Menyusun Balok Kayu Bekas

Beberapa waktu yang lalu Alfis kebanjiran balok kayu bekas. Kayu-kayu tersebut berasal dari tukang kayu yang membuat kusen dan pintu. Awalnya kayu-kayu ini mau digunakan eyang sebagai bahan bakar kompor tungku. Bentuknya mirip kompor minyak. Bedanya, kompor ini menggunakan bahan bakar limbah kayu, bambu, ranting-ranting kecil, bonggol jagung yang sudah kering, serta dedaunan kering.

Kembali ke balok-balok kayu. Beragam bentuk limbah kayu bekas ini dimanfaatkan Alfis untuk bermain balok susun. Ayoo berkreasi !

Awalnya, Alfis masih bingung mau disusun seperti apa, bagaimana cara mainnya. Akhirnya buna membri contoh satu bangunan. Setelah diberi contoh, ternyata Alfis punya ide yang lebih baik. Dia ambil mainan kereta api-nya dan mulai menyusun balok-balok yang panjang menjadi rel kereta api.

Alfis sedang menyusun rel kereta api dari balok kayu

Setelah puas menyusun rel kereta, Alfis mulai membangun bangunan benteng. Alfis pun mulai berimajinasi dengan benteng dan kereta apinya.

Esok harinya, Alfis mulai berimajinasi dan berkreasi dengan balok-balok kayunya. Tentu saja buna juga turut menemani dan ikut bermain dengannya.

Kegiatan menyusun balok kayu ini melatih kesabaran dan motorik halus Alfis. Bisa mengalihkan perhatian dari hobi jungkir balik-nya. Selain itu Alfis sedikit-sedikit mempelajari bentuk dan ruang. Mengetahui panjang-pendek dan besar-kecil. Ayoooo susun lagiii …

This slideshow requires JavaScript.

1 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, Belajar

Melukis Daun

Belakangan ini, buna punya proyek kegiatan. Sebetulnya ini dalam rangka mengasah kreativitas buna. Bagaimana caranya agar Alfis punya beragam kegiatan yang bisa dilakukan di rumah. Tentunya dengan memanfaatkan beragam benda yang ada di sekitar rumah.

Salah satunya adalah melukis daun. Kebetulan di sekitar rumah eyang ada banyak daun yang bisa dimanfaatkan. Semoga juga bisa jadi inspirasi yang lain. Mari kita mulai persiapannya.

Pertama siapkan kuas, cat air, dan paletnya. Serta buku gambar. Bisa juga digunakan kertas atau karton putih.

Kedua, siapkan daun-daun yang akan dilukis. Saat mengambil daun-daun ini disekitar rumah, buna mengajak Alfis untuk memetiknya. Sambil memberitahu nama beberapa daun. Daun singkong misalnya. Kita juga bisa memberitahu mana daun yang bisa dimakan dan yang tidak.

Setelah semua siap, kita mulai melukis daun! Ini dia aksi Alfis melukis daunnya dengan beragam warna di daun singkong. Setelah dilukis daunnya, tempelkan daun di atas buku gambar atau kertas putih dalam keadaan terbalik. Buna sedikit membantu proses ini. Setelah ditekan-tekan daunnya dengan jemari tangan, angkat daunnya. Voila! Jadilah lukisan daun made-in Alfis…

Lalu dilanjutkan dengan daun-daun lainnya. Alfis yang menysun penempatan daun-daun di buku gambarnya. Inilah hasil akhir lukisan daun karya Alfis.

Agak berantakan? Ga apa-apa. Yang penting dia suka dan menyenangi prosesnya. Melalui kegiatan ini, ternyata buna bisa mengobrol buaanyak dengan Alfis, diantaranya:

  • memberitahu masing-masing nama daun yang digunakan.
  • Membahas manfaat masing-masing daun
  • Membahas warna-warna yang digunakan.
  • Membahas bentuk daun
  • Bertanya sayuran apa yang disukai Alfis
  • Mengkreasikan gambar lain dari lukisan daun.

Dan pastinya masih  banyak lagi yang bisa dibahas dan dikreasikan melalui kegiatan ini. Semoga menginspirasi. :)

3 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, terapi bicara

Alfis Mulai Mengaji

Setelah beberapa hari tinggal sama eyang, Alfis mulai mengaji. Alhamdulillaah. Dia sangat bersemangat di hari-hari pertama mengaji bersama temannya. Alhamdulillaah juga, dia mogok saat hari ke empat.

Alfis mulai mengaji a-ba-ta

Sampai saat ini bunda masih belum tahu kenapa dia mogok. Sepertinya sih dia bosan dengan metode ngajarin ngaji yang sama setiap harinya. Duduk manis depan bangku, lalu baca satu halaman.

Mungkin Alfis butuh trigger yang baru. Atau mungkin juga dia tersinggung dengan teman atau gurunya. Sayangnya Alfis masih belum tahu apa itu “tersinggung”.

Namanya juga lagi proses belajar. Udah mengerti sampai dengan jim juga bagus. Nanti bundanya akan cari cara lain yang menarik untuk mengenal huruf hijaiyah.

Interaksi dengan teman sebaya dan teman yang lebih tua itulah yang jadi tujuan utama bunda. Supaya ia pandai bersosialisasi. Serta mengenalkan Alfis dengan suasana belajar mengajar di sekolah umum. Tidak lupa mengenalkan agama.

Meskipun Alfis mogok ngajinya, tapi dia ga mogok bermain dengan teman-temannya. Dia malah cenderung mendekati satu demi satu temannya. Kegiatan mengaji ini juga jadi sarana belajar bundanya.

Iqra’…. bacalah. Ayo kita belajar…. :)

This slideshow requires JavaScript.

5 Komentar

Filed under aktivitas, alfis, Belajar

Rel Kereta Api dari Sisir

Voila! Ini dia salah satu ide Alfis yang suka iseng-iseng sambil berkreasi. Dia ambil semua sisir di rumah dan disusunnya untuk bikin rel kereta api. Kebetulan Alfis punya mainan kereta api yang baru. Ini dia karya Alfis…

Keretanya lewat rel sisir. Eehh si mobil juga lewat rel?

Sisir dideret-deret

Tampaknya Alfis ingat dengan pola rel kereta api yang tersusun mirip gigi sisir. Subhanallaah…moga nambah pinter dan soleh ya naak.

Semoga inspirasi dari Alfis ini menambah daya kreatifiatas emaknya dan yang lainnya. :)

3 Komentar

Filed under aktivitas, alfis

Golongan Darah O dan A menikah, anaknya AB. Mungkinkah?

Diagram struktur molekul sistem antigen ABO(H) (sumber:wikipedia)

Ini kejadian nyata pada sepupu Alfis. Kakakku golongan darahnya A, sementara istrinya punya golongan darah O. Setelah anak mereka lahir, golongan darahnya AB. Sudah tiga kali cek golongan darah, hasilnya tetap sama. Nah lhoo…

Jangan suuzon dulu ya saudara-saudara. Jika ditilik dari sistem ABO biasa, seharusnya probabilitas atau kemungkinan anaknya memiliki golongan darah A atau O.

AA + OO = AO, AO
AO + OO = AO, OO

Tapi ternyata, anak kakakku golongan darahnya AB. Zahran namanya. Zahran lahir prematur, baru sekitar 8 bulan  umur kandungan 38 minggu. Air ketuban ibunya pecah duluan. Sehingga Zahran lahir ke dunia dengan bantuan medis alias bedah caesar.

Karena golongan darahnya AB, akhirnya Zahran tes golongan darah sampai tiga kali. Saat itu Zahran sendiri sedang dirawat karena ada radang di paru-parunya dan kadar Hb-nya lebih rendah dari rata-rata.

Tentu saja, bundalf penasaran. Dan bunda percaya ga mungkinlah ada faktor “negatif”. Akhirnya bunda cari-cari jawabannya di wikipedia. Situs ini bener-bener berguna untuk bunda yang suka penasaran. Hehehe.

Dan terjawablah pertanyaan itu. Bunda menemukan ada yang namanya golongan darah langka. Ada beberapa golongan darah langka. Salah satunya adalah tipe golongan darah Bombay. Seperti nama kota ya? Ini karena tipe golongan darah ini pertama kali ditemukan di Bombay (Mumbai), India tahun 1952.

Golongan darah Bombay ini kalau dites menggunakan sistem ABO biasa, munculnya golongan darah O. Golongan darah bombay tidak mengekspresikan antigen H. Gen si golongan darah Bombay ini adalah hh. Karena mereka tidak mengekspresikan antigen H, maka mereka juga tidak menghasilkan antigen A dan antigen B. Karena si antigen H ini bertindak sebagai pemimpin sekaligus bahan baku untuk menghasilkan antigen A dan Antigen B.

Mereka yang memiliki tipe Bombay ini dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan sistem golongan darah ABO biasa. Tapi mereka tidak dapat menerima darah dari golongan sistem ABO. Maka tipe Bombay ini baiknya mendonorkan darahnya, agar berguna bagi dirinya kelak dan orang-orang yang golongan darahnya sama.

Bagaimana hubungannya tipe Bombay ini dengan si Zahran? Asumsi bunda, ibunya Zahran adalah tipe Bombay. Sehingga memungkinkan Zahran punya golongan darah AB.

Begini analisis ala bundalf (yaikksss!)

AO HH + BO hh = AO Hh, AB Hh, OO Hh, BO Hh

Lingkaran hijau: Bombay Fenotip, Kotak biru: Sistem ABO biasa, Kotak merah: keturunan ketiga

Asumsi:
1. AO HH : gen bapaknya Zahran.
2. BO hh : gen ibunya Zahran. BO karena almarhum neneknya Zahran golongan darahnya B. Karena itu bunda berasumsi ibunya si Zahran punya alel gen B, tapi tidak terekpresi karena antigen H -nya resesif. Maka dari itu kalo dites golongan darahnya O

Analisis tersebut memungkinkan anaknya nanti bisa memiliki golongan darah A, B, AB, dan O. Dan jika bapaknya zahran punya gen h heterozigot (Hh), anaknya nanti kemungkinan ada juga yang golongan darahnya tipe Bombay.

Hmm kira-kira penjelasannya ribet ga ya?? Sebetulnya tulisan ini sebagai dokumentasi dan sebagai pembunuh rasa penasaran bundalf terhadap kasus si Zahran. Dan semoga saja bisa menjadi penjelasan bagi beberapa orang tua yang mungkin mengalami hal yang sama.

Intinya, ada saja yang menyimpang dari hukum alam yang teratur. Semua itu adalah kehendak Allah SWT. Tentu saja untuk dipelajari dan disikapi dengan bijak.

14 Komentar

Filed under Belajar, cerita keluarga