komentar

Filed under Organik, resep, Tanaman Obat & Herbal

Mie Ayam Wortel

Lagi seneng upload masakan di rumah. Belakangan kalo masak selalu berusaha habis di siang hari. Jadi malam hari menu-nya beda. Supaya makanan cepet habis dan ga mubazir. Karena baru hidup bertiga, dan suami jarang-jarang makan malam di rumah.

Maka resep sederhana dan simpel pengen dicoba. Termasuk Mie ayam wortel ini. Ini resep karangan sendiri. Memanfaatkan semua bahan yang ada di rumah.kebetulan Alfis lagi kepengen makan mie. Jadilah bunda beli mie keriting di minimarket.

Mie Ayam Wortel

Bahan
Mie keriting secukupnya, rebus dan tiriskan. Beri minyak sayur sedikit
Bawang merah diiris tipis
Bawang putih diiris tipis
Daun bawang diiris tipis
Seledri diiris tipis
Wortel potong-potong. Terserah mau potong model apa (Saya bukan orang yg perfect dlm hal estetika makanan. Tapi sering ditegur suami :p. Piisss ayaaah)

Bumbu:
Garam
Merica bubuk
Oregano kering
Jinten hitam
Minyak wijen
Minyak ayam (bekas menggoreng ayam bumbu kuning)

Pelengkap:
Ayam goreng bumbu kuning

Cara Membuat:
1. Sisihkan mie keriting yg udah direbus
2. Rebus Wortel, Daun bawang, bawang merah, bawang putih dalam air mendidih. Jika wortel sudah empuk, matikan kompor. Sisihkan. Ini untuk kuahnya.
3. Taruh sedikit garam, merica bubuk, oregano kering, jinten hitam bubuk, minyak ayam dan minyak wijen di mangkok saji.
4. Letakkan kuah wortel di mangkuk saji. Aduk-aduk.
5. Letakkan mie keriting yg sudah direbus.
6. Sajikan dengan ayam goreng dan seledri, bawang goreng kalau ada.

Voila! Jadilah mie ayam wortel (yang menurut saya) instan.

Bocoran yaaa rebusan bawang putih, bawang merah, dan daun bawang bisa mencegah flu atau masuk angin lho. Lebih ampuh lagi kalau mentah. Ketiga-nya diiris tipis, trus dikasih kecap. Seperti makan sambel kecap, tapi tanpa cabai.

1 Komentar

Filed under resep

Bus Kotak Sepatu

Bus Kotak Sepatu

Sesuai judulnya, ini adalah kreasi Alfis membuat bus dari kotak sepatu bekas (sebetulnya ga ada ide bikin judul hihihi). Kebetulan Alfis masih punya kertas warna-warni. Ini tulisan langsung ku upload atas request @edasutjipto. Tntu saja nunggu yang punya bus ini tidur dulu. :)

Alat/Bahan nya:
Gunting
Lem/Selotip (bunda lagi ga punya stok lem, jadi pake selotip)
Kertas warna
Krayon/pensil warna
kotak sepatu bekas (bisa juga gunakan kotak bekas yang lain)

Cara membuatnya?
Gampang banget. Sengaja dibuat semudah mungkin supaya Alfis bisa mebuat sendiri.
1. Pilih kertas warna untuk rodanya. LIpat jadi empat bagian.
2. Kemudian gambar lingkaran. Bunda membiarkan Alfis sendiri yang menggambar lingkarannya.
3. Gunting lingkaran tersebut. Ini juga melatih Alfis untuk menggunting sendiri.
4. Lakukan hal yang hapir sama untuk jendela, lampu, pintu, dsb. Tentu saja sesuai bentuk-nya yaaaa.
5. Tempel semua kertas warna sesuai tempatnya. Roda di bawah, lampu di depan dan belakang, jendela dan pintu di samping. Atau sesuai kreasi anak.

Jadi deeeh!

Bus punya Alfis :D

Penumpang bus Alfis: Angry Birds!

 

Alfis belajar:

  • bentuk
  • warna
  • menggunting
  • menempel
  • imajinasi
  • berkreasi

1 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, Belajar dan Bermain

Bekal Kuah

Bekal Kuah

Masih dalam rangka membuat bekal yang ‘ringan’ dicerna perut ayah Alfis. Bunda masak sop sayuran. Sayur semua, tanpa ayam dan daging. :)

  • Brokoli
  • Buncis
  • Jagung pipil
  • Wortel
  • Daun bawang
  • Seledri
  • Bawang goreng

bumbunya:

  • Bawang putih 3 siung
  • Merica 15 butir
  • Jinten hitam seujung sendok
  • Gula
  • Garam

Semua bumbu langsung masuk air mendidih tanpa ditumis dulu. Berturut-turut masuk: wortel, jagung pipil, buncis. Baru terakhir brokoli, daun bawang, seledri, dan bawang goreng.

Untuk karbohidratnya, bunda bawakan sereal kacang hijau + beras merah.

Kali ini buahnya bunda bawakan pisang untuk Ayah Alfis.

Selamat mencoba yaa.

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Bekal, resep

Bekal Rebusan

Bekal Rebusan

Ini bekal simpel banget  (atau karena males yak?) plus sehat. Tapi kurang warna-nya. Lain kali musti dikasih warna lain. Semoga.
Bekal ayah karena lagi sakit perut melilit. Supaya aman, bunda buatkan bekal rebusan ini. Bumbu dasarnya yakni bumbu bacem,

  • Daun salam yang banyak
  • Bawang merah yang banyak
  • Bawang putih 2 siung
  • Lengkuas
  • Gula merah
  • Garam

Semua bumbu diiris. Masukkan jadi satu dengan potongan tempe, tahu dan ayam.
Di resep ibu-ku alias eyangnya Alfis, dikasih daun bambu. Kata beliau,  untuk menetralisir anyir/zat kimia pada ayam pedaging (yang biasanya dikasih pakan pur dan disuntik obat).

Sayurnya? dikukus semua sembari bikin bacem. Huehehe ga mau rugi waktu alias males. Karena semua sayuran kebetulan dah dimakan, jadilah tersisa labu kukus disitu. Besok lagi kudu bikin sayuran yg agak banyak dan variatif.

Semogaaa :)

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Bekal, resep

Sereal Kacang Hijau + Beras Merah + Beras Cokelat.

Sudah pada tahu beras merah dan beras cokelat kan? Bagi yang belum tahu, beras cokelat adalah beras pecah kulit. Jenisnya adalah beras biasa. Namun tidak digiling dua kali. Kulit arinya dibiarkan tetap di berasnya.

Bunda dan Alfis belakangan rutin mengkonsumsi sereal ini. Selain untuk menambah dara, meningkatkan tekanan darah, menambah tenaga, vitamin, enzim dan masih banyak lagi kegunaannya.

Ini adalah alternatif cara memasak beras merah dan beras cokelat. selain dibuat nasi.

Bahan:
Kacang hijau organik
beras merah organik
beras cokelat organik
gula merah
garam
sereh digeprek secukupnya
kayu manis
jinten hitam seujung sendok

Cara membuat:
1. Kacang hijau, beras merah, dan beras cokelat dicuci (bilas secukupnya). Lalu direndam semalaman atau selama 4 jam
2. Rebus Kacang hijau, beras merah, beras cokelat, sereh, kayu manis, jinten hitam.
3. Setelah mendidih, kecilkan api dan tunggu hingga kacang hijau empuk.
4. Masukkan gula merah sisir dan garam sedikit. Setelah larut gula merahnya, matikan api. Hidangkan.

Kebetulan tadi siang ayah Alfis sempet sakit perut. Selain sereal ini, bunda berikan ayah: teh sukun dan sari labu. Cepet sembuh yaaa ayaaah. Terima kasih untuk eyang yang sudah mensupport menyuplai gula merah, kacang hijau, beras merah, dan beras cokelat organik.

4 Komentar

Filed under kesehatan, Organik, resep

Bekal: Tumis Pare dan Omelet jamur.

Bekal: Tumis Pare dan Omelet jamur.

Bekal ke kantor

Sedari dulu kepengen ngumpulin resep bekal yg praktis dan sehat. Alhamdulilllaah ini edisi perdana. Semoga bisa berlanjut ke bekal-bekal selanjutnya. Doakan semoga bisa konsisten membuat dan upload bekal kantor suami dan bekal sekolah anak. (Allohumma aamiin)

Bekal ini dibuat karena suami kepengen tumis pare.

1. Tumis Pare.
Bahan:
Pare 2 buah, buang bijinya, bersihkan dan rendam dengan air garam.
Bawang merah 4-5 siung
Bawang putih 2 siung
Lengkuas 1 cm
Daun salam
gula merah
garam
teri nasi/teri medan.

Cara membuat:
1. potong2 semua bahan (pare, bawang merah, bawang putih, gula merah)
2. tumis bawang merah, baeang putih, lengkuas, daun salam.
3. tambahkan sedikit air. Masukkan gula merah.
4. Masukkan pare, biarkan 1 menit. Lalu masukkan teri nasi. Aduk rata. Tambahkan garam, aduk kembali hingga rata.
5.  Hidangkan

2. Omelet Jamur
Bahan:
Telor bebek (bisa juga gunakan telor ayam)
Daun bawang
jamur kancing
garam
merica

Cara membuat:
1. Aduk-aduk semua bahan
2. Buat omelet atau dadar menggunakan sedikit minyak wijen.
3. hidangkan.

Di bekal tersebut saya tambahkan tahu putih goreng dam jinten hitam sebagai taburan di atas nasi. Jangan lupa tambahkan buah yaa. Andalan saya Apel dan Jeruk. Paling praktis.

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under resep, tips dan trik