Udah satu tahun…
Hari ini Alfis tepat satu tahun versi masehi. Kalo versi hijriah, udah kemaren tgl 17 ramadhan, tgl 6 sept kalo ga salah.

Ulang tahun pertama Alfis di rumah eyang, di Merden. Niatnya nanti mau ngundang anak-anak sekitar yang ikut ngaji untuk buka bersama di rumah. Kayaknya bakal rame nih. Alfis kan seneng banget kalo ada anak-anak.

Smoga bunda bisa tetap konsisten sabar untuk mendidik Alfis. Aamin. Lho kok bunda malah do’a untuk diri sendiri? heheh… Untuk Alfis, semoga jadi anak yang sholeh dan sehat terus aamiin.

Selamat Ulang Tahun dul! (Hihi masih gundul siy…)

Ps: laporan

Alfis udah masuk bulan ke-11. Waah sebentar lagi setahun. Ga kerasa, waktu cepet banget. Sepertinya baru kemaren aku melahirkan. Perkembangan Alfis udah banyak banget. Apalagi sejak bulan ke-10 kemaren.

Perkembangan motorik kasarnya, dia sudah sagant lihai merangkaknya. Bahkan sangat lihai. Beragam posisi merangkaknya. Kalau ikut lomba merangkak mungkin nomer satu. Cepet banget! Kemaren, waktu main ke tempat Pak Dokter, bunda kewalahan ngejar Alfis yang ngerangkaknya cepet banget. Ngejar temennya. Takut dia keinjek temennya yang pada lari-larian.

Selain merangkak, Alfis udah bisa berdiri sendiri dari posisi duduk. Semua sudut rumah udah dijamah. Kecuali satu ruangan yang emang sengaja dikunci. Karena banyak alat-alat pertukangan yang belom diberesin. Dan hampir semua lemari diacak-acak Alfis.

Meskipun udah bisa berdiri sendiri, Alfis ga dititah. Bunda dan Ayah sengaja ga “nitah” Alfis. Dibiarkan dengan sendirinya dia melangkah. Paling banter, saat dia berdiri, kita menjauh darinya satu-dua langkah supaya Alfis berusaha menggapai kaki orang tuanya. Atau kadang bunda susun kursi supaya dia melangkah dari satu kursi ke kursi lain. Bahkan kadang dia secara tidak sadar mendorong kursi tersebut beberapa langkah. Itu namanya udah bisa jalan belum ya?

Tapi tadi sore, aku baru melihat kalau dia sudah mulai lihai melangkah meskipun baru dua langkah. Awalnya, dia bermain sambil duduk. Lalu tiba-tiba dia berdiri sendiri tanpa pegangan dan berusaha untuk meraih meja yang letaknya lumayan jauh. WOW ternyata dia bisa! Hmmm besok kita lihat lagi apa perkembangannya.

Belajar motorik halus! Alfis sedang getol-getolnya melatih jemari tangannya. Yap! Dia makan dengan tangannya. Kalau disuapi, belum tentu mau. Dia harus mencobanya dulu sendiri. Baru setelah beberapa menit, dia mau disuapi. Tapi dengan syarat, dia juga makan sendiri dengan tangan atau sendoknya. Tiap waktunya makan, itu juga waktunya lantai dan semut ikut makan. HA HA!

Sosialisasinya juga tambah banyak. Dia sekarang kalau ada temannya, pasti langsung ngacir. Bundanya ga diwaro. Ga peduli. Pokoke Alfis main dengan teman-teman. Apalagi kalau ada barang yang menarik bagi Alfis, dengan senang hati dia mau dipeluk atau digendong orang lain. Hmmm yang ini agak mengerikan. Harus waspada bundanya.

Palagi yaaaa??? Oh iyaaaa sekarang perhatiannya ga cuma di darat tapi juga di langit. Dia lagi seneng dengan objek-objek yang terbang di angkasa. Misal, burung, layangan atau pesawat. Kalau lagi lihat langit, dia kadang mengangkat tangannya. Seperti gerakan menjentik ke atas. Hihi manggil burung kali maksudnya yaaa.

Dan sekarang, giginya sudah mau tambah dua lagi. Tadinya enam, sekarang mau delapan. Dan dia seneng tulang ayam sebagai theether. hwkwkwk… Soale, dibelikan theether yang bener ga mau. Ga disentuh sama sekali. Malahan barang-barang lain yang digigit-gigit. HP misalnya.

Alfis sekarang lagi batuk-batuk. Udah tiga minggu. Udah ke dokter sih kemaren. Dia turun 4 gram. Ah semoga besok bisa cepet lagi naiknya. AAMIINN. Ga enak liat dia kurus begitu. Kasian liat dia. Tiap kali batuk, muntah. Mudah-mudahan cepet sembuh. Kalo udah kaya gini, mending bunda yang batuk Alf.

Alhamdulillaah Alf perkembangannya baik. Semoga besok baik terus, dan sehat terusss. Ga enak kalo liat anak sakit. Cepet sembuh ya sayang…

Tebak…. Apa yang ingin dilakukan Alfis dengan gelang-gelang dan truk-nya???

Alfis kalau ditaro di boks bayi (playpen) pasti teriak keras banget. Padahal niatnya supaya bisa nyambi ngepel atau nyapu. Baru sebentar aja dia udah protes berat. Apalagi kalo dibiarin, dia pasti nangis sambil teriak sekenceng-kencengnya. Kepalanya ditempel ke jaring2 sampai mukanya gepeng maksudnya mungkin maksa mau kabur dari playpen.

Ketika Alfis udah mulai makan makanan padat atau MPASI, Alfis ngga pernah mau satu menu saja. Kalau hari ini beras merah, besok belum tentu mau. Dia gampang bosen. Bunda harus ganti menu tiap hari. Yah setidaknya dua hari sekali. Tapi kadang dalam sehari menu makannya harus beda. Jadilah disiasati dengan beragam jus buah yang beda sambil diseling makan utamanya.

Setelah MPASI, alhamdulillaah Alfis masih minum ASI. Katanya kalau udah makan, nyusunya mulai berkurang ketika malam. Beda dengan Alfis. Setidaknya dua jam sekali Alfis ngelilir untuk menyusu. Sama seperti jadwal ketika masih eksklusif (ketika masih ASIX,malahan kadang sejam sekali). Tapi sejak umur 10 bln ini, menyusunya mulai berkurang. Setidaknya empat jam sekali.

Tidur malam pun Alfis harus nyusu dulu. Dan harus dikelonin. Dia kadang ga mau dipeluk. Tapi kadang maunya dipeluk. Yang utama harus ada bunda di sisinya. Kalau ngelilir dan sadar ga ada bundanya, dia pasti berusaha manggil. Kalau didiemin dia pasti nangis atau teriak kenceng.

Alfis paling ngga bisa disambi kerja. Maunya diajak main bareng terus minimal dilihatin. Misalnya ngelipet baju. Dia akan mengambil baju yang udah dilipet, dan membuangnya keluar keranjang.

Pernah dia main sendiri. Lalu aku coba tinggal ke dapur untuk cuci piring. Sejenak kemudian dia teriak. Aku coba diamkan sambil meneruskan cuci piring. Ternyata dia nyusul ke dapur membawa mainannya.

Alfis tidak terlalu nyaman digendong ayahnya. Dia akan menegangkan kaki-dan badannya berusaha melepaskan diri kecuali diajak bercanda diguncang-guncang atau jalan-jalan lihat mobil dan motor di pinggir jalan. Lain halnya jika bersama bunda. Tapi bisa lain ceritanya kalau ia ingin sekali turun main. Ia akan teriak atau mengoceh kencang ketika digendong.

Dulu aku pernah bingung dengan kelakuan Alfis ini. Karena di beberapa artikel bayi yang aku baca, seharusnya bayi begini dan begitu. Tapi kalau aku disuruh membiarkan Alfis sampai menangis, ga tega. Ga akan pernah. Malahan aku setuju dengan eyang-nya Alfis. Penuhi kebutuhannya sebelum bayi menangis.

Sampai akhirnya aku membaca buku “The Baby Book” karangan suami-istri dr. Sears. Ternyata ada yang namanya “bayi berkebutuhan tinggi”. Ciri-cirinya mirip dengan Alfis.

Ciri-ciri “bayi berkebutuhan tinggi” yang disebutkan dalam buku tersebut antara lain;

@ super peka: mudah terkejut di siang hari dan malam hari. Dulu, alfis waktu masih awal-awal gampang kaget saat tidur maupun terjaga.

@tidak dapat dilepaskan dari gendongan. Tidak dapat berbaring tenang di boks atau tempat tidurnya. Alfis banget. Malahan dulu waktu masih di rumah sakit, Alfis paling aktif diantara bayi lainnya. Kalau yang lain berbaring dengan tenang, Alfis mengangkat-angakt kakinya. Atau berusaha miring padahal belum bisa. Saat dua-tiga bulan, dia malah posisi sit-up dan push-up hampir setiap saat terjaga.

@bukan penenang diri sendiri. Jangan harap bisa tidur dengan sendirinya. Atau main sendiri. Dulu,Hampir setiap mau tidur siang harus digendong keliling rumah.

@selalu bersemangat sepanjang waktu. Ya ya.. Ini salah satu karakter Alfis. Bundanya udah cape, dia masih pengin maen terus.

@ingin disusui sepanjang waktu

@sering terbangun. jarang tidur siang. Dan sering menyusu malam hari.

@tidak terpuaskan, tidak dapat diramal. Alfis banget. Hari ini bisa main sendiri, besok belum tentu. Hari ini suka main kardus, besok belum tentu. Hari ini suka diledekin, besok harus lebih kreatif lagi.

@hiperaktif, hipertonik. Bayi-bayi ini sering menggeliat ketika digendong. Bahkan kalau menyusu, alfis sering meliuk-liukan badan bahkab menyusu sambil nungging oalah nak.

@tak suka dipeluk. Tak suka digendong dengan cara yang sama dan menegangkan oto-otonya saat di gendongan seperti meluruskan kaki atau menahan dengan kedua tangan. Yap! Alfis banget nih. Ayah sampai kewalahan.

@menuntut. Alfis kalau ngga mau ya ngga mau. Kalau lagi pengin digendong, harus. Kalau mau ambil mainan atau barang, harus. Dia akan terus berusaha.

Cara menangani bayi dengan kebutuhan tinggi katanya sih harus responsif dan peka dengan tuntutannya. Selalu di sampingnya. Memusatkan perhatian kepada keinginan dan semangatnya bukannya hal-hal yang tak disukainya. Yah capek sih tapi bunda dan ayah akan selalu berusaha memenuhinya. Insya Allah baik jadi modal kepribadian anak di masa depan.

Sudah dua hari ini ayah Alf masuk pagi. Kedepannya ayah akan masuk pagi terus. Pergi pukul 5.30 dan pulang pukul 21.00 malam.

Aku jadi bingung gimana ya ngatur jadwal untuk rutinitas? Coz aku nda punya asisten. Ada paling seminggu sekali untuk nyetrika.

Udah dua hari ini keteteran masak, dan beres-beres rumah. Nyuci baju masih bisa malem atau pagi-pagi banget. Tapi kalau Alfis udah bangun, harus mulai bermain dan melakukan rutinitas dengan Alfis.

Alfis bakalan protes berat dan cemas kalau ditinggal di boks. Tapi kalau ditinggal main sendiri, dia akan nyusul kemanapun aku pergi. Atau kalaupun ngga nyusul, harus sering dilihat karena apapun bisa dimasukkan ke mulut.

Saking bingungnya, akhirnya aku milih nge-blog malem. Dan searching malem. Karena memang waktunya yang sela ya tengah malem gini. Padahal PR masih numpuk.

Dududuhh maafkan aku suamiku … Rumah berantakan, makanan juga ga ada..gimana ya??